Browsing by Author "Aziz, Miftahul"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemMemperkuat sistem perbenihan hortikultura: Tantangan dan strategi kebijakan(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024) Aziz, Miftahul; Mulyono, Joko; Aziz, Abdul; Septanti, Kartika Sari; Rachmita, Annisa RikaBenih adalah materi genetika dan merupakan salah satu sarana pokok yang penting bagi usaha agribisnis hortikultura. Permintaan benih hortikultura terus meningkat seiring dengan pertumbuhan agribisnis. Regulasi mengatur berbagai tahapan dalam sistem perbenihan, mulai dari penciptaan, produksi, hingga distribusi. Namun, industri perbenihan nasional, khususnya produsen benih Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, teknologi, dan akses pasar sehingga sulit bersaing dengan perusahaan Benih dengan Penanaman Modal Asing (PMA). Kajian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan peningkatan kinerja sistem perbenihan hortikultura agar lebih berdaya saing di pasar domestik. Secara khusus, kajian ini akan menganalisis regulasi dan kelembagaan perbenihan, kinerja sistem penyediaan benih, serta merumuskan alternatif kebijakan yang dapat mendukung industri perbenihan nasional.
- ItemMewaspadai Masa Panen Raya Padi 2023(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2023-01-01) Setiyanto, Adi; Aziz, Miftahul; Suryadi, Muhammad; Mardianto, SudiHarga beras saat ini masih tinggi dan diperkirakan akan mencapai maksimum pada Januari 2023. Musim panen raya akan terjadi pada Februari-April, pada saat musim penghujan. Kondisi ini dikhawatirkan akan menurunkan kualitas dan harga gabah petani, sementara harga beras masih akan tetap tinggi. Tingginya harga beras disebabkan karena pulihnya permintaan, rencana kenailan HPP gabah dan beras, pengembalian stok para pelaku pasar beras, dan hari besar keagamaan (puasa dan Iedul Fitri).
- ItemVolatilitas harga gandum dunia periode pandemi Covid 19 dan implikasinya bagi ketahanan pangan nasional(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2023-01-16) Shaffitri, Lidya Rahma; Astari, Annisa Fauzia; Aziz, MiftahulPandemi Covid-19 telah menyebabkan lonjakan harga gandum dunia akibat adanya pembatasan sosial yang dilakukan oleh negara-negara eksportir gandum utama. Larangan untuk melakukan ekspor ini menyebabkan volatilitas harga gandum di tingkat dunia lebih buruk lagi. Dinamika harga selama periode pandemi dapat memiliki dampak buruk bagi ketahanan pangan khususnya negara-negara importir gandum utama dunia seperti Indonesia. Penelitia ini bertujuan untuk mengestimasi dan membandingkan volatilitas harga gandum dunia harga pada saat sebelum dan periode Pandemi Covid-19 serta merekomendasikan kebijakan terkait dampak volatilitas harga gandum dunia bagi ketahanan pangan nasional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari website investing.com dengan menggunakan harga penutupan bulanan periode sebelum dan pada saat Pandemi Covid-19. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis ARCH-GARCH untuk mengestimasi volatilitas harga gandum dunia dan analisis kualitatif untuk memberikan rekomendasi kebijakan melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas harga gandum dunia pada saat pandemi lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Volatilitas yang tinggi memiliki dampak bagi konsumen gandum di Indonesia, khususnya bagi kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) dan industri besar. Pemerintah dapat melakukan beberapa upaya untuk menekan kerugian yang ditimbulkan akibat peningkatan volatilitas harga gandum dengan cara melakukan diversifikasi pangan dengan melakukan revitalisasi pada usahatani sorgum. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.145-159