Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "E.Y. Purwani"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Peningkatan Nilai Tambah Beras Melalui Mutu Fisik, Cita Rasa, Dan Gizi
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Indrasari, S. Dewi; E.Y. Purwani; S. Widowati; Damardjati, Djoko S.
    Abstrak Beras tidak hanya berperan sebagai sumber pemenuhan kalori utama bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga memiliki potensi ekonomi tinggi yang dapat ditingkatkan melalui perbaikan mutu pascapanen dan pengolahan. Karya tulis ini membahas strategi komprehensif dalam meningkatkan nilai tambah beras yang difokuskan pada tiga pilar utama kualitas, yaitu mutu fisik, mutu cita rasa (organoleptik/sensori), dan mutu gizi. Pada aspek mutu fisik, nilai tambah ditentukan oleh keutuhan bulir (persentase beras kepala), derajat sosoh, warna/kerataan bulir, serta kebebasan dari benda asing dan butir patah/menir. Penanganan pascapanen dan teknologi penggilingan yang presisi terbukti meminimalkan kehilangan hasil (losses) serta meningkatkan daya saing pasar. Pada aspek mutu cita rasa, kepuasan konsumen sangat dipengaruhi oleh sifat fisikokimia pati, khususnya kadar amilosa, suhu gelatinisasi, dan konsistensi gel. Komposisi ini menentukan tingkat kepulenan, kelembutan, aroma, dan tekstur nasi pascapemasakan. Sementara itu, pada aspek mutu gizi, komoditas beras dikembangkan melalui optimalisasi derajat sosoh untuk mempertahankan vitamin B dan serat kasar, pengembangan beras khusus (specialty rice) seperti beras merah, beras hitam, dan beras organik, serta penerapan teknologi fortifikasi mikronutrien (seperti zat besi, asam folat, dan seng). Hasil kajian menunjukkan bahwa pengintegrasian perbaikan teknologi penggilingan, pemilihan varietas unggul berbasis preferensi konsumen, dan pengayaan nilai gizi mampu mentransformasi beras dari komoditas curah (bulk commodity) menjadi produk bernilai tambah tinggi (high-value product). Pendekatan ini mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan daya saing industri perberasan nasional. Abstract Rice serves not only as a primary caloric staple for the Indonesian population but also holds significant economic potential that can be enhanced through post-harvest improvements and quality processing. This study elaborates a comprehensive strategy to increase the added value of rice, focusing on three core quality pillars: physical quality, eating quality (sensory attributes), and nutritional quality. In terms of physical quality, value addition is determined by grain head rice percentage, degree of milling, grain color uniformity, and freedom from impurities or broken grains. Precision milling and optimal post-harvest handling minimize yield losses and enhance market competitiveness. Regarding eating quality, consumer preference is strongly influenced by starch physicochemical properties, particularly amylose content, gelatinization temperature, and gel consistency, which govern cooked rice fluffiness, softness, aroma, and texture. For nutritional quality, rice value is improved by optimizing milling degrees to retain essential B-vitamins and dietary fiber, promoting specialty rice (such as red, black, and organic rice), and implementing micronutrient fortification technologies (e.g., iron, folic acid, zinc). The study indicates that integrating improved milling technologies, selecting varieties tailored to consumer preferences, and enhancing nutritional profiles successfully transforms rice from a low-margin bulk commodity into a high-value consumer product. This approach contributes to national food security, boosts farmers' income, and advances the competitiveness of the national rice industry.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback