Browsing by Author "Darajat, Jajat"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemKEBUN PERCOBAAN CIKAMPЕК BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Sujianto; Darajat, Jajat; Sugandi, KandaKebun Percobaan (KP) Cikampek terletak di desa Cinangka, Kecamatan Cikampek, Provinsi Jawa Barat. Sebelah utara berbatasan dengan kebun kehutanan, sebelah selatan lahan petani, sebelah timur sungai, dan sebelah barat, yaitu di depan kantor adalah jalan. Kondisi lahan sebagaian besar datar dan sedikit lereng, pada sisi timur kemiringan 15°. Jenis tanah Laterit berabu andesit. Ketinggian tempat 50 mdpl dengan curah hujan 2.200 mm/tahun dengan tipe iklim C (Oldeman). KP Cikampek didirikan pada tahun 1992 bertujuan sebagai kebun penelitian lapang tanaman Rempah dan Obat. Lahan yang digunakan seluas 14,94 ha dengan status pinjam pakai tanah kawasan hutan antara Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, mengikuti aturan Menteri Kehutananan tertanggal 22 Agustus 1985 No. 404/Menhut-II/1985 dengan MOU pinjam pakai Nomor 04/044.3/III/1992. Blok yang digunakan Kebon Kacang Kelompok Hutan Cibungur Barat, Cikampek. Penggunaan lahan tersebut diperpanjang secara berkala setiap 5 tahun dan diajukan 3 bulan sebelum masa penggunaan berakhir. Perpanjangan dilakukan pada tahun 2013 dan akan dilakukan perpanjangan kembali pada tahun 2018. Penggunaan lahan untuk berbagai kegiatan (Tabel 1).
- ItemKeragaman Aksesi Jambu Mete Hasil Persilangan pada Umur Dua Tahun Berdasarkan Karakter Morfologi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2018) Haryudin, Wawan; Rostiana, Otih; Darajat, JajatJambu mete merupakan tanaman menyerbuk silang, salah satu upaya untuk meningkatkan keragaman gentik pada plasma nutfah jambu mete dilakukan persilangan antara tetua berproduksi tinggi dan tetua toleran terhadap hama helopeltis sp. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ke ragaman 25 aksesi jambu mete hasil persilangan berdasarkan karakter morfologi daun. Peneliti dilakukan di KP. Cikampek, sejak Januari sampai Desember 2016, menggunakan metode observasi dengan mengamati secara individu karakter morfologi secara kualitatif dan kuantitatif mete umur 2 tahun. Pengamatan dilakukan terhadap 8 tanaman per plot, masing-masing diamati 50 daun per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologi jambu mete hasil persilangan bervariasi. Karakter bentuk daun bulat telur, bulat telur terbalik dan memanjang. Pangkal dan ujung bulat, runcing dan tumpul. Bentuk tepi daun rata, bentuk permukaan bawah dan atas daun halus. Warna daun dewasa hijau tua dan daun muda hijau kekuningan dan coklat kemerahan. Tingkat keragaman 18,35-100 % dan tingkat kedekatan antara 0,10-0,38 terbagi dua kelompok. Kelompok I dipisahkan oleh karakter bentuk daun memanjang, bentuk pangkal daun membulat, bentuk ujung daun bulat dan tumpul dan warna daun muda GBG N119 A, kelompok II dipisahkan oleh karakter bentuk daun bulat telur terbalik, bentuk pangkal tumpul, bentuk ujung daun runcing dan berlekuk dan warna daun muda GB 200 B. Karakter panjang daun, lebar daun, tebal daun dan panjang tangkai daun bervariasi dengan tingkat keragaman 47,67-96,94 % dan jarak kedekatan antara 0,19-6,19 yang terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok I dipisahkan oleh karakter panjang daun tertinggi 17,6-20,6 cm, sedangkan kelompok II dipisahkan oleh karakter panjang daun terkecil 14,6-17,1 cm.
- ItemKOMPATIBILITAS PENYAMBUNGAN LADA BUDI DAYA DENGAN LADA LIAR RINU (Piper spp.) SEBAGAI BATANG BAWAH : Warta balittro Vol. 33 No. 66 tahun 2016(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-12-01) Darajat, Jajat; Suryadi. RudiProduktivitas lada indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara penghasil lada lainnya, seperti India dan Vietnam. Salah satu penyebab adalah belum sepenuhnya menggunakan varietas unggul. Sampai saat ini, belum diperoleh varietas lada yang toleran terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik. Tumbuhan liar umumnya mempunyai sifat yang mudah tumbuh dan cepat pertumbuhannya walaupun pada kondisi lingkungan yang tercekam. Rinu adalah tumbuhan liar yang berdasarkan hasil identifikasi mempunyai kekerabatan yang dekat dengan tanaman lada budi daya walaupun spesiesnya belum diketahui. Rinu berpotensi untuk dijadikan batang bawah dalam upaya mendapatkan bahan tanaman lada yang berproduksi tinggi dan toleran terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik.
- ItemOPTIMALISASI TEKNIK ISOLASI DNA DAN PEMILIHAN SAMPEL DAUN UNTUK ANALISIS MARKA MOLEKULER JAMBU METE : Warta balittro Vol. 33 No. 66 tahun 2016(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-12-01) Arlianti, Tias; Darajat, Jajat; Rostiana, OtihJambu mete (Anacardium occidentale L) merupakan salah satu tanaman potensial sumber devisa negara. Peningkatan produktivitas jambu mete sampai saat ini masih dilakukan secara konvensional melalui seleksi populasi dan hibridisasi. Penggunaan marka molekuler dapat digunakan untuk mempercepat proses seleksi. Untuk dapat memperoleh marka molekuler yang akurat, diperlukan DNA berkualitas tinggi. Optimasi teknik isolasi DNA pada jambu mete telah dilakukan dengan menggunakan tiga fase pertumbuhan daun (pucuk, sedang, tua) pada kondisi segar dan kering serta perbaikan metode ekstraksi dengan cara homogenisasi sampel, memperhalus sampel dan memperpanjang waktu senrifugasi menjadi dua puluh menit. Daun sedang (daun ketiga dari pucuk) merupakan jenis sampel terbaik untuk isolasi DNAjambu mete.