Browsing by Author "Ananto, E. Eko"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemMekanisasi Pertanian Dalam Sistem Usaha Tani Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Ananto, E. Eko; Alihamsyah, TripAbstrak Mekanisasi pertanian memainkan peran krusial dalam transformasi sistem usaha tani padi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian. Penelitian/artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak penerapan teknologi mekanisasi—mulai dari tahap pengolahan tanah (tractor), penanaman (transplanter), hingga pemanenan (combine harvester)—terhadap efisiensi biaya operasional dan hasil panen padi. Metode yang digunakan adalah [sebutkan metode, misal: studi literatur/survei lapangan] untuk menganalisis perbandingan antara metode tradisional dan mekanis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan mekanisasi secara signifikan mempercepat waktu kerja, mengurangi kehilangan hasil (losses) saat panen, serta meningkatkan pendapatan petani secara keseluruhan. Meskipun demikian, adopsi mekanisasi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, ketersediaan suku cadang, dan topografi lahan yang tidak seragam. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan berupa kemudahan akses alokasi alsintan dan pelatihan bagi petani guna mengoptimalkan keberlanjutan usaha tani padi. Abstract Agricultural mechanization plays a crucial role in transforming the rice farming system to enhance productivity, labour efficiency, and address labour shortages in the agricultural sector. This study aims to examine the impact of adopting mechanization technologies—ranging from land preparation (tractors) and planting (transplanters) to harvesting (combine harvesters)—on operational cost efficiency and rice yields. A [insert method, e.g., literature review / field survey] approach was utilized to analyse the comparison between traditional and mechanized farming practices. The findings reveal that the application of mechanization significantly accelerates field operations, reduces post-harvest losses, and increases overall farmers' income. Nevertheless, the adoption of mechanization still faces challenges, including capital constraints, limited availability of spare parts, and non-uniform land topographies. Consequently, strategic policy support is required, including improved access to agricultural machinery allocation and capacity-building training for farmers, to optimize the sustainability of rice farming systems.
- ItemPanduan Teknis Pengembangan Alat-Mesin Pertanian Mendukung Usahatani Padi(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2002) Ananto, E. Eko; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
- ItemPola Tindak Petani Lahan Kering Kabupaten Blora, Jawa Tengah Dalam Menerapkan Teknologi Usahatani Padi Sawah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2010-11-18) Wasito; Handoko, Dody D.; Ananto, E. EkoAbstract Farmers Perception in Adopting Lowland Rice Technologies in Dry Land Ecosystem in Blora District, Central Java Province. Surveys to evaluate and understand the adoption of lowland rice technologies by the farmers in the dry land ecosystem have been carried out in 16 villages of 4 sub-districts, in the District of Blora, during the year of 2007 and 2008. The surveys were started by observing, discussing, and interviewing directly to a total of 96 farmers as respondents. Results of this survey revealed that the wet land in Todanan and Tunjungan Villages were commonly cropped with rice two times per year (CI 200), while in Cepu and Kedungtuban Villages, some parts were commonly cropped with rice three times per year (CI 300) and the others were two times per year (CI 200). Among the rice production technologies have commonly been practiced were the new high yielding varieties and the complete land preparation. While the certified rice seeds, crop rotation, amounts of seeds of 25 kg/ha, young seedling of <25 days old, planting of 1-3 seedlings/hole, and the integrated pest management were still not commonly practiced by the farmers in those areas. Abstrak Isu kejenuhan produksi padi belum teratasi, dan harus menjadi tantangan bagi Badan Litbang Pertanian sebagai institusi penghasil teknologi usahatani padi di Indoesia. Untuk memahami pola tindak petani lahan kering dalam menerapkan inovasi usahatani padi sawah, kajian telah dilakukan di 16 desa dalam wilayah 4 kecamatan, di Kabupaten Blora pada tahun 2007 dan 2008. Kajian diawali dengan pengamatan, diskusi, dan wawancara langsung 96 petani responden. Hasil kajian menunjukkan bahwa, lahan sawah di Desa Tunjungan dan Todanan memiliki indeks pertanaman (IP) padi 200, sedangkan di Cepu dan Kedungtuban sebagian memiliki IP padi 300, dan sebagian yang lain memiliki IP padi 200. Dua teknologi produksi yang telah biasa dterapkan oleh petani adalah varietas unggul baru (VUB) dan pengolahan lahan maksimal. Sementara pergiliran vrietas, benih berlabel, jumlah benih 25 kg/ha, benih muda (umur <21 hari), tanam 1-3 bibit/lubang, dan pengendalian hama terpadu (PHT) merupakan teknologi produksi yang belum menjadi kebiasaan bertindak bagi petani.
- ItemRekayasa Lengan Penanam Tipe Empat Batang Kait Bawah untuk Padi Sawah(Balai Penelitian Tanaman Padi, 1999) Astanto; Djojomartono, M.; Sembiring, E. Namaken; P.A.S., Radite; Ananto, E. Eko; Balai Penelitian Tanaman Padi