Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "A. Buntan"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Peningkatan Produksi Padi melalui Pemupukan di Kawasan Timur Indonesia
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Djamaluddin; M. Rauf; A. Buntan; R. le Cerff; E.O. Momuat
    Luas lahan sawah di Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya adalah 829.153 ha (±10% dari luas lahan sawah di Indonesia) dengan rata-rata hasil padi 2,05-4,26 t/ha, relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata hasil padi nasional dewasa ini. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi di kawasan ini antara lain dengan pemupukan, baik pupuk anorganik maupиn organik. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan urea pril, cair, atau briket sebanyak 135 kg N/ha dapat meningkatkan hasil padi sebanyak 40% dibandingkan tanpa pemupukan urea. Efektivitas pemberian 90 kg urea cair dan briket/ha relatif sama dengan 135 kg urea pril/ha. Dengan pemberian 45 kg N + 5,0t Sesbania rostrata per hektar, hasil padi tidak berbeda dengan penggunaan 90 kg N/ha urea pril selama enam musim tanam di Maros. Penggunaan TSP sebanyak 50-200 kg/ha di aluvial Maros, Latosol Sinjai, dan Podsolik Merah Kuning Kendari, meningkatkan hasil padi sebesar 20%. Pada tanah aluvial Takalar dan Mediteran Bone, pemupukan TSP tidak meningkatkan hasil. Efek residu TSP masih tampak sampai pada pertanaman ke tujuh di Takalar dan Sinjai. Di Bone, efek residu TSP hanya terlihat sampai pada musim tanam kedua, sedangkan di Maros tidak terlihat sama sekali. Pengurangan takaran TSP menjadi kurang dari 100 kg/ha tidak menurunkan hasil padi di Sulawesi Utara, sedangkan pengurangan 25% urea menurunkan hasil sekitar 5%. Pemupukan 200 kg urea, 75 kg TSP, dan 75 kg KCl perhektar di Biromaru, Palu, Sulawesi Tengah, meningkatkan hasil sebesar 44%.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback