Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Faradhillah"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengembangan Metode Pengujian Histopatologi dan Imunohistokimia Penyakit Avian Influenza pada Ayam
    (Perpustakaan Balai Besar Veteriner Maros, 2025-12) Wahyuni; Fitriah Idris; Faradhillah; Pitriani; Supri; Sukri
    Avian Influenza (AI) merupakan penyakit viral menular yang menyerang unggas dan berpotensi zoonosis. Diagnosa cepat dan akurat sangat penting dalam melakukan pengendalian dan pencegahan penyakit. Metode pengujian yang umum digunakan untuk mendiagnosa penyakit AI adalah deteksi molekuler (RT-PCR) dan serologi (HA/HI). Selain metode tersebut, diagnosa AI bisa dilakukan dengan metode histopatologi dan immunohistokimia (IHK) sebagai pendukung diagnosis dan penelusuran patogenesis. Pengembangan metode histopatologi bertujuan untuk mengidentifikasi lesi patognomonis pada jaringan akibat infeksi AI, seperti nekrosis epitel saluran pernapasan, kongesti, perdarahan, dan infiltrasi sel radang pada organ target (otak, paru-paru, limpa, proventrikulus, vial). Sedangkan metode IHK dikembangkan untuk mendeteksi antigen virus influenza A (protein nukleoprotein/NP atau hemaglutinin/HA) secara spesifik di dalam jaringan yang terinfeksi dengan menggunakan antibodi monoklonal maupun poliklonal.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback