Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Colter, Yusuf M."

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pendapatan dan Kesempatan Kerja Buruh Migran di Mariuk dan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat
    (Pusat Penelitian Agro-Ekonomi, 1984-01) Colter, Yusuf M.
    Usaha efisiensi air irigasi antara lain dilakukan dengan mengatur distribusi air secara ketat. Jadwal pengairan yang ditentukan sering menimbulkan masalah kekurangan tenaga kerja. Untuk mengatasi masalah ini, petani berusaha menggunakan traktor yang kemudian dikhawatirkan akan berpengaruh negatif terhadap beberapa aspek, antara lain pola migrasi tenaga musiman di daerah tersebut. Penelitian yang diadakan di Subang ini (1979-80), diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menentukan perlu atau tidaknya introduksi mesin pertanian di suatu daerah. Pada kondisi penggunaan tenaga manusia dan ternak, Mariuk kekurangan 451 dan 686 tenaga pria untuk akhir bulan Oktober dan seluruh bulan Maret. Di Tambakdahan, kekurangan tenaga meliputi 188 dan 534 tenaga pria pada awal November dan Maret. Sebanyak 29 dan 20% jam kerja di Mariuk dan Tambakdahan dipenuhi oleh tenaga dari luar desa. Petani traktor justru banyak menggunakan buruh migran karena sudah merupakan langganan sejak sebelum traktor masuk. Di samping itu, buruh lokal cenderung lebih suka bekerja pada petani yang bukan pengguna traktor. Sebagian besar buruh migran berumur 14-27 tahun (65%), tidak memiliki lahan (61%), mempunyai tingkat pendidikan 2 tahun, dan beranggota keluarga 2,6 jiwa. Sebagian buruh migran mengalihkan kegiatannya di kota-kota besar karena pendapatan yang lebih besar (Rp 1.140/hari) dibanding di dua desa tujuan semula (Rp 405/hari, harga gabah Rp 65/kg). Untuk mengatasi kelangkaan tenaga disarankan antara lain pelonggaran jadwal irigasi, introduksi traktor, dan perluasan informasi pekerjaan di daerah yang kelebihan tenaga. Jadwal irigasi juga bisa ditinjau lagi untuk pola tiga kali tanam sehingga kesempatan kerja makin meningkat.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback