Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Daryati"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max L. Merill) VARIETAS DERING-1 PASCASIMPAN 4 BULAN ASAL
    (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2017-10) Daryati; Nurmiaty, Yayuk; Ermawati; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
    Usaha untuk memenuhi kebutuhan serta menekan impor kedelai dengan penggunaan benih bermutu. Benih bermutu dapat didapatkan dengan pemupukan susulan yaitu pada saat awal pembentukan polong (R3). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui benih kedelai dari hasil pemupukan susulan pascasimpan empat bulan memiliki viabilitas lebih tinggi daripada benih tanpa pemupukan susulan, (2) mengetahui dosis optimum pupuk susulan NPK majemuk saat R3 dalam menghasilkan viabilitas benih yang baik pascasimpan empat bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk (16:16:16) diaplikasikan saat R3 (mulai pembentukan polong), diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pemupukan susulan menghasilkan viabilitas benih yang lebih baik pascasimpan empat bulan daripada tanpa pemupukan susulan, berdasarkan semua variabel. (2) pemberian dosis pupuk susulan NPK majemuk masih meningkatkan viabilitas benih secara linier, berdasarkan tolok ukur persentase perkecambahan benih, kecepatan perkecambahan, keserempakan perkecambahan, panjang tajuk kecambah normal, panjang akar primer kecambah normal, dan bobot kering kecambah normal serta menurunkan daya hantar listrik.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    VIABILITAS BENIH KEDELAI (Glycine max L. Merill) VARIETAS DERING-1 PASCASIMPAN 4 BULAN ASAL
    (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Lampung, 2017-10) Daryati; Nurmiaty, Yayuk; Ermawati; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung
    Usaha untuk memenuhi kebutuhan serta menekan impor kedelai dengan penggunaan benih bermutu. Benih bermutu dapat didapatkan dengan pemupukan susulan yaitu pada saat awal pembentukan polong (R3). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui benih kedelai dari hasil pemupukan susulan pascasimpan empat bulan memiliki viabilitas lebih tinggi daripada benih tanpa pemupukan susulan, (2) mengetahui dosis optimum pupuk susulan NPK majemuk saat R3 dalam menghasilkan viabilitas benih yang baik pascasimpan empat bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan dosis pupuk NPK majemuk (16:16:16) diaplikasikan saat R3 (mulai pembentukan polong), diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pemupukan susulan menghasilkan viabilitas benih yang lebih baik pascasimpan empat bulan daripada tanpa pemupukan susulan, berdasarkan semua variabel. (2) pemberian dosis pupuk susulan NPK majemuk masih meningkatkan viabilitas benih secara linier, berdasarkan tolok ukur persentase perkecambahan benih, kecepatan perkecambahan, keserempakan perkecambahan, panjang tajuk kecambah normal, panjang akar primer kecambah normal, dan bobot kering kecambah normal serta menurunkan daya hantar listrik.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback