Browsing by Author "Cecep Hidayat"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemRespon Kinerja Perteluran Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) terhadap Perlakuan Protein Ransum pada Masa Pertumbuhan(Balai Penelitian Ternak, 2011) Cecep Hidayat; S. Iskandar; T. SartikaSeratus enam puluh ekor ayam KUB betina usia 22 minggu yang pada usia starter-grower diberi beberapa perlakuan ransum dengan kandungan protein yang berbeda digunakan pada penelitian ini. Pada fase starter (0-12 minggu) diberi perlakuan 16% protein ransum (PK, protein kasar), (R1); 17,5% PK (R2); 19% PK (R3); 20,5% PK (R4); dan 22% PK (R5), dengan kandungan energi metabolis sama 2800 kkal ME/kg. Selanjutnya pada fase grower (12-22 minggu), ayam-ayam dalam setiap perlakuan di masa starter, dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan pertama menerima perlakuan yang tetap seperti perlakuan masa starter. Kelompok perlakuan kedua menerima perlakuan ransum dengan kandungan PK diturunkan 1,5%, maka diperoleh urutan kelompok perlakuan sebagai berikut: R1-1 menerima 16% PK; R1-2 menerima 14,5% PK; R2-1 menerima 17,5% PK; R2-2 menerima 16% PK; R3-1 menerima 19% PK; R3-2 menerima 17,5% PK; R4-1 menerima 20,5% PK; R4-2 menerima 19%PK; R5-1 menerima 22% PK dan R5-2 menerima 20,5% PK. Kandungan energi ransum sama sebesar 2800 kkal ME (metabolizable energy)/kg. Pada fase bertelur awal (22-42 minggu) ayam dikelompokkan sebagai kelompok perlakuan masa grower (R1-1 sampai R5-2). Pada fase ini ayam diberi ransum petelur yang mengandung 17,11 % PK dan 2728 kkal ME/kg. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perubahan pola pemberian ransum yang berbeda pada usia grower berpengaruh secara nyata (P < 0,05) terhadap BIPB (bobot induk pertama bertelur), BTP (bobot telur pertama), PBH (pertambahan bobot hidup), bobot telur, lebar telur, volume telur ayam KUB. Sedangkan pemberian taraf protein ransum yang berbeda pada usia starter grower memberikan pengaruh secara nyata (P < 0,05) terhadap BIPB (bobot induk pertama bertelur), UPB (umur pertama bertelur), KR (konsumsi ransum), bobot telur, panjang telur, dan lebar telur.