Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Dian Adi Anggraeni Elisabeth Et al."

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Kemampuan Daya Saing Kacang Hijau di Tingkat Usahatani pada Lahan Salin (Studi Kasus di Desa Gesik Harjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban)
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021-10) Dian Adi Anggraeni Elisabeth Et al.
    Di Indonesia, kacang hijau umumnya dibudidayakan setelah kedelai atau kacang tanah. Kacang hijau memiliki peran strategis karena memiliki keunggulan agronomis dan ekonomis. Budidaya kacang hijau di lahan salin dengan karakteristik salinitas tinggi dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi kacang hijau serta pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan daya saing dan dampak ekonomi usahatani kacang hijau di lahan salin. Penelitian dilaksanakan di Desa Gesik Harjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban pada bulan Maret 2020. Data yang dikumpulkan meliputi deskripsi usahatani kacang hijau, pendapatan, serta daya saing usahatani kacang hijau dan tanaman pangan lain di lokasi penelitian. Salinitas lahan di Desa Gesik Harjo berdampak pada produktivitas lahan dan menyebabkan penurunan hasil panen kacang hijau sebesar 55-61%. Hal ini berakibat pada penurunan pendapatan usahatani kacang hijau sampai 50% bila dibandingkan dengan usahatani kacang tanah, dengan B/C ratio 0,9 dan daya saing lebih rendah. Namun, dengan B/C ratio mendekati 1 dan harga kacang hijau di pasaran cukup tinggi, daya saing kacang hijau di Gesik Harjo berpeluang untuk ditingkatkan apabila produksinya meningkat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan lahan salin, penggunaan varietas unggul toleran salin, dan penerapan perbaikan teknik budidaya kacang hijau.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengaruh Kemasan dan Harga Jual Keripik dan Stik dari Tepung Komposit Keladi dan Ubijalar terhadap Penerimaan Konsumen
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2017-06) Dian Adi Anggraeni Elisabeth Et al.
    Introduksi pengolahan produk keripik dan stik berbahan baku tepung komposit keladi dan ubijalar dilaksanakan di Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali pada tahun 2013 dan 2014 dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mekar Sari”. Penelitian pendahuluan menunjukkan produk keripik dan stik yang dibuat dari campuran tepung keladi dan tepung ubijalar dengan perbandingan 3:2 dan 4:1 dapat diterima secara organoleptik oleh panelis. Pada penelitian ini, kedua produk tersebut dikemas dengan desain kemasan khusus dan diberi label “Keripik Labi” dan “Stick Labi”, kemudian disosialisasikan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen dengan melibatkan 32 responden. Penerimaan konsumen terhadap desain kemasan produk keripik dan stik cukup tinggi, namun penerimaan terhadap informasi pada kemasan dan harga jual masih rendah. Informasi tanggal kadaluwarsa produk masih dianggap tidak jelas; sementara informasi lain (nama produk, bahan, dan logo terkait) agak jelas. Sebanyak 20- 33% responden tidak berminat membeli produk dengan alasan tidak menarik. Kemungkinan anggapan tersebut muncul karena informasi produk pada kemasan tidak jelas. Namun, alasan utama rendahnya minat beli konsumen adalah harga produk yang mahal. Harga jual produk Rp 3.500 dianggap terlalu mahal oleh konsumen dan ekspektasi harga jual yang pantas/sesuai adalah kurang dari Rp 3.000. Saran perbaikan untuk produk adalah penggunaan desain kemasan yang lebih sederhana untuk menekan harga produksi sehingga menurunkan harga jual produk, kemasan transparan, gambar produk serta informasi produk pada kemasan yang lebih jelas.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback