Browsing by Author "Faesal"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemEvaluationof Maize Production Technology Component to Increase Farmer’s Income in Rainfed Low Land(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013) Syuryawati; Roy Efendi; FaesalAgricultural development successfully assessment not only in production increased but prosperity increase also. Therefore farm must be more productive and management efficient in production process. There were several on farm technology for maize have been created to increase farmer production andoptimum benefit. Research of maize technology component in rain fed low land was conducted in Pangkep Regency South Sulawesi on Mei-September 2011. The research planted Hybrid Bisi-2 and Bima-3 Bantimurung by 11 treatments of technology components and furthermore economic efficiency of technology component evaluated. Results showed that cost production of Bisi-2 is Rp 6,872,500-7,123,000/ha range, mean while Bima-3 Bantimurung is Rp 6,589,000-7,005,500/ ha. The highest maize production achieved by BIsi-2 is 10.21-10.75 t/ha, and Bima-3 Bantimurung is 8.02-8.92 t/ha. Economic evaluated of technology component which tested showed that whole treatments were efficient caused beneficial by RCR value >1.The highest benefit of Bisi-2 achieved Rp. 16,750,500.- by 75 cm x20 cm plant distance (66,666 plant/ha) with RCR value 3.43 and cost of production Rp 642/kggrain.Meanwhile highestbenefit of Bima-3 Bantimurung 12,651,000/ha is achieved on 70 cm x20 cm (71,428 plant/ha)+ LCC by RCR value 2.81 and cost production Rp 782/kg grain. Benefit achieved of another technology components is high enough, so that they necessary flexible in choose maize technology production, suitability stakeholder need, capital ability and laborer availability
- ItemHybrid maize, economic analysis, South Sulawesi(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013) FaesalMaize productivity increasingin Indonesia must be effortto keep up high demand. Expansion maize growing in acid soil will be a big potential, but acid soil degree in this areais the main constrain to produce maize. Create hybrid lines as new candidate varieties which appropriate in the acid soils isthe ones choice. Yield productivity of maize lines which tested is early maturity acid soil tolerance.Researchwas conducted in Tappalang DistrictMamujuRegency West Sulawesifrom May-August 2010. The research arranged based on randomized block design, treatments consist of 9 pure maize lines and 2 early maturity hybrid maize (AS-1 and Bima-3Bantimurung) and 1 open pollinated maize (Sukmaraga) as the acid soil tolerance check. So there were 12 treatments and 3 replications. This research fertilized of 300 kg ureaha-1+200 kg phonskaha-1+100 kg KClha-1.The results showed that there were 5hybrid maize lines produce grain yield more than 7ha-1and not significantly different to AS-1 (7.83ha-1), Bima-3Bantimurung (7.30ha-1) as early maturity cultivar check, and Sukmaraga (7.42ha-1) as acid tolerant cultivar check. The promising maize lines is GM1, GM2, GM3, GM8 and GM9 which grain yield potential is 8.05 t, 7.70 t, 7.99 t, 8.15 t and 7.90t/ha respectively.
- ItemJagung Berbiji Putih sebagai Bahan Pangan Pokok Alternatif(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2014-09-23) M. Yasin HG; Wem Langgo; FaesalJagung biji putih dapat berperan sebagai bahan pangan pokok alternatif, karena penampilan fisiko kimia dan rasanya lebih mirip dengan beras. Jagung putih tidak mengandung pigment carotenoid yang mencirikan perbedaannya dengan jagung kuning. Varietas jagung putih yang telah dilepas Badan Litbang Pertanian terdiri dari varietas bersari bebas (opv) yaitu Anoman 1, Srikandi Putih 1, dan varietas hibrida yaitu Bima Putih 1 dan Bima Putih 2. Varietas Anoman 1 memiliki sifat toleran cekaman kekeringan, dan varietas Srikandi Putih 1 mengandung nutrisi tinggi yaitu kandungan asam amino lisin dua kali lisin jagung biasa, dapat dimanfaatkan untuk pangan anak balita sebagai upaya mengatasi kekurangan protein. Jagung putih Anoman 1 mengandung karbohidrat menyamai beras dan gandum. Pengembangan luas areal tanaman varietas unggul jagung putih disertai pemupukan dapat meningkatkan produksi hingga tiga kali lipat produksi jagung putih varietas lokal, pada luas areal yang sama. Prosedur dan teknik perakitan varietas jagung putih sama seperti pada jagung kuning. Kelompok tani dapat berperan sebagai penangkar benih jagung putih varietas bersari bebas (opv). Untuk jangka pendek, petani skala kecil disarankan menanam varietas bersari bebas, tetapi apabila pasar jagung putih telah berkembang, varietas hibrida cukup layak untuk dianjurkan. Potensi hibrida jagung biji putih Bima Putih 1 dan Bima Putih 2 mencapai hasil 10 t/ha. Apabila jagung putih dipopulerkan sebagai bahan pangan pokok nasional, swasembada pangan nasional mudah dicapai.
- ItemPembentukan Varietas Jagung Komposit Kaya Vitamin Provit A1 dan Provit A2(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2012-10-15) M. Yasin HG; Syahrir Masíud; FaesalPembentukan varietas komposit jagung dapat dilakukan melalui perbaikan dalam populasi dan perbaikan antarpopulasi. Hasil maksimal dapat dicapai jika dilakukan peningkatan secara berdaur (siklus) melalui pembentukan famili, evaluasi antarfamili, dan penggabungan sifat terbaik melalui saling-silang antarfamili terpilih. Jagung komposit provit A adalah jagung kaya vitamin A atau beta karoten, yakni 8-15 µg/g sampel, jagung biasa mengandung 1,0 µg/g sampel, yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian dengan nama varietas ProvitA1 dan Provit A2. Potensi hasil kedua varietas 17-22% lebih tinggi dibanding varietas komposit lain, dan mampu menghasilkan 6,0-7,0 t/ha. Peranan beta karoten adalah mencegah buta senja. Jagung varietas provit A dianjurkan dikembangkan pada lahan marginal yang masyarakatnya teridentifikasi kurang gizi, utamanya di wilayah timur Indonesia. Olahan sebagai makanan dapat disajikan dalam bentuk rebusan biji segar, biskuit, serelak, kerupuk, atau tepung subtitusi terigu. Diperlukan kebun benih sumber yang terisolasi sebagai beta carotene centre yang terisolasi, di samping sebagai sumber pelatihan teknik perbenihan juga sebagai pusat informasi penyuluhan dan SL-PTT jagung.