Browsing by Author "Eni Mulyanti, S.Pt, M.Si"
Now showing 1 - 8 of 8
Results Per Page
Sort Options
- ItemMEMBUAT PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK(2024-09-15) Eni Mulyanti, S.Pt, M.Si
- Item“MEMBUAT PENGOLAHAN PAKAN TERNAK”(2024-07-16) Eni Mulyanti, S.Pt, M.SiKeberhasilan usaha peternakan sangat ditentukan oleh penyediaan pakan yang memadai baik kualitas, kuantitas dan ketersediaan sepanjang tahun. Pemberian pakan yang cukup memiliki peranan penting bagi ternak baik untuk pertumbuhan maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk tertentu (susu, daging, anak) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi pakan juga diarahkan pada upaya pemeliharaan dayatahan tubuh dan kesehatan sehingga ternak tumbuh kuat dan sehat.
- ItemMEMBUAT TEMPAT PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK(2024-09-15) Eni Mulyanti, S.Pt, M.Si
- Item“MEMBUAT TEMPAT PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK”(2024-09-12) Eni Mulyanti, S.Pt, M.SiHambatan utama dalam usaha peternakan adalah ketersediaan pakan berfluktuasi mengikuti musim; Pakan cukup, bahkan berlebihan selama musim hujan, namun sangat kekurangan selama kemarau. Akibatnya: ternak kehilangan berat selama kemarau, sehingga kenaikan berat pertahun masih rendah; Penggemukan memerlukan waktu lama; Kematian anak masih tinggi karena induk kekurangan pakan. Solusi yang perlu dilakukan anatara lain perbaikan pengelolaan pakan; memanfaatkan hijauan yang berlebihan pada musim hujan dengan melakukan pengawetan pakan untuk dimanfaatkan selama kemarau. Pakan yang diberikan pada ternak, pada dasarnya harus mengandung cukup nutrisi yang dibutuhkan untuk produksi (pertumbuhan, pertambahan berat), reproduksi (kawin, beranak dan menyusui) dan aktivitas lain (mis: menarik dan memikul beban, menarik bajak). Usaha peternakan mempunyai prospek untuk dikembangkan karena tingginya permintaan akan produk peternakan. Usaha peternakan juga memberi keuntungan yang cukup tinggi dan menjadi sumber pendapatan bagi banyak masyarakat di perdesaaan Kebanyakan masyarakat yang berada di pedesaan semuanya menyatu dengan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pertanian secara luas karena memang itulah keahlian mereka yang dapat digunakan untuk mempertahankan kehidupannya. Tidak heran seorang petani selain mengolah sawahnya, mereka juga memelihara ternak misalnya ternak bebek, ayam kampung atau yang sering dikenal ayam buras, ada juga yang memelihara domba, kambing, sapi ataupun kerbau. Diklat Pengolahan & Pengawetan HPT 2 Dilain pihak krisis ekonomi yang telah melanda bangsa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, dimana betapa rapuhnya pondasi perekonomian yang tidak dilandasi oleh potensi sumber daya lokal. Sejauh ini kebijakan pemerintah yang lebih berorentasi pada sistem pertanian konvensional di mana banyak mengandalkan input produksi seperti pupuk anorganik ataupun pestisida dalam jumlah tinggi untuk memacu target produksi. Dalam kenyataan hal tersebut justru telah memberikan dampak negatif terhadap ekosistem lahan pertanian yang ada sehingga lambat laun akan menurunkan produktivitas pertanian dan akibatnya akan berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.
- ItemMEMILIH JENIS-JENIS HIJAUAN PAKAN TERNAK DAN BAHAN PAKAN TERNAK UNTUK DIOLAH DAN DIAWETKAN(2024-09-15) Eni Mulyanti, S.Pt, M.SiPakan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang keberhasilan usaha ternak, selain faktor genetik dan faktor lingkungan. Dalam usaha ternak ruminansia, Hijauan pakan ternak (HPT) merupakan faktor penting yang harus diperhatikan ketersediaannya, karena merupakan pakan utama ternak ruminansia. Hijuan pakan ternak terutama jenis rumput – rumputan dan limbah pertanian merupakan bahan pakan yang mengandung serat kasar atau bahan yang tak tercerna relatif tinggi. Namun ternak ruminansia membutuhkan sejumlah serat kasar tersebut didalam ransumnya agar proses pencernaan berjalan secara lancar dan optimal. Sumber utama serat kasar itu sendiri adalah rumput – rumputan, baik jenis rumput unggul maupun rumput alam; sedangkan jenis leguminosa merupakan pakan sumber protein. Ketersediaan hijauan pakan ternak harus selalu ada mengingat perannya sebagai pakan utama ternak ruminansia. Sementara produksi hijauan pakan ternak di Indonesia berfluktuasi tergantung musim. Saat musim penghujan produksi berlimpah dan saat musim kemarau produksi menurun. Untuk menjamin kontinuitas ketersediaan pakan hijauan tersebut perlu upaya pengawetan hijauan pakan sebagai cadangan pakan di musim kemarau. Selain kontinuitas, faktor pakan yang harus diperhatikan juga adalah jumlah ketersediaan pakan dan kualitasnya. Pemanfaatan limbah pertanian misalnya jerami sebagai pakan ternak merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan produksi hijauan pakan, akan tetapi salah satu kelemahan pakan yang berasal dari limbah pertanian adalah kualitasnya yang rendah, sehingga perlu upaya untuk mengolah bahan pakan asala limbah pertanian khususnya jerami untuk meningkakan kandungan nutrisi maupun 2 kecernaannya. Dalam melakukan pengolahan dan pengawetan pakan ternak perlu pengetahuan terhadap karakteristik bahan pakan, agar dapat menentukan jenis olahan yang tepat untuk bahan pakan tersebut.
- ItemMEMILIH JENIS-JENIS HPT UNTUK DIOLAH DAN DIAWETKAN(2024-09-15) Eni Mulyanti, S.Pt, M.SiKetersediaan hijauan pakan yang berkualitas secara kontinu merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam usaha peternakan. Namun, tantangan fluktuasi musim sering kali menyebabkan peternak mengalami surplus pakan di musim hujan dan krisis pakan di musim kemarau. Oleh karena itu, materi dalam tulisan ini disusun untuk memberikan pemahaman mengenai cara memilih jenis HPT yang tepat serta metode pengolahan dan pengawetan yang efektif—seperti pembuatan silase dan hay—guna menjaga ketersediaan nutrisi pakan sepanjang tahun.
- ItemMENGANALISA USAHA PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK(2024-09-15) Eni Mulyanti, S.Pt, M.SiSebuah usaha yang bergerak di bidang ekonomi tidak dapat terlepas dari konsep untung – rugi suatu usaha produksi dalam rangka mencapai suatu hasil produksi akibat adanya biaya yang dikeluarkan atau penggunaan satu atau beberapa sumberdaya. Pendapatan dan biaya merupakan dua konsep ekonomi yang perlu diketahui oleh semua pelaku usaha. Pemahaman terhadap kedua konsep tersebut akan memberikan kesimpulan pada seseorang pelaku usaha, ” apakah usaha yang dijalankan akan memperoleh keuntungan atau tidak?” Hal tersebut dapat dilakukan dengan membandingkan biaya yang dikeluarkan dengan total penerimaan yang diperoleh.
- ItemMENGELOLA REPRODUKSI SAPI POTONG(2026-01-02) Eni Mulyanti, S.Pt, M.Si