Browsing by Author "Andi Amran Sulaiman"
Now showing 1 - 20 of 37
Results Per Page
Sort Options
- ItemBIOMASSA TANAMAN PERKEBUNAN(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Muhammad Syakir; Fadry Djufry; Haris Syahbuddin; Sumanto,; Bambang Purwantana; Nur Richana; Bambang PrastowoBiomassa tanaman adalah semua bagian tanaman dari akar sampai pucuk daun. Dinamika dan perkembangan kebutuhan manusia dan perubahan global kondisi dunia menyebabkan kebutuhan atas pangan dan energy menjadi semakin meningkat. Seiring dengan makin terbatasnya sumberdaya, manusia akhirnya kembali memanfaatkan salah satu kekayaan awal kehidupan yaitu biomassa terutama yang berasal dari pertanian dan khususnya tanaman perkebunan yang dinilai cukup melimpah dan sangat potenial. Kebutuhan atas pangan dan energy apabila tidak diperhitungkan secara seksama maka akan menimbulkan ketidak-imbangan lingkungan. Oleh karena itu biomassa pertanian khususnya biomassa perkebunan sudah harus dihitung dengan seksama ketersediaannya, jenis maupun kualitasnya, sehingga degan mudah diketahui cara pemanfaatan yang aman ke depannya. Buku ini memuat uraian detil berdasarkan hasil penelitian mengenai biomassa tanaman perkebunan utama, khususnya pisik dan proksimatnya yang dapat dipakai sebagai dasar pemanfaatan biomassa untuk bioenergy, pakan dan bahan organik ke depannya. Semoga bermanfaat.
- ItemBIOMASSA TANAMAN PERKEBUNAN Fisik dan Proksimat serta Konversi Bio dan Termal Biomassa untuk Bioenergi(IAARD Press, 2018) Andi Amran Sulaiman; Muhammad Syakir; Fadjry Djufry; Haris Syahbuddin; Sumanto; Bambang Purwantana; Nur Richana; Bambang PrastowoBiomassa tanaman adalah semua bagian tanaman dari akar sampai pucuk daun. Dinamika dan perkembangan kebutuhan manusia dan perubahan global kondisi dunia menyebabkan kebutuhan atas pangan dan energy menjadi semakin meningkat. Seiring dengan makin terbatasnya sumberdaya, manusia akhirnya kembali memanfaatkan salah satu kekayaan awal kehidupan yaitu biomassa terutama yang berasal dari pertanian dan khususnya tanaman perkebunan yang dinilai cukup melimpah dan sangat potenial. Kebutuhan atas pangan dan energy apabila tidak diperhitungkan secara seksama maka akan menimbulkan ketidak-imbangan lingkungan. Oleh karena itu biomassa pertanian khususnya biomassa perkebunan sudah harus dihitung dengan seksama ketersediaannya, jenis maupun kualitasnya, sehingga degan mudah diketahui cara pemanfaatan yang aman ke depannya.
- ItemBRIGADE PANGAN Gerakan Inovatif Petani Muda Menuju Swasembada Pangan(Pertanian Press, 2025) Andi Amran SulaimanBrigade Pangan bukan sekadar program. Ini adalah jawaban atas tantangan zaman, di mana lahan semakin terbatas, cuaca makin tak menentu, dan pangan harus selalu tersedia. Melalui Brigade Pangan, generasi muda kita diberi alat, pelatihan, akses ke benih unggul, dan teknologi pertanian modern. Satu brigade bisa mengelola lahan hingga 200 hektar—bukan hanya sawah, tetapi juga lahan rawa dan pencetakan sawah baru yang dikelola secara terstruktur.
- ItemBrigade Pangan: Gerakan Inovatif Petani Muda Menuju Swasembada Pangan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Ananti Yekti; Rajiman; Ahmad Dedy Syathori; Elsy Lediana; Rizky Permana; Febi Andana Permanasari; Sihnomo; Rina Yulianti Sofyan; Andi Amal Hayat Makmur; Acep Hariri; Ifan Muttaqien; Zuroqi Mubarok; Ajat Jatnika; Inneke Kusumawaty; Idha Widi Arsanti; Juznia Andriani
- ItemBudi daya jagung terstandar(2024) Andi Amran Sulaiman; Fadjry Djufry; Abd. Haris Bahrun; Amin NurJagung merupakan tanaman pangan dengan kandungan nutrisi tinggi seperti karbohidrat protein dan lemak. Jagung mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai bahan pangan, bahan pakan untuk ternak, serta bahan baku industri. Kebutuhan jagung sebagai bahan pangan dan pakan terus mengalami peningkatan, namun ketersediaannya sering kali terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi baik melalui perluasan lahan (ekstensifikasi), maupun peningkatan produktivitas (intensifikasi). Buku ini akan menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin menekuni budi daya jagung yang baik. Buku ini merupakan buku ajar dan referensi terutama untuk para mahasiswa, praktisi, ilmuwan, dan masyarakat umum yang tertarik untuk mengembangkan budi daya dan pengelolaan tanaman jagung terstandar dalam mendukung peningkatan produksi. Penekanan utama dari buku ini adalah teori dan budi daya jagung yang baik. Beberapa aplikasi teknis dan terstandar yang dikembangkan dapat diikuti untuk peningkatan produksi tanaman jagung secara optimal. Buku ini mencoba menggali beberapa referensi yang menggambarkan konsep atau hasil penelitian dan ulasan teknis penting yang dapat memberikan informasi bermanfaat secara lebih mendalam. Penyajian buku ini disusun agar mudah dibaca secara linear dari depan hingga belakang. Informasi disajikan mengenai pengelolaan tanaman jagung terstandar, mengikuti cara budi daya tanaman pangan yang baik (Good Agriculture Practice) SNI 6989:2021. Hal yang dibahas berkaitan dengan penggunaan varietas unggul, benih berkualitas, pengelolaan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, lingkungan tumbuh, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen serta mekanisasi yang digunakan dalam budi daya jagung yang baik.
- ItemBuku Ajar Budidaya dan Pengolahan Kelapa(Pertanian Press, ) Abd. Haris Bahrun; Andi Amran Sulaiman; Fadjry Djufry; Steivie Karouw; Linda Trivana; Yulianus Matana; Nasaruddin; Rafiuddin
- ItemCara Cepat Swasembada Jagung(2017) Andi Amran Sulaiman; I Ketut Kariyasa; Hoerudin; Kasdi Subagyono; Suwandi; Farid A. Bahar
- ItemCetak Sawah: Jaminan Swasembada Pangan Jangka Panjang(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Rizky Purwantoro Sukiatno; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Dede Sulaeman; Trip Alihamsyah; Erna Suryani; Anny Mulyani; Destika Cahyana; Muhammad Noor; Syahyuti; Muhrizal Sarwani; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny Nucahya
- ItemData Pertanian Landasan Keberhasilan Pembangunan Pertanian di Indonesia(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Nugroho Setiabudhi; Yenni Tat; Sabarella; Wieta B. Komalasari; Takariyana Heni Astut; Hanny Muliany; Titin Agustina; Nur Hikmah; Diah Indarti; Dedi Soleman; Bambang Sugianto; Intan Rahayu; Andry Polos; Anna Astrid Susanti; Mokhamad Subehi; Bayu Mulyana; Teuku Ardhiansyah; Efi Respati; Aulia Azhar; Roydatul Zikria; Apriyadi
- ItemEfisiensi Anggaran Untuk Peningkatan Produksi Pertanian(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; I Ketut Kariyasa; Galih Prabowo; Ahmad Muhtarom; Zia Ulhaq
- ItemJurus Jitu Menyikapi Iklim Ekstrem ElNino dan LaNina untuk Pemantapan Ketahanan Pangan(IAARD Press, 2018) Andi Amran Sulaiman; Fahmudin Agus; Muhammad Noor; Ai Dariah, Ai Irawan, Bambang Surmaini, Elza; Bambang Irawan; Elza SurmainiDengan semakin seriusnya masalah perubahan iklim, khususnya ElNiño dan LaNiña yang dapat mengancam ketahanan pangan, maka penerbitan buku ini sangat penting dan tepat waktu. Buku ini menguraikan keterkaitan iklim ekstrem dengan produksi pangan, khususnya beras, perjalanan menghadapi iklim ekstrem dengan pendekatan serta jurus teknis, kebijakan dan kelembagaan yang diperlukan untuk menghadapi iklim ekstrem. Buku ini ditujukan untuk pengambil kebijakan dan praktisi untuk mendapatkan informasi tentang kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian dalam menghadapi gejala iklim ekstrem khususnya El Niño dan La Niña agar ketahanan dan kemandirian pangan nasional tidak terganggu. Dengan semakin terungkapnya data perubahan iklim, baik melalui monitoring data iklim jangka Panjang, maupun dari gejala mencairnya gunung es di kutub utara dan kutub selatan, dan semakin tingginya rara-rata muka air laut, maka buku ini mengungkap tentang keterkaitan perubahan iklim, iklim ekstrem dan usahatani serta kaitannya dengan keadaan sosial ekonomi masyarakat. Terdiri atas tujuh bab, buku ini diawali dengan uraian tentang keterkaitan antara iklim ekstrem dan produksi pangan, dilanjutkan dengan pengalaman menghadapi perubahan iklim, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Bahasan utama adalah tentang jurus jitu meghadapi iklim ekstrem El Niño dan La Niña serta uraian tentang sistem pertanian cerdas iklim. Uraian ditutup dengan strategi menghadapi perubahan iklim. Ditulis dalam bahasa semi populer, namun berbasis ilmiah agar relevan bagi pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah dan dapat dijadikan referensi di kalangan akademisi. Bab IV buku ini relevan bagi praktisi di lapangan sebagai bahan acuan dalam mengelola lahan pertanian di tengah makin sering dan makin seriusnya fenomena El Niño dan La Niña. Secara lebih luas buku ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam empertahankan ketahanan pangan di tengah semakin seriusnya ancaman perubahan iklim.
- ItemJurus Stabilisasi Harga Pangan Ala Kabinet Jokowi-JK(Kementerian Pertanian, 2018) Andi Amran SulaimanDukungan kebijakan harga bagi petani dan pengendalian harga di tingkat konsumen sudah sejak lama dilaksanakan. Bahkan di setiap era pemerintah sejak Kemerdekaan Indonesia. Pada pemerintahan Jokowi-JK, kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan ini menjadi salah satu komponen strategis kebijakan pangan nasional yang mengacu pada upaya pencapaian kedaulatan pangan, seperti yang tercantum dalam Nawa Cita.
- ItemKomunikasi Publik Mendukung Swasembada Pangan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Moch. Arief Cahyono; Adinda Mufidah; Arie Surachmanto; Ceria Isra Ningtyas; Indah Permata Sari; MN. Habibi; Nita Sari; Zaki Nabiha
- ItemMembangkitkan Empat Juta Hektar Lahan Sawah Tadah Hujan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Kasdi Subagyono; Irsal Las; Zulkifli Zaini; Erna Suryani; Sri Hery Susilowati; Nani Heryani; Anny Mulyani; Adang HamdaniSelama ini agroekosistem lahan sawah tadah hujan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum berkontribusi nyata terhadap pengadaan produksi pangan. Masalah utama yang dihadapi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan sawah tadah hujan adalah pengairan tanaman yang hanya mengandalkan curah hujan sehingga indeks pertanaman rendah, rata-rata 1,05. Berbagai penelitian menunjukkan indeks pertanaman pada lahan sawah tadah hujan dapat ditingkatkan menjadi 2,0 dan bahkan mencapai 3,0 dengan memanfaatkan air hujan dan sumber daya air lainnya yang ditampung pada embung dan bangunan penampung air sebagai sumber pengairan tanaman pada musim kemarau.
- ItemMembangkitkan Lahan Rawa, Membangun Lumbung Pangan Indonesia(IAARD Press, 2018) Andi Amran Sulaiman; Kasdi Subagyono; Trip Alihamsyah; Mohammad Noor; Hermanto; Agus Muharam; I Gusti Made Subiksa; I Wayan SuwastikaPara ahli meyakinkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa teknologi usahatani dan pengelolaan air untuk berbagai tipologi lahan rawa telah tersedia. Penggunaan teknologi inovatif pada lahan rawa yang dikelola oleh petani mampu meningkatkan produktivitas lahan dan sistem usahatani. Contoh keberhasilan dari penerapan teknologi inovatif itu di lahan petani ditunjukkan di dalam buku ini. Kombinasi antara kearifan lokal dan teknologi introduksi menghasilkan teknologi usahatani yang lebih produktif dan lestari. Sebagian besar lahan rawa yang dibuka dan dikembangkan itu ditanami tanaman semusim (padi, palawija, sayuran) dan sisanya ditanami tanaman tahunan (karet, kelapa, kakao, jeruk, pisan dan aneka tanaman buah-buahan lainnya).
- ItemMembangun Lumbung Pangan di Perbatasan: Sinergitas Merintis Ekspor Pangan di Wilayah SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN Perbatasan NKRI(Kementerian Pertanian, 2017) Andi Amran SulaimanArah kebijakan pembangunan wilayah perbatasan selama ini cenderung inward looking sehingga seolah hanya menjadi bagian kecil dari suatu negara. Akibatnya, wilayah perbatasan seakan tidak mendapat prioritas dalam pembangunan, terutama karena lokasinya yang terpencil dengan aksesibilitas dan jumlah penduduk yang terbatas. Ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah akibat terpusatnya distribusi dan alokasi pemanfaatan sumber daya di wilayah perbatasan.
- ItemMenata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Budi Indra Setiawan; Kasdi Subagyono; Popi Rejekiningrum; Budi Kartiwa; Foyya Yusufu Aquino; Yayan Apriyana; Hanhan Ahmad Sofiyuddin; Ani AndayaniSalah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan adalah peningkatan luas areal tanam atau luas panen yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi, terutama pada lahan sawah. Data menunjukkan, lahan sawah irigasi menyumbang sekitar 86% produksi beras nasional. Selain dari hujan, keteresediaan air bagi tanaman ditentukan oleh kinerja jaringan irigasi dan sumber daya air. Oleh sebab itu, sejak Indonesia merdeka pemerintah berupaya membangun jaringan irigasi. Kemudian, pengembangan jaringan irigasi semakin digalakkan sejak awal Program Bimas pada tahun 1970-an.
- ItemMerah Putih Swasembada Pangan: Menghapus Ego Sektoral(Kementerian Pertanian, 2017) Andi Amran SulaimanSemangat Merah Putih yang merefleksikan prinsip gotong-royong, kerja sama dan keterpaduan merupakan dasar keberhasilan menghapus ego sektoral yang selama ini menjadi faktor penghambat suksesnya kegiatan pembangunan. Menteri Pertanian Bapak Amran Sulaiman, berhasil menularkan semangat kebangsaan dan Merah Putih tersebut sehingga mampu merangkul berbagai pihak baik di pusat maupun daerah serta non-pemerintah untuk turut bersama-sama mengupayakan sukses Indonesia berdaulat pangan
- ItemMeritrokrasi Mendukung Swasembada Pangan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Puri; Rian; Yullia; Aang; Ratna; Maiden; Agung Danang; Agustini; Priyantina; Janofa; Nurwahida; Zarina
- ItemOptimasi Lahan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Rizky Purwantoro Sukiatno; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Dede Sulaeman; Muchrizal Sarwani; Erna Suryani; Anny Mulyani; Syahyuti; Andi Herindra Rahmawan; Hendri Sosiawan; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny Nucahya