Browsing by Author "Eris Septiana¹, Aulia Umaroh², Erlindha Gangga2) dan Partomuan Simanjuntak1,2)"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemAKTIVITAS PENGHAMBATAN POLIMERISASI HEME EKSTRAK DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) SEBAGAI ANTIMALARIA: Volume 28, Nomor 1, Mei 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-01-01) Eris Septiana¹, Aulia Umaroh², Erlindha Gangga2) dan Partomuan Simanjuntak1,2)Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang dalam siklusnya akan mendegradasi hemeoglobin menjadi asam amino dan heme bebas yang toksik untuk parasit. Untuk menetralkan toksisitas heme bebas, parasit akan mengubahnya menjadi hemeozoin melalui proses polimerisasi heme. Proses ini sangat penting dalam siklus hidup parasit sehingga dapat dijadikan sebagai target obat antimalaria. Daun sembung dilaporkan mempunyai aktivitas antimalaria baik secara in vitro maupun in vivo, tetapi mekanismenya belum pernah dilaporkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambatan polimerisasi heme ekstrak daun sembung dan golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak dengan aktivitas penghambatan terbaik. Daun sembung diekstrak dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Uji antimalaria in vitro dilakukan dengan menggunakan metode penghambatan polímerísasi heme. Ekstrak dengan aktivitas penghambatan terbaik diukur nilai ICso dan dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 70% mempunyai aktivitas penghambatan polimerisasi heme pada konsentrasi 1 mg ml-¹ masing-masing sebesar 11,28; 26,26; dan 56,88%. Nilai ICso ekstrak etanol 70% sebesar 0,978 mg ml1. Ketiga ekstrak memiliki aktivitas penghambatan polimerisasi heme dan ekstrak etanol 70% memiliki aktivitas tertinggi. Skrining fitokimia menunjukkan daun sembung yang diekstrak dengan etanol 70% mengandung golongan senyawa flavonoid, triterpenoid, kuinon, tanin, dan saponin.