Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Dewi Rumbaina Mustikawati dan Martono"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Uji efikasi biji bengkuang (Pachyrrhizus aerosus URB) terhadap mortalitas Lophobans serratipes MARSH
    (PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-03) Dewi Rumbaina Mustikawati dan Martono
    Lophobaris serrutipes MARSII merupakan salah satu hama utama tanaman lada. Serangga tersebut pada fase larva menggerek cabang, ranting dan batang sehingga meng- akibatkan kematian tanaman lada, sedangkan serangga dewasa merusak bunga dan buah lada. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan insektisida sintetis, namun mem- punyai berpengaruh buruk terhadap lingkungan, olch karena itu perhatian mulai dialihkan kepada inšektisida botanık. Percobaan insektısıda botanik untuk mengetahui efektivitas biji bengkuang terhadap 1 serratipes telah dilakukan di Sub Balittro Natar pada bula Oktober 1991 Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri atas empat perlakuan konsentrasi biji bengkuang dan kontrol, diulang lima kali Hasil percobaan menunjukkan bahwa biji bengkuang cukup efektif terhadap serangga dewasa 1. serratipes Dengan konsentrasi 10% pada uji kontak menyebabkan mortalitas 44%, sedangkan pada uji perut dengan konsentrasi yang sama menyebabkan mortalitas 72% dalam waktu enam hari.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback