Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Faisal Kasryno"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Development of an Integrated Farming Systems Research Network in Indonesia
    (Pusat Penelitian Agro-Ekonomi, 1985-01-01) Faisal Kasryno; Nataatmadja, Hidayat; Pasandaran, Effendi; Rasahan, Chairil A.; Swenson C.G.
    Farming systems research is neither a new term nor a new methodology. Many techniques in this field originate from early 20th-century farm management research developed by agricultural economists. As noted by Simmonds (1983), international agricultural research centers (IARCs) shifted toward farming systems research when they realized Green Revolution successes were mainly limited to rice and wheat in areas with adequate water, necessary input infrastructure, and market access. Over time, the analytical focus shifted from multiple cropping research programs to cropping systems, and ultimately to farming systems. In Indonesia, the application of farming systems research methodologies builds on a long history of farm management case studies and area surveys. A key example includes studies by the Agro Economic Survey/Rural Dynamics Study, which analyzed all household enterprises, including non-agricultural income sources. Additionally, the National Panel of Farmers Research Program (Patanas) under the Center for Agro Economic Research (CAER) represents an adaptation of the farming systems approach. More directly, farming systems research in Indonesia developed from the IRRI-sponsored rice-based cropping systems program, which became a core element of the research agenda for the Agency for Agricultural Research and Development (AARD) (Syarifuddin et al., 1984).
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Kebijaksanaan dan Strategi Penelitian untuk Mendukung Pembangunan Pertanian
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Faisal Kasryno
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Profil Pendapatan dan Konsumsi Pedesaan Jawa Timur
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1986-11-01) Faisal Kasryno; Nataatmadja, Hidayat; Rasahan, Chairil A.; Yusdja, Yusmichad
    Data pertanian yang dikumpulkan oleh BPS dipandang tidak memadai untuk memonitor keragaan sektor pertanian secara cukup terperinci. Tanpa mengurangi relevansi data BPS untuk memonitor pertumbuhan sektor pertanian rakyat, Departemen Pertanian, khususnya Badan Litbang Pertanian, merasa perlu untuk melaksanakan semacam "middle range study" untuk menjembatani kekurangan informasi terperinci dari data BPS di satu pihak dan sempitnya wawasan yang ditangani dalam studi-studi mikro usahatani yang dilaksanakan secara sporadis oleh berbagai lembaga penelitian. Dengan studi PATANAS diharapkan kedua macam informasi itu dapat diolah menjadi suatu simphoni yang mampu menggambarkan denyut pembangunan yang terjadi di desa-desa, di subsektor pertanian rakyat, yang sering dipandang sebagai "kotak hitam" yang penuh dengan misteri. Sasaran pembangunan adalah meningkatkan pendapatan petani, menyediakan kesempatan kerja, dan menegakkan asas pemerataan. Tetapi kalau dipertanyakan apakah sasaran-sasaran itu telah dicapai, sedikit sekali informasi yang dapat kita sajikan, karena sebagian besar informasi yang ada berkisar pada produksi dan produktivitas. Tidak heran banyak pihak yang mempertanyakan mengenai dampak pembangunan terhadap pendapatan masyarakat desa, misalnya anggapan bahwa pembangunan justru memiskinkan suatu golongan masyarakat desa, kelompok penduduk desa yang tidak memiliki lahan usaha. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak dapat secara memuaskan dijawab melalui studi-studi mikro dalam wawasan wilayah yang sempit, dan sulit pula secara meyakinkan dijawab dengan menggunakan data nasional yang dikumpulkan oleh BPS. Melalui studi PATANAS inilah pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat kita jawab dengan tingkat ketepatan dan keterwakilan (representativeness) yang memadai.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback