Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Abdullah Taufiq Et al."

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Evaluasi Teknologi Tumpangsari Kedelai dengan Padi Gogo dan Jagung
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2020-05) Abdullah Taufiq Et al.
    Tumpangsari (TS) kedelai dengan padi gogo atau jagung merupakan salah satu strategi meningkatkan luas panen dan produksi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model tanam TS padi gogo (pg)+ kedelai (kd) dan TS jagung (jg)+ kedelai (kd) yang optimal. Penelitian dilaksanakan di IP2TP Kendalpayak mulai Oktober 2018 hingga Januari 2019. Perlakuan terdiri atas kombinasi empat model tanam dengan dua varietas kedelai (Dega 1 dan Dena 1) termasuk pemupukannya pada TS pg+kd dan TS jg+kd. Varietas padi gogo dan jagung berturut-turut Inpago 10 dan Bima 19. Model tanam (M) pada TS pg+kd terdiri atas: M1: 75% pg + 91% kd tanpa pupuk, M2: 37% pg + 91% kd tanpa pupuk, M3: 37% pg + 152% kd dipupuk 23-36-30 kg/ ha N, P, K + 1 t/ha pupuk kandang (pukan), dan M4: 18% pg+72% kd dipupuk 23-36-30 kg/ha N, P, K + 1 t/ha pukan. Padi gogo ditanam bersamaan dengan kedelai, dengan dosis pemupukan 144,5-52,5-52,5 kg/ ha N, P, K + 1 t/ha pukan. Model tanam pada TS jg+kd terdiri atas: M1: 150% jg ditanam 3 minggu setelah kedelai + 114% kd dipupuk 38-15-15 kg/ha N, P, K, M2: 150% jg + 114% kd dipupuk 107-15-15 kg/ha N, P, K + 2,5 t/ha pukan, M3: 150% jg + 227% kd dipupuk seperti pada M2, dan M4: 52% jg + 70% kd dipupuk 23-36-36 kg/ha N, P, K + 1 t/ha pukan. Dosis pemupukan jagung 167,5-52,5-52,5 kg/ha N, P, K + 1 t/ha pukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tanam optimal pada TS padi gogo + kedelai adalah Model 1 dan Model 2 menggunakan kedelai varietas Dega 1, dengan keuntungan masing-masing Rp9.086.500 dan Rp8.896.500/ha. Model yang optimal pada TS jagung + kedelai adalah Model 1 menggunakan kedelai varietas Dega 1 dengan keuntungan Rp20.121.400/ha. Masingmasing model tanam tersebut mempunyai keunggulan dalam hal produktivitas dan perolehan keuntungan dibandingkan model lainnya yang diuji. Oleh karena itu, pada TS padi gogo + kedelai dengan Model 1 atau Model 2 atau pada TS jagung + kedelai dengan Model 1 lebih dianjurkan menggunakan kedelai varietas Dega 1 dibandingkan Dena 1.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Evaluasi Toleransi Sumber Daya Genetik Kedelai terhadap Cekaman Salinitas
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019-05) Abdullah Taufiq Et al.
    Varietas kedelai toleran cekaman salinitas merupakan komponen utama budi daya kedelai pada tanah salin. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi toleransi sumber daya genetik kedelai terhadap cekaman salinitas. Sebanyak 202 aksesi kedelai koleksi plasma nutfah Balitkabi dievaluasi pada lahan salin di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan pada JuliOktober 2017. Evaluasi dilakukan pada dua lingkungan salinitas tanah, yaitu DHL (daya hantar listrik) 4,7-8,4 dS/m (L1) dan 8,8-15,4 dS/m (L2). Setiap aksesi ditanam dalam baris tunggal sepanjang 4 m dan jarak antarbaris 30 cm. Pengamatan terdiri atas DHL tanah, populasi dan tinggi tanaman akhir, komponen hasil dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah aksesi yang mengalami penurunan tinggi tanaman, populasi tanaman, dan bobot 100 biji 50% akibat peningkatan salinitas dari L1 menjadi L2 hanya 2-4 aksesi, sedangkan untuk peubah jumlah polong isi dan hasil biji masingmasing 76 dan 64 aksesi. Berdasarkan jumlah aksesi pada tingkat penurunan peubah 50%, terindikasi bahwa peubah jumlah polong isi dan hasil biji lebih sesuai digunakan sebagai indikator penilaian toleransi terhadap cekaman salinitas. Toleransi terhadap salinitas dari aksesi yang diuji beragam. Teridentifikasi 52% aksesi tidak toleran dan 36% aksesi toleran salinitas L1 dengan hasil 1,5-3,0 t/ha, sedangkan 13% aksesi toleran salinitas L2 dengan hasil 1,5-1,8 t/ha kecuali satu aksesi dengan hasil 2,3 t/ha. Berdasarkan kenampakan gejala keracunan salin, sebagian besar aksesi yang tidak toleran termasuk inkluder dan hanya sebagian kecil yang eksluder.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback