Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "A. Jamil"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Efisiensi Penggunaan Pupuk NPK melalui Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Arbuskular pada Jagung
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2009) Musfal; Delvian; A. Jamil
    Hasil jagung di tingkat petani masih rendah. Upaya peningkatan hasil dan efisiensi penggunaan pupuk melalui pemanfaatan cendawan mikoriza (CMA) adalah salah satu alternatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2007 hingga Februari 2008 di rumah kasa KP Pasar Miring, Sumatera Utara. Percobaan disusun menurut rancangan acak lengkap berfaktor. Sebagai faktor utama adalah CMA (0, 5, 10, 15 dan 20 g/pot) faktor kedua tingkat rekomendasi pupuk dari PHSL jagung di Tiga Binanga (0, 25, 50, 75 dan 100% dari 1,30-0,64-0,80 g/pot urea-SP36-KCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur N adalah faktor pembatas utama dalam peningkatan hasil jagung di Tiga Binanga. Pemberian CMA yang diikuti oleh pemberian pupuk pada dosis yang lebih rendah meningkatkan efisiensi agronomis pada tingkat yang lebih tinggi. Hasil tertinggi diperoleh pada pemberian 100% pupuk dan 20 g CMA/pot. Pemberian 75% pupuk dan 5 g CMA/pot memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan pemberian 100% pupuk.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback