Browsing by Author "Asmaniar"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemPerkembangan dan Pengendalian Hama Wereng Jagung di Sumatra Barat(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Ishak Manti; AsmaniarWereng jagung (Stenocranus bakeri Muir) yang dapat menyebabkan kehilangan hasil sekitar 30%, termasuk hama utama jagung di Kabupaten lima puluh Kota dan Kodya Payakumbuh, Sumatra Barat. Hama ini biasanya meletakkan telurnya di jaringan pelepah daun. Lubang bekas peletakan telur ditutup dengan zat perekat berwarna putih. Stadium nimfa terdiri dari lima instar. Umur serangga betina berkisar antara 5-21 hari dan jantan 4-25 hari. Seekor betina mampu menghasilkan telur ± 200 butir, tetapi hanya 7% yang татри тenjadi dewasa. Padi gogo dan rumput Echinocloa colona bukan merupakan inang alternatif. Hama yang populasi tertingginya dijumpai pada musim hujan ini sudah menyebar ke Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Musuh alami yang dijumpai di lapang adalah predator (laba-laba dan kumbang Coccinella sp., parasitoid telur, dan jamur patogen Metarhizium sp. Varietas Harapan dan Kalingga cukup toleran terhadap wereng jagung. Pengendaliannya dianjurkan secara terpadu yang mencakup tanam serentak (penanaman sebaiknya akhir musim hujan) dan pergiliran tanaman. Insektisida Curater 3G, takaran 20 kg/ha, cukup efektif mengendalikan hama wereng jagung.