Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "A. Abdurachman Et al."

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Sumber Daya Lahan untuk Kedelai di Indonesia
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2013) A. Abdurachman Et al.
    Upaya peningkatan produksi kedelai nasional guna menutupi defisit kebutuhan pangannya ditempuh melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi berbasis evaluasi potensi sumber daya lahan. Berdasarkan penilaian spasial pada skala tinjau (1:250.000) di 12 provinsi, Indonesia memiliki potensi lahan sesuai yang signifikan bagi pengembangan kedelai, yakni sekitar 3,5 juta hektar kategori potensi tinggi (P1) dan 3,7 juta hektar kategori potensi sedang (P2). Kendati demikian, sebagian besar lahan potensial tersebut—khususnya di Jawa, Bali, NAD, Lampung, dan NTB—telah dimanfaatkan untuk komoditas lain, sehingga peluang perluasan lahan baru (ekstensifikasi) lebih diprioritaskan pada optimalisasi lahan terlantar berupa semak belukar/alang-alang yang mencapai puluhan juta hektar, serta skema sistem tanam rotasi atau tumpang sari. Di sisi lain, pemanfaatan lahan di luar Jawa (seperti Pulau Sumatera) dihadapkan pada faktor pembatas utama berupa tingkat kesuburan tanah yang rendah (didominasi Inceptisols dan Ultisols), sehingga keberhasilan pengembangannya membutuhkan masukan teknologi yang cukup tinggi meliputi pemupukan, pengapuran, perbaikan drainase, serta kepastian status kepemilikan lahan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback