Browsing by Author "Fagi, Achmad M."
Now showing 1 - 13 of 13
Results Per Page
Sort Options
- ItemAdagium Ilmu Tanah dan Tanaman dalam Praktek Pertanian Tanaman Pangan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2020) Fagi, Achmad M.; Makarim, A. Karim; Syahbuddin, HarisBuku tentang tanah dan fisiologi tanaman untuk pertanian telah banyak ditulis oleh para ahli ilmu tanah dan ahli fisiologi tanaman bertaraf internasional. Isi dari buku-buku ilmu tanah dan juga buku-buku fisiologi tanaman bervariasi dalam hal tekanan terhadap objek bahasan, bergantung kepada daya tarik dari para ahli tersebut. Tetapi kalau dibaca secara seksama isi dari buku buku dalam disiplin ilmu yang sama saling melengkapi antara satu dan lainnya. Untuk menelaah isi dari buku-buku itu yang terdiri atas ratusan halaman per buku atau ribuan halaman secara keseluruhan perlu waktu yang tidak mungkin diluangkan oleh teknisi di lapang (Penyuluh Pertanian Spesialis-PPS, Penyuluh Pertanian Lapang-PPL), bahkan oleh mahasiswa dan peneliti sekalipun, apalagi oleh para pengambil keputusan yang kegiatan kesehariannya begitu banyak dan kompleks. Buku-buku ilmu tanah dan fisiologi tanaman dasar ditulis oleh para ahli pada era dimana isu-isu terkini belum timbul, karena pada saat itu hasil-hasil pertanian relatif masih dapat mencukupi kebutuhan minimal, sementara sejak pertengahan abad ke-20, mulai disadari bahwa pertambahan jumlah penduduk membutuhkan pangan dan papan yang semakin banyak, dan kelestaran lingkungan semakin mengkhawatirkan akibat dari tekanan jumlah penduduk itu. Pada situasi seperti dewasa ini wajar kalau muncul dua pilihan gagasan atau strategi tentang pembangunan pertanian: pertama, gagasan low-inputs traditional farming untuk kembali ke penerapan teknologi seperti pada era pra-industri; kedua, gagasan high inputs commercial farming yang lebih memperhatikan kebutuhan pangan dan papan penduduk yang terus meningkat. Pada tanaman pangan terigu, jagung dan padi alternatif/gagasan kedua berkonotasi dengan teknologi Revolusi Hijau.
- ItemAnalisis Sistem Dan Simulasi Peningkatan Produksi Padi Melalui Penggunaan Teknologi Spesifik Lokasi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Makarim, A. Karim; E. Suhartatik; Fagi, Achmad M.Abstrak Sektor pertanian, khususnya produksi padi, menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional akibat perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan efisiensi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem dan mensimulasikan strategi peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi spesifik lokasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan dinamika sistem (system dynamics) untuk memodelkan interaksi antarvariabel utama, seperti luas lahan, tingkat adopsi teknologi, produktivitas tanaman, dan faktor lingkungan. Simulasi dilakukan menggunakan beberapa skenario intervensi teknologi spesifik lokasi yang disesuaikan dengan karakteristik ekologis dan agroklimat wilayah penelitian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa integrasi teknologi spesifik lokasi—termasuk pengelolaan hara terpadu, varietas unggul baru, dan modernisasi irigasi—mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan dibandingkan dengan skenario bisnis seperti biasa (business-as-usual). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan sistem berbasis teknologi lokal merupakan strategi efektif untuk mendorong kemandirian pangan dan ketahanan pertanian secara berkelanjutan. Abstract The agricultural sector, particularly rice production, faces major challenges in meeting national food demand due to climate change, land constraints, and technological efficiency. This study aims to analyse the system and simulate strategies to increase rice production through the implementation of location-specific technologies. The methodology employs a system dynamics approach to model the interactions among key variables, such as land area, technology adoption rate, crop productivity, and environmental factors. Simulations were conducted using several intervention scenarios tailored to the ecological and agroclimatic characteristics of the study area. The simulation results indicate that integrating location-specific technologies—including integrated nutrient management, new superior varieties, and irrigation modernization—significantly enhances rice productivity compared to the business-as-usual scenario. This study concludes that a location-specific system-based approach is an effective strategy to promote food self-sufficiency and sustainable agricultural resilience.
- ItemIklim dan Tanaman Padi, Tantangan dan Peluang(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Las, Irsal; H. Syahbuddin; E. Surmaini; Fagi, Achmad M.Pendahuluan Kebutuhan beras terus meningkat sejalan dengan penambahan jumlah penduduk yang besarnya sekitar 1,27% per tahun. Pada tahun 2020, jumlah penduduk akan mencapai 262 juta jiwa dengan perkiraan konsumsi beras 134 kg per kapita, maka kebutuhan beras nasional 35,1 juta ton atau 65,9 juta ton GKG Kebutuhan beras akan lebih banyak lagi bila konsumsi beras 156 per kapita per tahun. Untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan, pada tahun 2020 dan seterusnya, maka hasil padi rata-rata harus mencapai 7,2 t/ha GKG, padahal saat ini hasil padi bera mencapai rata-rata 4,7 t/ha GKG, dan hasil maksimum 6,5 t/ha GKG Ancaman yang sangat serius juga muncul dari variabilitas dan perubahan iklim, laju konversi lahan sawah yang makin tidak terkendali serta degradasi sumber daya lahan dan air. Oleh sebab itu, situasi perberasan menuju tahun 2020 dan seterusnya akan sangat kritis, kecuali: (a) ada terobosan inovasi teknologi baru, baik untuk lahan sawah irigasi maupun lahan tadah hujan, dan lahan suboptimal lainnya; (b) optimalisasi sumber daya lahan melalui investasi dalam mentransformasi lahan suboptimal pertanaman padi dari kurang/tidak sesuai menjadi sesuai; dan (c) pencetakan lahan sawah baru.
- ItemKlasifikasi Jenis Tanah Pertanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Pane, Hamdan; A. Wihardjaka; Fagi, Achmad M.Abstrak Klasifikasi jenis tanah pada lahan pertanaman padi merupakan langkah krusial untuk mengoptimalkan manajemen nutrisi, pengelolaan air, dan peningkatan produktivitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan karakteristik serta profil tanah yang digunakan untuk budidaya padi berdasarkan sifat fisik, kimia, dan tingkat kesuburannya. Metode klasifikasi dilakukan melalui pengambilan sampel tanah di area pertanaman, analisis laboratorium, serta pendekatan pembelajaran mesin (machine learning) untuk pemetaan yang lebih presisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah aluvial, latosol, dan grumosol merupakan jenis tanah dominan yang mendukung pertumbuhan tanaman padi dengan tingkat kesesuaian lahan yang bervariasi. Informasi klasifikasi ini memberikan rekomendasi strategis bagi petani dan pengambil kebijakan dalam menentukan pola pemupukan yang presisi serta mitigasi degradasi lahan secara berkelanjutan. Abstract Soil classification in rice farming areas is a crucial step toward optimizing nutrient management, water control, and improving crop yield productivity. This study aims to classify the characteristics and profiles of soils used for rice cultivation based on their physical, chemical, and fertility properties. The classification methodology involved soil sampling across cultivation areas, laboratory testing, and a machine learning approach for high-precision spatial mapping. The results indicate that alluvial, latosol, and grumosol are the predominant soil types supporting rice growth, each presenting varying degrees of land suitability. This classification data provides strategic recommendations for farmers and policymakers to implement precision fertilization techniques and mitigate sustainable land degradation.
- ItemKlasifikasi Jenis Tanah Pertanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Hidayat, Achmad; Ritung, Sofyan; Fagi, Achmad M.Abstrak Klasifikasi jenis tanah pada lahan pertanaman padi merupakan langkah krusial untuk mengoptimalkan manajemen nutrisi, pengelolaan air, dan peningkatan produktivitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan karakteristik serta profil tanah yang digunakan untuk budidaya padi berdasarkan sifat fisik, kimia, dan tingkat kesuburannya. Metode klasifikasi dilakukan melalui pengambilan sampel tanah di area pertanaman, analisis laboratorium, serta pendekatan pembelajaran mesin (machine learning) untuk pemetaan yang lebih presisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah aluvial, latosol, dan grumosol merupakan jenis tanah dominan yang mendukung pertumbuhan tanaman padi dengan tingkat kesesuaian lahan yang bervariasi. Informasi klasifikasi ini memberikan rekomendasi strategis bagi petani dan pengambil kebijakan dalam menentukan pola pemupukan yang presisi serta mitigasi degradasi lahan secara berkelanjutan. Abstract Soil classification in rice farming areas is a crucial step toward optimizing nutrient management, water control, and improving crop yield productivity. This study aims to classify the characteristics and profiles of soils used for rice cultivation based on their physical, chemical, and fertility properties. The classification methodology involved soil sampling across cultivation areas, laboratory testing, and a machine learning approach for high-precision spatial mapping. The results indicate that alluvial, latosol, and grumosol are the predominant soil types supporting rice growth, each presenting varying degrees of land suitability. This classification data provides strategic recommendations for farmers and policymakers to implement precision fertilization techniques and mitigate sustainable land degradation.
- ItemMeningkatkan dan Memantapkan Produktivitas dan Produksi Padi Gogo(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Toha, Husin M.; K. Pirngadi; K. Permadi; Fagi, Achmad M.Abstrak Padi gogo (Oryza sativa L.) memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pemanfaatan lahan kering yang melimpah. Namun, produktivitasnya masih tergolong rendah akibat berbagai kendala biotik dan abiotik, seperti kekeringan, kemeranaan hara, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian/Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi komprehensif dalam meningkatkan dan memantapkan produktivitas serta produksi padi gogo secara berkelanjutan. Pendekatan yang diterapkan mencakup penggunaan varietas unggul baru (VUB) yang toleran terhadap kekeringan dan penyakit (seperti blas), penerapan teknik budidaya modern melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), perbaikan kesuburan tanah melalui pemupukan berimbang dan bahan organik, serta efisiensi pemanfaatan air. Penataan sistem tanam dan optimalisasi manajemen pascapanen juga menjadi kunci penting untuk menekan kehilangan hasil (loss). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi budidaya yang adaptif dan manajemen lahan yang tepat mampu meningkatkan hasil panen padi gogo secara signifikan sekaligus menjaga kestabilan produksinya dari musim ke musim. Abstract Upland rice (Oryza sativa L.) plays a strategic role in supporting national food security, particularly through the utilization of abundant rainfed drylands. However, its productivity remains relatively low due to various biotic and abiotic constraints, such as drought, nutrient deficiency, and pest or disease infestations. This paper aims to examine comprehensive strategies to sustainably enhance and stabilize the productivity and production of upland rice. The applied approaches include the deployment of new high-yielding varieties (HYV) tolerant to drought and blast disease, the adoption of modern cultivation techniques through Integrated Crop Management (ICM), the improvement of soil fertility via balanced fertilization and organic matter application, and efficient water use management. Optimizing cropping systems and post-harvest management are also critical to minimizing yield losses. The findings indicate that integrating adaptive cultivation technologies with proper land management significantly increases upland rice yields while maintaining production stability across seasons.
- ItemPengelolaan Air Padi Sawah Irigasi Antisipasi Kelangkaan Air(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Setiobudi, Didiek; Fagi, Achmad M.Abstrak Ketersediaan air untuk budidaya padi sawah irigasi semakin terbatas akibat degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS), peruntukan air yang kompetitif antarsektor, serta dampak perubahan iklim global. Kondisi ini mengancam ketahanan pangan nasional mengingat sebagian besar produksi padi nasional bergantung pada sawah beririgasi. Artikel ini bertujuan untuk mengulas strategi dan teknik pengelolaan air yang efisien pada lahan padi sawah irigasi guna mengantisipasi ancaman kelangkaan air. Metode pengelolaan air seperti pengairan berselang (intermittent irrigation), irigasi basah-kering (Alternate Wetting and Drying/AWD), dan pendekatan System of Rice Intensification (SRI) terbukti mampu menghemat penggunaan air signifikan dibanding penggenangan secara terus-menerus tanpa mengorbankan hasil panen. Selain penerapan teknologi budidaya hemat air, optimalisasi pengelolaan air memerlukan perbaikan infrastruktur irigasi, rehabilitasi DAS, serta keterlibatan aktif kelompok tani dalam pembagian air secara adil. Implementasi strategi pengelolaan air terpadu ini diharapkan dapat mempertahankan produktivitas padi sawah, meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan mendukung keberlanjutan usahatani di tengah tantangan kelangkaan sumber daya air. Abstract Water availability for irrigated lowland rice cultivation is increasingly constrained due to watershed degradation, competitive inter-sectoral water usage, and the impacts of global climate change. This condition poses a threat to national food security, given that a major portion of national rice production relies heavily on irrigated fields. This paper aims to review efficient water management strategies and techniques in irrigated paddy fields to anticipate the threat of water scarcity. Water management methods such as intermittent irrigation, Alternate Wetting and Drying (AWD), and the System of Rice Intensification (SRI) approach have been proven to significantly reduce water consumption compared to continuous flooding, without compromising crop yields. Beyond adopting water-saving cultivation technologies, optimizing water management requires the rehabilitation of irrigation infrastructure and watersheds, alongside active community participation in equitable water distribution. Implementing an integrated water management strategy is expected to sustain lowland rice productivity, enhance water use efficiency, and ensure agricultural sustainability amid growing water resource scarcity.
- ItemPenggunaan Technology Roadmap dalam Penentuan Prioritas Penelitian dan Pengkajian(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2003-09) Fagi, Achmad M.Metode penyusunan program dan perencanaan penelitian untuk menghasilkan teknologi yang komersial makin maju sejalan dengan kemajuan di bidang mikroelektronika, teknik informasi, material dan bioteknologi. Kemajuan tersebut mempercepat kemampuan menghasilkan produk-produk baru yang mempunyai daya panetrasi pasar cukup besar. Akibat dari itu produk-produk terdahulu terkesan cepat kadaluwarsa. Technology roadmap telah digunakan di negara-negara maju untuk menyusun program dan merencanakan penelitian dan dapat menjembatani idealisme peneliti dengan harapan pengambil keputusan dan investor. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v1n4.2003.306-314
- ItemPotensi Lahan Pertanian di Wilayah Pengairan Jatiluhur untuk Pengembangan Palawija(Pusat Penelitian Agro-Ekonomi, 1984-01-01) Fagi, Achmad M.; Pirngadi K.; HaryonoUsaha pengembangan palawija di wilayah pengairan Jatiluhur mengalami beberapa hambatan, antara lain disebabkan oleh terlambatnya tanam padi akibat kekurangan tenaga pengolah tanah. Selain itu, pola pengadaan benih masih belum bisa menyediakan benih tepat pada waktunya. Dilihat dari jadwal alokasi air, hanya daerah golongan I, II, dan III yang memungkinkan untuk ditanam palawija. Jika palawija ditanam di daerah golongan IV, V, dan VI, maka masa panen akan jatuh pada musim hujan sehingga menimbulkan kesulitan dalam penanganan pasca panennya. Pada daerah golongan I dan II, sistem walik jerami pada padi sawah, dan tanpa pengolahan tanah memberi hasil yang baik. Rotasi tanaman yang paling menguntungkan ialah PB 36 - PB 36 - kacang hijau/jagung, Cisadane - PB 36 walik jerami - kacang hijau/jagung, dan PB 36 - PB 36 walik jerami - kacang hijau/jagung. Pada daerah golongan III, rotasi padi - padi - kacang tanah memberi hasil paling tinggi, disusul oleh padi - padi kacang hijau. Pengolahan tanah dalam barisan memakan waktu lebih lama dibanding pengolahan penuh. Sedangkan alat rotary injector planter bisa menghemat waktu tanam tanpa menurunkan hasil.
- ItemProspek "Rice Garden" di Indonesia(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, ) R., Supriyadi; Fagi, Achmad M.; A., Subardjo; Pirngadi, K.
- ItemProspek "Rice Garden" di Indonesia(PSEKP, ) R., Supriyadi; Fagi, Achmad M.; A., Subardjo; Pirngadi, K.
- ItemSistem Usaha Tani Berbasis Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Wardana, I Putu; Toha, Husin M.; Sembiring, Hasil; Fagi, Achmad M.Abstrak Sistem usaha tani berbasis padi memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung perekonomian masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan ekonomi dan lingkungan dari sistem usaha tani berbasis padi. Metode yang digunakan adalah [sebutkan metode Anda, contoh: pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei dan wawancara mendalam terhadap petani padi]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen usaha tani yang efisien, kombinasi penggunaan teknologi modern, dan diverifikasi komoditas pendamping secara signifikan meningkatkan pendapatan petani. Namun, kendala seperti fluktuasi harga input, keterbatasan akses modal, dan perubahan iklim masih menjadi tantangan utama. Kesimpulannya, penguatan sistem usaha tani berbasis padi memerlukan integrasi kelembagaan yang kuat, akses teknologi yang lebih inklusif, serta kebijakan harga yang memihak kepada petani untuk mewujudkan keberlanjutan usaha tani. Abstract The rice-based farming system plays a crucial role in maintaining national food security and supporting the economy of rural communities. This study aims to analyse the efficiency, productivity, as well as the economic and environmental sustainability of rice-based farming systems. The method utilized is [mention your method, e.g., a descriptive quantitative approach through surveys and in-depth interviews with rice farmers]. The results indicate that the implementation of efficient farm management, a combination of modern technology adoption, and diversification of complementary commodities significantly increase farmers' income. However, constraints such as input price fluctuations, limited access to capital, and climate change remain major challenges. In conclusion, strengthening the rice-based farming system requires strong institutional integration, more inclusive access to technology, and pro-farmer pricing policies to achieve agricultural sustainability
- ItemSumbangan pemikiran teori dan praktek irigasi pada padi sawah : penerapan konsep ekoregional dalam pengelolaan air untuk pertanian(IAARD Press, 2019-06-02) Fagi, Achmad M.; Balitbangtan