Browsing by Author "BRMP Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemAlat Pemipil Jagung(2000) BRMP Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi PertanianSuatu alat pemipil jagung dengan penggerak tenaga manusia yang komponen utamanya terdiri dari silinder kayu (3) yang dilengkapi gigi pemipil dari besi batangan padat yang ujungnya dihaluskan (21) dan saringan bergetar (4) yang digantung dengan karet (5), telah dapat meningkatkan kapasitas pemipilan cara tradisional yang mencapai 10-20 kg jagung pipilan/jam/orang menjadi 192 kg jagung pipilan/jam/orang: dengan tingkat kerusakan biji hanya 2-3% pada tingkat kadar air 12-14% basis basah. Alat pemipil ini juga dilengkapi dengan tiga roda (13, 17) untuk memudahkan mobillitas pengoperasian alat, dengan menggunakan dua buah rantai sepeda yang dapat dibongkar pasang: satu rantai (7) untuk memutar silinder pemipil (20) saat proses pemipilan dan satu rantai (11) untuk menggerakan roda belakang saat memindahkan alat apabila proses pemipilan selesai.
- ItemKomposisi Pupuk Hayati Yang Mengandung Campuran Mikroba Untuk Tanaman Kedelai(Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, 1999) BRMP Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi PertanianRhizo-plus merupakan pupuk mikroba efektif multiluga, yang terdiri dari bakteri pengikat N udara toleran masam-Al dan bakteri pelarat hara fosfat dengan formula khusus yang mampu mengurangi sang pengikat N udara oleh tanaman dan pelarat hara fosfat oleh mikroba, mendukung unsur mikro yang berperan menormalkan kesuburan tanah dan kesimbangan hara, serta mengidentifikasi penggunaan pupuk N dan P. Rhizo-plus diproses dengan teknologi mutakhir sehingga penyuburan kualitas aktivitas dan efektivitas dari mikroba bisa mendapatkan senyawa mikrobial. Rhizo-plus bersifat spesifik dengan daya adaptasi luas, dapat dipakai di lahan sawah, ladang dan daerah kering serta berisikan tanah lingkungan. Pemulihan Rhizo-plus terdiri atas bahan pembawa yang merupakan campuran dari tanah gambut halus (Rawapening) dan kaolin dengan perbandaan 1:1, ditambah kapur (1%), dan garam abate (1%) serta diperuntukkan untuk mikroba efektif mikrob Mo dan Zn (0,2%), kemudian diinokulasi dengan campuran mikroba efektif multiluga, 7 strain bakteri bintik akar, Bradyrhizobium japonicum Jim16D, Jm22A, L17 L24, NTT16, L6, TK4GB; 2 jenis bakteri pelarat fosfat Pseudomonas spp, Grt 2 dan Micrococcus spp, Grt 3, dan (isolat murni dari strain-strain tersebut di koleksi di Pusat Plasma Nutfah Mikroba Badan Litbang Pertanian - Balai Penelitian Veteriner). Proses pembuatan Rhizo-plus dilakukan secara aseptis.