Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "A. MUNAAN, WIDI RUMINI, INDAH SRIWULAN dan SUHARYON"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Evaluasi usaha pengendalian hayati Oryctes rhinoceros L. di Jawa Tengah
    (MEDIA KOMUNIKASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1995-02) A. MUNAAN, WIDI RUMINI, INDAH SRIWULAN dan SUHARYON
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas usaha pengendalian hayati hama kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros L.) yang dibina oleh Dinas Perkebunan di perkebunan rakyat Jawa Tengah. Evaluasi dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus 1994 di empat kabupaten jalur pantura (Demak, Kudus, Pati, dan Rembang) melalui wawancara serta pengamatan lapangan terhadap kerusakan tanaman, populasi larva, dan tingkat infeksi musuh alami. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kerusakan tajuk tanaman masih sangat berat, yaitu berkisar antara 0,81 hingga 2,10 guntingan/pelepah, yang diperkirakan memicu kehilangan hasil buah kelapa sebesar 30–70%. Rendahnya efektivitas pengendalian ini disebabkan oleh tingkat infeksi musuh alami di lapangan yang sangat minim; infeksi virus Baculovirus oryctes pada kumbang dewasa hanya mencapai rata-rata 8,5%, sedangkan infeksi cendawan Metarhizium anisopliae pada larva hanya 1,5%. Peneliti merekomendasikan pelepasan kumbang bervirus secara berulang setiap 3–4 tahun serta perbaikan teknik pengaplikasian cendawan M. anisopliae pada sarang pupuk kandang agar populasi hama dapat ditekan secara berkelanjutan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback