Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Dhalimi, Azmi"

Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    APLIKASI BEBERAPA STRAIN Beauveria bassiana TERHADAP Helopeltis antonii Sign PADA BIBIT JAMBU METE
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Atmaja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko; Dhalimi, Azmi
  • No Thumbnail Available
    Item
    Aplikasi Beberapa Strain Beauveria bassiana terhadap Helopeltis antonii Sign pada Bibit Jambu Mete
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Atmaja, Warsi Rahmat; Wahyono, Tri Eko; Dhalimi, Azmi
    Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), mulai Mei sampai Agustus 2005. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh strain dan konsentrasi B. bassiana yang efektif terhadap H. antonii pada bibit jambu mete. Sebagai perlakuan, B. Bassiana terdiri dari strain Leptocorisa, Lophobaris, dan Hipothenemous, dan konsentrasi masing-masing strain adalah 104 , 106 , dan 108 serta kontrol. Aplikasi dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan B. bassiana sesuai dengan konsentrasi masing-masing perlakuan yang diuji. Infestasi masing-masing 10 ekor serangga dewasa H. antonii pada setiap perlakuan dilakukan sesaat setelah aplikasi. Pengamatan dilakukan setiap hari dengan menghitung tingkat kematian H. antonii. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. bassiana strain Lophobaris konsentrasi 106 dan 108 , strain Leptocorisa 104 , 106 , dan 108 , strain Hipothenemous 106 dan 108 efektif terhadap H. antonii. Tingkat kematian tertinggi H. antonii pada masingmasing strain B. bassiana berturut-turut 100; 96,66; dan 100%.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Inovasi Teknologi Budidaya Tanaman Dalam Penerapan Praktek Pertanian Sehat (Good Agriculture Practice) Pada Lada
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011) Dhalimi, Azmi; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
    PPS bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, efisien dalam penggunaan sumber daya alam, dan bisa menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Komponen teknologinya terdiri atas penyiapan lahan, bahan tanaman/pembibitan, penanaman, kultur teknis, pemeliharaan/ pengendalian hama penyakit, dan pola tanam. Penerapan teknologi dalam sistem PPS, di antaranya penggunaan benih unggul, kultur teknis tanaman, perolehan sarana produksi, dan proses produksi yang mampu menjaga kelestarian sumber daya alam.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Panduan Teknologi Budidaya Padi Salibu
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Abdulrachman, Sarian; Suhartatik, Endang; Erdiman; Susilawati; Zaini, Zulkifli; Jamil, Ali; Mejaya, Made J.; Sasmita, Priatna; Abdullah, Buang; Suwarno; Baliadi, Yuliantoro; Dhalimi, Azmi; Sujinah; Suharna; Ningrum, Elis Septia
    Kebutuhan beras akan tenjs meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan realisasi produksi padi dalam 5 tahun terakhir, terindikasi bahwa laju pertumbuhan produksi padi makin menurun dan biaya produksi per satuan kias lahan makin meningkat. Oleh karena itu pencapaian target produksi padi ke depan akan semakin sulit. Untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah mencanangkan peningkatan produksi padi nasional sebesar 1,5% per tahun. Dalam konteks ini diperlukan berbagai terobosan peningkatan produksi padi. Mengingat f니ngsi dan peran penting padi tersebut, Pemerintah berupaya untuk mewujudkan peningkatan produksi padi pada tahun 2015 melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dan Upaya Khusus (Upsus) lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksana program di lapangan memerlukan panduan untuk berbagai teknologi budidaya padi yang sudah dikembangkan di Indonesia.
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN JENIS PEMBALUT TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK JAMBU MENTE
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2003) Dhalimi, Azmi
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH SEKAM DAN ABU SEKAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KEMATIAN TANAMAN PANILI (Vanilla planifolia Andrews) DI PEMBIBITAN
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2003) Dhalimi, Azmi
  • No Thumbnail Available
    Item
    PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LADA PERDU YANG DIPUPUK NPK Mg DAN DIAPLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH TRIAKONTANOL
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2008) Dhalimi, Azmi; Syakir, M.
  • No Thumbnail Available
    Item
    POTENSI ADAS (Foeniculum vulgare) SEBAGAI BAHAN AKTIF LOTION ANTI NYAMUK DEMAM BERDARAH(Aedes aegypti)
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Kardinan, Agus; Dhalimi, Azmi
  • No Thumbnail Available
    Item
    Potensi Adas (Foeniculum vulgare) sebagai Bahan Aktif Lotion Anti Nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti)
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Kardinan, Agus; Dhalimi, Azmi
    Penelitian dilakukan pada tahun 2007-2008 di Laboratorium Entomologi, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap, terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi minyak adas (0; 1,25; 2,5; 5; dan 10%), dan diulang sebanyak sepuluh kali. Pengamatan dilakukan terhadap uji organoleptik, yaitu meliputi homogenitas formula, warna, aroma, uji iritasi, pH, viskositas, serta uji daya proteksi. Pengujian dilakukan selama enam jam, sedangkan pengolesan lotion hanya dilakukan satu kali, pada saat awal pengujian untuk melihat daya tahan lotion. Hasil menunjukkan bahwa formula lotion anti nyamuk bercampur secara homogen yang dilihat pada bulan pertama hingga bulan ketiga. Lotion berwarna agak kekuningan, sebagai akibat dari warna minyak atsiri adas yang berwarna kekuningan. Aroma formula berbau khas seperti minyak telon dengan aroma yang stabil sampai pengamatan bulan ke tiga. Lotion tidak menyebabkan iritasi atau ketidak-nyamanan pada pengguna selama pemakaian enam jam. pH formula lotion hampir merata yaitu sekitar 8,6 lebih, dimana pH ideal sebagai lotion adalah mendekati netral (7). Oleh karena itu perlu pengurangan kadar trietanolamin pada formula untuk menurunkan pH. Terdapat korelasi positif antara konsentrasi minyak atsiri adas dengan viskositas formula, yaitu semakin tinggi kandungan minyak atsiri adas, semakin tinggi viskositasnya. Minyak atsiri adas bersifat repellent (menolak) nyamuk A. aegypti, namun demikian pada konsentrasi 1,25 dan 2,5% hanya menampakkan efektifitasnya pada jam pertama pengujian. Sedangkan pada konsentrasi 5 dan 10%, efektifitasnya dapat bertahan selama dua jam dengan menunjukkan daya proteksi di atas 50%, setelah itu daya proteksi mulai menurun.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback