Browsing by Author "Abdullah Taufiq"
Now showing 1 - 16 of 16
Results Per Page
Sort Options
- ItemBudi Daya Tanaman Aneka Kacang di Antara Tanaman Kakao(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2020) Abdullah Taufiq; Purwono
- ItemBudidaya Tanaman Aneka Kacang pada Lorong di Antara Tanaman Kakao(Abdullah Taufiq, 2023) Abdullah TaufiqPerkebunan kakao mayoritas diusahakan oleh rakyat pada lahan kering yang relatif kurang subur dengan input minimal. Pada saat peremajaan, setidaknya 2-3 tahun petani tidak mendapatkan pendapatan dari kakao. Pada saat menunggu kakao berproduksi, di lorong di antara tanaman kako dapat diusahakan tanaman kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan kacang tunggak. Selain dapat dijadikan sumber pendapatan tambahan bagi petani kakao, juga merupakan komoditas sumber protein dan sumber gizi yang sangat baik bagi kesehatan masyarakat. Keempat komoditas aneka kacang tersebut dapat beradaptasi terhadap kondisi lahan kering dan kondisi air yang terbatas. Dengan demikian berpotensi dapat dibudidayakan pada lahan kakao. Selain itu, komoditas aneka kacang berpotensi menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah. Buku “Budidaya Tanaman Aneka Kacang Pada Lorong di Antara Tanaman Kakao” ditulis berdasarkan pengalaman melakukan penanaman komoditas aneka kacang di antara tanaman kakao pada acara peringatan hari pangan sedunia yang dilaksanakan di areal perkebunan kakao rakyat di Angata, Konawe Selatan tahun 2019. Buku ini berisi paparan ringkas tentang hal-hal yang berkaitan dengan teknik budidaya pada lorong kakao. Kami berusaha menyajikan informasi secara ringkas dan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami sehingga memberikan manfaat bagi petani dan pengguna dari berbagai kalangan.
- ItemBunga Rampai Teknik Produksi Benih Kedelai(IAARD PRESS, 2017) Novita Nugrahaeni; Abdullah Taufiq; Joko Susilo UtomoTekad pemerintah untuk swasembada kedelai tahun 2020, dan bahkan direncanakan dipercepat, perlu disikapi dengan langkah nyata. Strategi pencapaian swasembada akan ditempuh melalui dua cara, yaitu perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas. Kedua strategi tersebut memerlukan benih yang berkualitas dan dalam jumlah cukup. Berdasarkan pengalaman, benih dalam jumlah cukup saja tidak banyak artinya bila benih tersebut tidak tersedia di lokasi produksi kedelai. Oleh karena itu, Badan Litbang Pertanian meluncurkan program Model Mandiri Benih yang dilaksanakan melalui pendampingan dan pelatihan produsen/calon produsen benih di sentra produksi kedelai dan di daerah-daerah potensial pengembangan. Program pendampingan tersebut telah dilaksanakan tahun 2016 dan 2017 masing-masing di delapan dan sembilan provinsi sentra produksi kedelai. Target program Mandiri Benih adalah tersedianya benih dalam jumlah cukup, pada lokasi dan musim yang tepat. Benih bermutu adalah garansi sukses usahatani, sekaligus sebagai wahana ekspresi keunggulan teknologi, baik varietas maupun budi daya. Benih bermutu didapatkan melalui serangkaian proses sejak di lapangan, prosesing hingga penyimpanan. Pada setiap tahapan proses tersebut, terdapat fase kritis yang harus diperhatikan agar didapatkan benih bermutu tinggi. Guna mendukung program Mandiri Benih, Balitkabi menerbitkan buku Bunga Rampai Teknik Produksi Benih Kedelai, yang berisi pengalaman Balitkabi dalam memproduksi benih dan informasi keilmuan yang mendasarinya. Diharapkan Bunga Rampai Teknik Produksi Benih Kedelai ini dapat menjadi pedoman, sekaligus panduan praktis dalam memproduksi benih kedelai. Buku ini dapat menjadi pedoman bagi produsen dan calon produsen benih, serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan benih kedelai untuk lebih mengenal serta memahami rangkaian proses produksi benih, peluang, masalah, dan kendalanya. Informasi teknik produksi benih yang terangkum dalam buku ini diharapkan dapat memacu minat menjadi produsen benih kedelai berkualitas dan memberikan sumbangan nyata bagi penyediaan benih kedelai.
- ItemEvaluasi Kesuburan Lahan Dan Optimasi Pengelolaannya Untuk Tanaman Aneka Kacang(BADAN STANDARISASI INSTRUMEN PERTANIAN, 2024-12-16) Abdullah Taufiqcang (BPSI TAKA) hingga saat ini mengelola lima Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) yang semuanya berada di Jawa Timur, yaitu IP2SIP Kendalpayak - Malang, IP2SIP Jambegede – Malang, IP2SIP Muneng - Probolinggo, IP2SIP Genteng – Banyuwangi, dan IP2SIP Ngale – Ngawi. Kelima IP2SIP tersebut sebelumnya bernama kebun percobaan yang difungsikan sebagai sarana penelitian dan kebun produksi sejak jaman Belanda (sekitar tahun 1938). Sejak tahun 2023 seiring adanya reorganisasi, kebun percobaan tersebut berganti nama menjadi IP2SIP, yang difungsikan sebagai sarana pengujian dan kebun produksi baik untuk benih maupun konsumsi. Tipe iklim, jenis tanah, dan penggunaan lahan di lima IP2SIP tersebut berbeda yang mengindikasikan tingkat kesuburan berbeda, dan pengelolaannya pun akan berbeda. Sejak difungsikan, lahan di IP2SIP jarang sekali dievaluasi kesuburannya. Berdasarkan sumber yang ada, tercatat dua kali dilakukan evaluasi yaitu pada tahun 1983 dan 2002. Produktivitas lahan di lima IP2SIP tersebut mengalami penurunan yang diindikasikan oleh tingkat produksi dan tingkat input yang dibutuhkan. Dalam rangka optimalisasi penggunaan lahan dan efisiensi input, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap lahan agar diketahui status kesuburannya dan faktor yang menjadi pembatas produksi. Buku Evaluasi Kesuburan Lahan Dan Optimasi Pengelolaannya Untuk Tanaman Aneka Kacang ini akan ditulis dalam beberapa bagian, dan bagian yang pertama ini ii menyajikan tentang evaluasi kesuburan lahan di IP2SIP Muneng. Kami berusaha menyajikan informasi secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi pengguna dari berbagai kalangan.
- ItemEvaluasi Kesuburan Lahan dan Optimasi Pengelolaannya untuk Tanaman Aneka Kacang : IP2SIP Kendalpayak(Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, 2024) Abdullah TaufiqBuku ini menyajikan hasil kajian komprehensif mengenai evaluasi kesuburan lahan dan strategi pengelolaan optimal pada Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Kendalpayak yang dikelola oleh Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang (BPSI TAKA). Evaluasi dilakukan untuk menjawab tantangan menurunnya produktivitas lahan akibat kurangnya pemantauan kesuburan tanah sejak evaluasi terakhir pada tahun 1983 dan 2002. Melalui analisis karakteristik tanah, iklim, serta kandungan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg), buku ini mengungkap status kesuburan lahan yang bervariasi, dengan permasalahan utama berupa rendahnya kandungan nitrogen, kalium, dan magnesium, serta ketidakseimbangan kation terutama tingginya kalsium. Evaluasi juga mencakup aspek fisik tanah seperti pH, kandungan bahan organik, serta kejenuhan basa, yang mempengaruhi langsung ketersediaan unsur hara dan produktivitas tanaman aneka kacang. Hasil analisis ini digunakan untuk merumuskan langkah pengelolaan lahan yang tepat, termasuk penentuan waktu tanam optimal, perbaikan drainase, pengayaan bahan organik, dan rekomendasi pemupukan berbasis spesifik lokasi. Pendekatan ini mendukung prinsip pertanian presisi (precision farming) guna meningkatkan efisiensi input dan menjaga keberlanjutan produktivitas lahan. Buku ini ditujukan bagi pengelola IP2SIP, peneliti, penyuluh, dan pihak terkait lainnya sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan teknis pengelolaan lahan untuk budidaya tanaman aneka kacang yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- ItemEVALUASI KESUBURAN LAHAN DAN OPTIMASI PENGELOLAANNYA UNTUK TANAMAN ANEKA KACANG: IP2SIP KENDALPAYAK(Abdullah Taufiq, 2024) Abdullah TaufiqBalai Pengujian Standar Intrumen Tanaman Aneka Kacang (BPSI TAKA) hingga saat ini mengelola lima Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) yang semuanya berada di Jawa Timur, yaitu IP2SIP Kendalpayak - Malang, IP2SIP Jambegede – Malang, IP2SIP Muneng - Probolinggo, IP2SIP Genteng – Banyuwangi, dan IP2SIP Ngale – Ngawi. Kelima IP2SIP tersebut sebelumnya bernama kebun percobaan yang difungsikan sebagai sarana penelitian dan kebun produksi sejak jaman Belanda (sekitar tahun 1938). Sejak tahun 2023 seiring adanya reorganisasi, kebun percobaan tersebut berganti nama menjadi IP2SIP, yang difungsikan sebagai sarana pengujian dan kebun produksi baik untuk benih maupun konsumsi. Tipe iklim, jenis tanah, dan penggunaan lahan di lima IP2SIP tersebut berbeda yang mengindikasikan tingkat kesuburan berbeda, dan pengelolaannya pun akan berbeda. Sejak difungsikan, lahan di IP2SIP jarang sekali dievaluasi kesuburannya. Berdasarkan sumber yang ada, tercatat dua kali dilakukan evaluasi yaitu pada tahun 1983 dan 2002. Produktivitas lahan di lima IP2SIP tersebut mengalami penurunan yang diindikasikan oleh tingkat produksi dan tingkat input yang dibutuhkan. Dalam rangka optimalisasi penggunaan lahan dan efisiensi input, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap lahan agar diketahui status kesuburannya dan faktor yang menjadi pembatas produksi. Buku Evaluasi Kesuburan Lahan dan Optimasi Pengelolaannya Untuk Tanaman Aneka Kacang ini ditulis dalam beberapa buku. Pada buku ini disajikan tentang evaluasi kesuburan lahan di IP2SIP Kendalpayak. Pada buku sebelumnya tentang evaluasi kesuburan lahan di IP2SIP Muneng. Kami berusaha menyajikan informasi secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi pengguna dari berbagai kalangan, utamanya bagi pengelola IP2SIP yang bersangkutan.
- ItemEVALUASI KESUBURAN LAHAN DAN OPTIMASI PENGELOLAANNYA UNTUK TANAMAN ANEKA KACANG: IP2SIP MUNENG(Abdullah Taufiq, 2024) Abdullah TaufiqBalai Pengujian Standar Intrumen Tanaman Aneka Kacang (BPSI TAKA) hingga saat ini mengelola lima Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) yang semuanya berada di Jawa Timur, yaitu IP2SIP Kendalpayak - Malang, IP2SIP Jambegede – Malang, IP2SIP Muneng - Probolinggo, IP2SIP Genteng – Banyuwangi, dan IP2SIP Ngale – Ngawi. Kelima IP2SIP tersebut sebelumnya bernama kebun percobaan yang difungsikan sebagai sarana penelitian dan kebun produksi sejak jaman Belanda (sekitar tahun 1938). Sejak tahun 2023 seiring adanya reorganisasi, kebun percobaan tersebut berganti nama menjadi IP2SIP, yang difungsikan sebagai sarana pengujian dan kebun produksi baik untuk benih maupun konsumsi. Tipe iklim, jenis tanah, dan penggunaan lahan di lima IP2SIP tersebut berbeda yang mengindikasikan tingkat kesuburan berbeda, dan pengelolaannya pun akan berbeda. Sejak difungsikan, lahan di IP2SIP jarang sekali dievaluasi kesuburannya. Berdasarkan sumber yang ada, tercatat dua kali dilakukan evaluasi yaitu pada tahun 1983 dan 2002. Produktivitas lahan di lima IP2SIP tersebut mengalami penurunan yang diindikasikan oleh tingkat produksi dan tingkat input yang dibutuhkan. Dalam rangka optimalisasi penggunaan lahan dan efisiensi input, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap lahan agar diketahui status kesuburannya dan faktor yang menjadi pembatas produksi. Buku Evaluasi Kesuburan Lahan Dan Optimasi Pengelolaannya Untuk Tanaman Aneka Kacang ini akan ditulis dalam beberapa bagian, dan bagian yang pertama ini menyajikan tentang evaluasi kesuburan lahan di IP2SIP Muneng. Kami berusaha menyajikan informasi secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi pengguna dari berbagai kalangan.
- ItemEVALUASI KESUBURAN LAHAN DAN OPTIMASI PENGELOLAANNYA UNTUK TANAMAN ANEKA KACANG: IP2SIP MUNENG(Abdullah Taufiq, 2024) Abdullah TaufiqBalai Pengujian Standar Intrumen Tanaman Aneka Kacang (BPSI TAKA) hingga saat ini mengelola lima Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) yang semuanya berada di Jawa Timur, yaitu IP2SIP Kendalpayak - Malang, IP2SIP Jambegede – Malang, IP2SIP Muneng - Probolinggo, IP2SIP Genteng – Banyuwangi, dan IP2SIP Ngale – Ngawi. Kelima IP2SIP tersebut sebelumnya bernama kebun percobaan yang difungsikan sebagai sarana penelitian dan kebun produksi sejak jaman Belanda (sekitar tahun 1938). Sejak tahun 2023 seiring adanya reorganisasi, kebun percobaan tersebut berganti nama menjadi IP2SIP, yang difungsikan sebagai sarana pengujian dan kebun produksi baik untuk benih maupun konsumsi. Tipe iklim, jenis tanah, dan penggunaan lahan di lima IP2SIP tersebut berbeda yang mengindikasikan tingkat kesuburan berbeda, dan pengelolaannya pun akan berbeda. Sejak difungsikan, lahan di IP2SIP jarang sekali dievaluasi kesuburannya. Berdasarkan sumber yang ada, tercatat dua kali dilakukan evaluasi yaitu pada tahun 1983 dan 2002. Produktivitas lahan di lima IP2SIP tersebut mengalami penurunan yang diindikasikan oleh tingkat produksi dan tingkat input yang dibutuhkan. Dalam rangka optimalisasi penggunaan lahan dan efisiensi input, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap lahan agar diketahui status kesuburannya dan faktor yang menjadi pembatas produksi. Buku Evaluasi Kesuburan Lahan Dan Optimasi Pengelolaannya Untuk Tanaman Aneka Kacang ini akan ditulis dalam beberapa bagian, dan bagian yang pertama ini menyajikan tentang evaluasi kesuburan lahan di IP2SIP Muneng. Kami berusaha menyajikan informasi secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi pengguna dari berbagai kalangan.
- ItemFasilitasi Peningkatan Produktivitas Kedelai di Lahan Rawa Pasang Surut(Abdullah Taufiq, 2023) Abdullah TaufiqPemenuhan kebutuhan kedelai nasional dari produksi dalam negeri sudah lama diupayakan, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Lahan rawa pasang surut (LPS) menjadi salah satu target utama pengembangan kedelai karena tersedia cukup luas, dan dicanangkan menjadi lahan pertanian masa depan, penopang program Indonesia lumbung pangan dunia. Penelitian dan kajian pemanfaatan LPS untuk budidaya kedelai sudah banyak dilakukan. Sebagian dari hasil-hasil penelitian tersebut telah dirakit menjadi teknologi budidaya sepesifik LPS dan telah terbukti keefektifannya. Penyusunan naskah ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan praktis yang berkaitan dengan karakteristik LPS dan hubungannya dengan upaya optimalisasi produksi kedelai di lahan tersebut. Penulis berupaya menyajikan naskah ini dengan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai pihak, sehingga dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan, praktisi pertanian, dan petani.
- ItemFasilitasi Peningkatan Produktivitas Kedelai di Lahan Rawa Pasang Surut(PUSAT STADARISASI INSTRUMEN TANAMAN PANGAN, 2023) Abdullah TaufiqPemenuhan kebutuhan kedelai nasional dari produksi dalam negeri sudah lama diupayakan, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Lahan rawa pasang surut (LPS) menjadi salah satu target utama pengembangan kedelai karena tersedia cukup luas, dan dicanangkan menjadi lahan pertanian masa depan, penopang program Indonesia lumbung pangan dunia. Penelitian dan kajian pemanfaatan LPS untuk budidaya kedelai sudah banyak dilakukan. Sebagian dari hasil-hasil penelitian tersebut telah dirakit menjadi teknologi budidaya sepesifik LPS dan telah terbukti keefektifannya. Penyusunan naskah ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan praktis yang berkaitan dengan karakteristik LPS dan hubungannya dengan upaya optimalisasi produksi kedelai di lahan tersebut. Penulis berupaya menyajikan naskah ini dengan bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai pihak, sehingga dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan, praktisi pertanian, dan petani.
- ItemHama dan Penyakit Tanaman Kedelai(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2017-12-16) Marwoto; Sri Hardaningsih; Abdullah Taufiq; A.A. Rahmianna; SubandiUpaya peningkatan produksi kedelai dihadapkan kepada masalah hama, penyakit, dan ketidakseimbangan hara di tanah. Serangan hama dan penyakit juga berpotensi menurunkan kualitas hasil dan ketidakseimbangan hara di tanah tidak hanya berdampak terhadap penurunan produksi dan mutu hasil, tetapi juga menyebabkan tanaman lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit tertentu pada tanaman seringkali menampilkan gejala serupa dengan gejala ketidakseimbangan hara. Oleh karena itu, gejala tersebut perlu diidentifikasi agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat untuk menentukan cara pengendalian atau pemulihan tanaman dengan efisien dan efektif. Buku saku ini berisi informasi tentang berbagai jenis hama dan penyakit pada tanaman kedelai termasuk bioekologi, tanaman inang, gejala serangan, dan beberapa masalah yang terkait dengan ketidakseimbangan hara (kahat atau keracunan), informasi ini diharapkan dapat membantu penyuluh, pengamat hama penyakit, teknisi, dan petani dalam mengidentifikasi dan mengatasi gangguan hama dan penyakit maupun masalah keharaan pada tanaman kedelai. Pada Edisi - 9 (2015) ini telah dilakukan beberapa koreksi terutama dalam penulisan nama-nama ilmiah hama dan penyakit oleh Dr. Yusmani Prayogo. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku saku ini disampaikan penghargaan dan terima kasih.
- ItemKatalog Bergambar Sumber Daya Genetik Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp.)(Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang, 2025) Pratanti Haksiwi Putri; Roosma Aurini Safira Mujahidah; Abdullah TaufiqKatalog ini berisi 8 aksesi kacang tunggak di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP TAKA). Karakter yang ditampilkan dalam buku ini meliputi: 1. Umur berbunga: diamati pada saat 50% tanaman berbunga, dinyatakan dalam hari (setelah tanam). 2. Umur masak: diamati pada saat 80% polong berwarna cokelat, dinyatakan dalam hari (setelah tanam). 3. Warna bunga: diamati berdasarkan warna mahkota bagian depan dan kelopak. 4. Bentuk helai daun: diamati berdasarkan bentuk daun terminal. 5. Posisi antar daun: diamati berdasarkan posisi daun lateral terhadap daun terminal. 6. Warna polong masak: diamati berdasarkan warna polong pada saat masak fisiologis. 7. Warna kulit biji: diamati menggunakan Royal Horticultural Science (RHS) Colour Chart berdasarkan warna kulit biji kering setelah panen.
- ItemPanduan Roguing Tanaman dan Pemeriksaan Benih Kedelai(Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, 2012-12-16) Suhartina; Purwantoro; Abdullah Taufiq; Novita NugrahaeniBenih merupakan unsur utama dan menentukan sukses budidaya pertanian. Benih unggul dihasilkan dari proses yang mengikuti teknologi perbenihan baku yang sudah ditentukan. Setiap kelas benih memiliki standar kualitas tersendiri. Semakin tinggi kelas benih semakin ketat persyaratan yang harus dipenuhi. Sejak beberapa tahun belakangan, Badan Litbang Pertanian menyediakan benih sumber (BS) bagi pengembangan benih kedelai secara nasional lewat Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) di masing-masing Balai. Dengan bertambahnya varietas unggul kedelai setiap tahun berarti bertambah pula karakter varietas unggul kedelai yang harus diketahui untuk mengawal kualitas benih untuk sertifikasi. Maka pengetahuan tentang karakter penciri varietas menjadi sangat penting. Buku yang berisi informasi tentang rouging dan pemeriksaan benih untuk mengawal peningkatan mutu benih belum banyak tersedia di masyarakat. Buku Panduan Roguing Tanaman dan Pemeriksaan Benih Kedelai ini berisi informasi tentang tata cara mengidentifikasi tanaman simpang (rogues) dan melakukan roguing (membuang tipe simpang) dalam produksi benih kedelai, diharapkan bisa dijadikan pegangan untuk para pihak yang bergerak dalam perbenihan, baik Balai Benih Pemerintah, Swasta maupun Petani atau Kelompok Tani Penangkar Benih, serta Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih), dan para akademisi. Mudah-mudahan buku ini dapat membantu memberikan informasi untuk meningkatkan kualitas benih kedelai untuk pengembangan produksi benih kedelai nasional.
- ItemUnsur Hara Bagi Tanaman Kacang Tanah dan Pengelolaannya(Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, 2024) Abdullah TaufiqBuku ini membahas secara komprehensif mengenai pentingnya unsur hara dalam pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Disusun berdasarkan referensi ilmiah dan pengalaman lapangan selama lebih dari tiga dekade, buku ini menguraikan jenis-jenis unsur hara makro dan mikro yang esensial, peranannya bagi tanaman, hubungan dengan pH tanah, serta gejala kekahatan dan keracunan unsur hara. Selain itu, dibahas pula pola penyerapan unsur hara pada berbagai fase pertumbuhan kacang tanah dan strategi pengelolaan pemupukan yang tepat. Dengan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami, buku ini menjadi panduan penting bagi peneliti, penyuluh, petani, dan praktisi pertanian dalam mewujudkan budidaya kacang tanah yang berkelanjutan dan produktif.
- ItemUnsur Hara Bagi Tanaman Kacang Tanah dan Pengelolaannya(Abdullah Taufiq, 2024) Abdullah TaufiqPertumbuhan dan produksi suatu tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah unsur hara. Unsur hara adalah nutrisi anorganik yang diserap tanaman dari tanah. Buku “Unsur Hara Bagi Tanaman Kacang Tanah dan Pengelolaannya”. berisi paparan ringkas tentang hal-hal yang berkaitan dengan unsur hara bagi tanaman kacang tanah. Buku ini ditulis berdasarkan referensi dan hasil-hasil penelitian yang bisa diakses secara online, dan juga diperkaya dengan pengalaman penulis selama 33 tahun bekerja dibidang penelitian dan pengembangan tanaman aneka kacang, serta diseminasi di berbagai agroekologi di Indonesia. Foto-foto yang digunakan dalam buku ini sebagian besar adalah dari koleksi penulis, dan sebagian diperoleh dari berbagai sumber karena jarang ditemukan terjadi pada tanaman kacang tanah di Indonesia. Informasi dalam buku ini ditulis secara ringkas dan jelas, serta dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan memberikan manfaat yang maksimal bagi berbagai kalangan. Informasi dalam buku ini masih banyak kekurangan sehingga di masa mendatang perlu dilengkapi berdasarkan literatur terkini.
- ItemUnsur Hara Bagi Tanaman Kedelai dan Pengelolaannya(Abdullah Taufiq, 2023) Abdullah TaufiqPuji syukur kehadirat Allah SWT, kami bisa menyelesaikan penulisan buku “Unsur Hara Bagi Tanaman Kedelai dan Pengelolaannya”. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi suatu tanaman, salah satunya adalah unsur hara. Buku ini berisi paparan ringkas tentang hal-hal yang berkaitan dengan unsur hara tanaman. Buku ini ditulis berdasarkan referensi dan hasil-hasil penelitian yang bisa diakses secara online, dan juga diperkaya dengan pengalaman penulis selama lebih dari 30 tahun bekerja dibidang penelitian dan pengembangan, serta diseminasi di berbagai agroekologi. Foto-foto yang digunakan dalam buku ini sebagian besar adalah dari koleksi penulis, dan sebagian diperoleh dari berbagai sumber (foto kahat Cu, Mo, B, dan keracunan B). Kami berusaha menyajikan informasi secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi pengguna dari berbagai kalangan. Informasi dalam buku ini masih banyak kekurangan sehingga masih perlu disempurnakan.