Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Djauhari, Achmad"

Now showing 1 - 14 of 14
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Analisa Finansial Usahatani Pepaya Bangkok dan Tanaman Alternatif di Lahan Kering: Studi Kasus Empat Desa di Kabupaten Malang
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2016-09-14) Djauhari, Achmad
  • No Thumbnail Available
    Item
    Analisa Finansial Usahatani Pepaya Bangkok dan Tanaman Alternatif di Lahan Kering: Studi Kasus Empat Desa di Kabupaten Malang
    (PSEKP, ) Djauhari, Achmad
  • No Thumbnail Available
    Item
    Ciri-ciri rumah tangga defisit energi di pedesaan Jawa Tengah
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2016-09-09) Djauhari, Achmad; Friyatno, Supena
  • No Thumbnail Available
    Item
    Ciri-ciri rumah tangga defisit energi di pedesaan Jawa Tengah
    (PSEKP, ) Djauhari, Achmad; Friyatno, Supena
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Hasil Penelitian Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Daerah Transmigrasi Kuamang Kuning Jambi
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1989-09-01) Suryana, Achmad; Djauhari, Achmad; Pasandaran, Effendi
    Program Transmigrasi tidak hanya bertujuan memindahkan penduduk dari Pulau Jawa, melainkan juga berfokus pada peningkatan taraf hidup para transmigran serta pengembangan kawasan pemukiman baru. Pada fase awal pemukiman yang krusial, transmigran dihadapkan pada tantangan adaptasi lingkungan baru, di mana lahan pekarangan menjadi aset yang paling siap dimanfaatkan meskipun penggunaannya sering kali kurang terencana akibat keterbatasan pengalaman dalam mengelola lahan kering. Prosiding ini menghimpun hasil penelitian mengenai pemanfaatan lahan pekarangan di Unit Pemukiman Transmigrasi Kuamang Kuning, Provinsi Jambi, yang berlangsung dari tahun anggaran 1983/1984 hingga 1988/1989. Melalui kerja sama multidisiplin antara Pusat Penelitian Agro Ekonomi, Balai Penelitian Tanaman Pangan Sukarami, instansi di bawah Balitbangtan, serta Institut Pertanian Bogor dengan dukungan Departemen Transmigrasi, penelitian ini menyajikan evaluasi struktur perekonomian seperti aspek usahatani, ketenagakerjaan, pendapatan, konsumsi, dan pemasaran serta perkembangan penelitian terapan di lokasi penelitian. Pengujian pola pekarangan berbasis tanaman tahunan ini masih terus berlanjut guna merumuskan rekomendasi komprehensif yang memadukan aspek teknis agronomis, sosial-ekonomi, dan kelestarian lingkungan demi mendukung perumusan kebijakan pembangunan transmigrasi.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Identifikasi penyebab rendahnya penyaluran kredit usahatani: Kasus beberapa KUD di Sulawesi Selatan
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, ) Syafa'at, Nizwar; Djauhari, Achmad
  • No Thumbnail Available
    Item
    Identifikasi penyebab rendahnya penyaluran kredit usahatani: Kasus beberapa KUD di Sulawesi Selatan
    (PSEKP, ) Syafa'at, Nizwar; Djauhari, Achmad
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Lingkup Penelitian PATANAS Sumatera Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1988-09-01) Djauhari, Achmad
    Panel Petani Nasional (Patanas) merupakan studi agro-ekonomi jangka panjang yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Sejak tahun 1983/84 studi ini dilakukan oleh Pusat Penelitian Agro Ekonomi, Badan Litbang Pertanian. Adanya keterbatasan data di daerah pedesaan Indonesia selama ini, terutama dalam memperoleh informasi masalah ketenagakerjaan, pendapatan dan konsumsi di pedesaan merupakan pendorong dilakukannya studi ini. Studi ini merupakan studi agro-ekonomi komprehensif untuk mendeteksi pertumbuhan sektor pertanian rakyat yang merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Tulisan ini mengungkapkan tentang metodologi Patanas propinsi Sumatera Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Diharapkan bermanfaat bagi pembaca dalam menelaah tulisan-tulisan atau hasil-hasil penelitian Patanas, terutama hasil-hasil penelitian Patanas yang tersaji di dalam prosiding atau risalah ini.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Penyerapan Tenaga Kerja di Daerah Produksi Padi di Jawa Barat
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1988-09-01) Irawan, Bambang; Djauhari, Achmad; Suryana, Achmad
    Terbatasnya kepemilikan lahan garapan (khususnya di Pulau Jawa), serta terus meningkatnya jumlah angkatan kerja memicu keterbatasan sektor pertanian dalam menampung seluruh tenaga kerja pedesaan. Kondisi ini mendorong berkembangnya peluang kerja di luar sektor usahatani sebagai sumber penghasilan alternatif. Berbagai studi mencatat adanya peningkatan signifikan pada kontribusi kegiatan non-pertanian, terutama melalui sektor perdagangan, jasa, dan buruh non-pertanian, yang secara bertahap menggeser porsi penyerapan tenaga kerja nasional dari sektor pertanian ke sektor non-pertanian. Transformasi ini tecermin dari data makro yang menunjukkan penurunan proporsi penduduk yang bekerja di sektor pertanian dari 66 persen pada tahun 1971 menjadi 55 persen pada tahun 1980, sementara sektor non-pertanian meningkat dari 34 persen menjadi 45 persen. Berdasarkan kecenderungan tersebut, tulisan ini bertujuan mengkaji keragaan lapangan kerja non-pertanian di daerah sentra produksi padi dengan berfokus pada tiga aspek utama: daya serapnya terhadap tenaga kerja pedesaan, kontribusinya terhadap total pendapatan rumah tangga tani, serta faktor-faktor yang memengaruhi alokasi curahan kerja keluarga di luar usahatani.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Perubahan Ekonomi Pedesaan Menuju Struktur Ekonomi Berimbang
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1988-09-01) Kasryno, Faisal; Suryana, Achmad; Djauhari, Achmad; Simatupang, Pantjar; Hutabarat , Budiman; Rasahan, Chairil A.
    Pemahaman dinamika pedesaan merupakan salah satu kunci utama dalam perumusan kebijaksanaan pembangunan pertanian yang tangguh. Pentingnya pemahaman tersebut lebih menonjol lagi karena sektor pertanian masih tetap menjadi sektor penting dalam pembangunan nasional. Sektor pertanian tetap diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan, mendorong menyediakan kesempatan kerja, dan penghasil devisa. Sejalan dengan proses pembangunan nasional yang terus berlanjut, ekonomi pedesaan mengalami perubahan struktural secara dinamis. Pada saat ini struktur ketenagakerjaan, ragam sumber dan distribusi pendapatan dan pola konsumsi masyarakat pedesaan berbeda jelas dibandingkan dengan keadaan 20 tahun atau bahkan 10 tahun lalu. Peningkatan rata-rata tingkat pendidikan dan pendapatan riil serta makin terbukanya daerah pedesaan merupakan faktor positif yang membawa perubahan-perubahan tersebut. Perubahan struktural ekonomi pedesaan tersebut dicoba direkam dalam prosiding ini. Pembahasan meliputi aspek-aspek usahatani padi, usahatani non padi, ketenagakerjaan, pendapatan, dan konsumsi. Cakupan daerah analisa meliputi pedesaan-pedesaan Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Semua tulisan diangkat dari hasil penelitian Patanas (Panel Petani Nasional) di ketiga propinsi tersebut. Prosiding ini adalah kelanjutan dari prosiding serupa tentang Profil Pendapatan dan Konsumsi Pedesaan Jawa Timur yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Agro Ekonomi pada tahun 1986. Sejalan dengan penelitian Patanas yang dilaksanakan secara berlanjut, prosiding semacam ini masih akan diterbitkan oleh Pusat Penelitian Agro Ekonomi pada tahun-tahun mendatang dan cakupan propinsi yang diperluas.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Prosiding Patanas 1989: Perkembangan Struktur Produksi Ketenagakerjaan dan Pendapatan Rumah Tangga Pedesaan
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1989-08-01) Effendi Pasandaran; Simatupang, Pantjar; Sudaryanto, Tahlim; Suryana, Achmad; Rasahan, Chairil A.; Djauhari, Achmad
    Penerapan inovasi teknologi pertanian dan rekayasa sosial telah memicu transformasi mendasar pada sektor pertanian Indonesia, terutama melalui peningkatan dominasi subsektor tanaman pangan padi. Perkembangan ini memberikan dampak domino terhadap dinamika produksi komoditas non-padi, alokasi tenaga kerja pedesaan, struktur pendapatan rumah tangga, hingga pertumbuhan sektor non-pertanian. Pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan timbal balik antara struktur produksi, ketenagakerjaan, dan pendapatan menjadi fondasi krusial dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian yang presisi, meskipun selama ini publikasi bertingkat makro-regional masih amat terbatas dan cenderung didominasi oleh studi kasus yang bersifat sporadis. Guna mengisi celah informasi tersebut, prosiding ini menyajikan analisis mendalam mengenai dinamika ekonomi pedesaan secara menyeluruh berbasis data longitudinal Panel Petani Nasional (Patanas) di tiga wilayah representatif, yaitu Provinsi Lampung, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan. Publikasi ini merupakan kelanjutan dari seri kajian Patanas sebelumnya seperti Profil Pendapatan dan Konsumsi Pedesaan Jawa Timur (1986) serta Perubahan Ekonomi Pedesaan, Menunjang Struktur Ekonomi Berimbang (1988) yang dirancang untuk dipeluas ke berbagai provinsi lain. Melalui integrasi data empiris lintas wilayah ini, prosiding ini memberikan acuan strategis bagi para pengambil kebijakan, praktisi pembangunan, serta kalangan akademisi dalam memetakan arah transformasi struktural ekonomi pedesaan di Indonesia.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PROSIDING PATANAS: Evolusi Kelembagaan Pedesaan di Tengah Perkembangan Teknologi Pertanian
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1989-08-01) Pasandaran, Effendi; Gunawan, Memed; Pakpahan, Agus; Soentoro; Djauhari, Achmad
    Proses pembangunan pertanian di Indonesia adalah proses hubungan keseimbangan menyeluruh antara pemilikan sumberdaya, pemilikan kultur dan budaya, teknologi dan institusi, dimana semua unsur secara dinamis saling berinteraksi. Kultur, budaya dan institusi pedesaan yang dianut masyarakat sangat beragam antar daerah, dan hal ini telah menyebabkan respon yang berbeda terhadap perubahan teknologi, baik dalam adopsi, keragaman maupun dampak meanjutannya. Perbedaan dan perubahannya yang dinamis penting dipelajari dalam upaya membangun ekonomi pedesaan terutama yang berkaitan dengan pemilikan asset, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan yang lebih merata. Prosiding ini mencoba mengungkapkan sisi kelembagaan di pedesaan dalam kaitannya dengan teknologi pertanian. Kelembagaan adalah kotak hitam yang tidak mudah diidentifikasi. Oleh karena itu analisis dari berbagai sisi dan sudut pandang penelitiannya diperkirakan akan memperkaya informasi yang ada. Penelitian kelembagaan di pedesaan ini merupakan kelanjutan dari penelitian sistem produksi dan sistem konsumsi dalam Panel Petani Nasional yang digarap oleh Pusat Penelitian Agro Ekonomi. Diharapkan dengan melihat semua aspek mulai dari produksi, konsumsi sampai dengan kelembagaan, dapat diungkapkan masalah, maupun alternatif pengembangan sosial ekonomi pedesaan secara lebih komperhensif. Kami mengharapkan buku ini bermanfaat bagi mereka yang berkecimpung dalam pembangunan pedesaan. Kepada semua pihak yang telah membantu sampai terlaksananya penerbitan buku ini diucapkan terima kasih.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Prosiding Pertemuan Teknis 1989: Penelitian Sosial Ekonomi Dalam Perakitan Paket Teknologi Pertanian
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1998-03-01) Suryana, Achmad; Djauhari, Achmad; Kasryno, Faisal
    Transformasi struktural ekonomi pedesaan terus berlangsung secara berkesinambungan, membawa kondisi sosial-ekonomi pedesaan pada awal Pelita V ke arah yang sangat berbeda dibandingkan era Pelita-Pelita sebelumnya. Era pembangunan pertanian yang ditandai oleh Revolusi Hijau pada tahun 1970-an kini secara bertahap tergeser oleh revolusi transportasi dan komunikasi. Memasuki Pelita V, sektor pertanian tetap diandalkan sebagai tulang punggung pembangunan nasional guna memacu pertumbuhan sektor industri dan komoditas ekspor. Oleh karena itu, arah kebijakan pembangunan pertanian dituntut untuk beranjak dari sekadar penekanan pada peningkatan volume produksi menuju pengelolaan pasca-produksi yang lebih efisien, yang secara langsung akan memunculkan berbagai tantangan agro-ekonomi kompleks sehingga semakin membutuhkan peranan aktif para pakar agro-ekonomi. Guna menghadapi dinamika tantangan tersebut, peningkatan kapasitas dan kemampuan peneliti agro-ekonomi menjadi prioritas mendesak. Koordinasi kegiatan penelitian antar-Pusat dan Balai Penelitian di lingkup Badan Litbang Pertanian perlu dipadukan untuk meningkatkan efisiensi riset. Di samping itu, penyelarasan antara Badan Litbang dan Direktorat Jenderal di lingkup Departemen Pertanian menjadi langkah kunci agar hasil-hasil riset agro-ekonomi bersifat lebih terarah, aplikatif, serta berdaya guna dalam mendasari perumusan kebijakan pembangunan pertanian secara akurat. Menjawab kebutuhan sinergi tersebut, Pusat Penelitian Agro Ekonomi memprakarsai Pertemuan Teknis Koordinasi Penelitian Agro Ekonomi bersama Balai-Balai Penelitian dan Direktorat terkait, yang merupakan penjabaran dari mandat SK Mentan No.01.210.706/Kpts/9/1983 untuk membina, mengkoordinasikan, dan melaksanakan penelitian agro-ekonomi di lingkungan Departemen Pertanian. Secara spesifik, kegiatan ini bertujuan untuk membina kemampuan serta mengkoordinasikan kegiatan riset para pakar agro-ekonomi antar-unit kerja Litbang Pertanian, meningkatkan komunikasi dua arah antara peneliti sosial-ekonomi dengan pembuat kebijakan serta pelaksana teknis Departemen Pertanian, sekaligus mengevaluasi, menginventarisasi kegiatan penelitian agro-ekonomi, dan memetakan keberadaan sumber daya tenaga peneliti sosial-ekonomi pertanian secara menyeluruh.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Prosiding Pertemuan Teknis 1990: Pemanduan Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Menunjang Pembangunan Pertanian Pelita V
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1990-02-01) Suryana, Achmad; Pasaribu, Sahat M.; Djauhari, Achmad; Pasandaran, Effendi
    Pertemuan Teknis Koordinasi Penelitian Agro Ekonomi yang diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober sampai 1 November 1989 merupakan kelanjutan dari pertemuan teknis sebelumnya. Pertemuan ini membahas secara mendalam arti dan bentuk koordinasi penelitian sosial-ekonomi pertanian antarberbagai lembaga penelitian dari Badan Litbang Pertanian, Perguruan Tinggi, dan Konsultan Swasta, serta membahas sistem penyampaian hasil penelitian yang efektif kepada para pengguna potensial termasuk penyuluh. Peserta yang diundang berpartisipasi berasal dari Badan Litbang Pertanian, Perguruan Tinggi, Konsultan Swasta, dan Penyuluh Pertanian Spesialis yang mewakili berbagai wilayah di Nusantara guna menyentuh masalah-masalah regional. Penerbitan prosiding ini dimaksudkan sebagai pendokumentasian kegiatan pertemuan teknis yang, jika dipadukan dengan prosiding tahun sebelumnya, diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan penajaman arah penelitian sosial-ekonomi pertanian dalam mendukung pelaksanaan pembangunan pertanian Pelita V.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback