Buletin Palawija
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Buletin Palawija by Author "Arief Harsono"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemImportant Weeds and Their Control in Soybean Production under Rice-Soybean Cropping Pattern(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019-10) Arief Harsono; Suryantini; Siti MuzaiyanahPengendalian gulma merupakan salah satu komponen teknologi dalam budi daya kedelai yang menyerap tenaga kerja dan biaya tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan jenis-jenis gulma penting pada budi daya kedelai di lahan sawah setelah padi, dan mendapatkan teknik pengendalian. Penelitian dilaksanakan dua tahap, pertama adalah survei penentuan jenis-jenis gulma penting pada pertanaman kedelai di lahan petani. Survei dilakukan di tiga kecamatan sentra produksi kedelai di Kabupaten Banyuwangi, yaitu di Gambiran, Purwoharjo, dan Tegal Dlimo. Penelitian kedua adalah teknik pengendalian gulma di lahan sawah setelah padi, dilaksanakan di Kebun Percobaan Genteng – Banyuwangi menggunakan rancangan acak kelompok tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas: 1) tanpa pengendalian gulma, 2) penyiangan dua kali, 3) herbisida pratumbuh oxyfluorfen, 4) oxyfluorfen + herbisida pascatumbuh 2,4-D dimethylamide, 5) oxyfluorfen + penyiangan satu kali, dan 6) penyiangan satu kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma penting untuk kedelai pada lahan sawah setelah padi di Banyuwangi secara berurutan adalah Oryza sativa, Cyperus rotundus, Ageratum sp., Echinochloa crusgalli, dan Pilantus niruri. Gulma-gulma tersebut dapat dikendalikan secara efektif menggunakan herbisida oxyfluorfen. Cara pengendalian ini dapat mengurangi nilai penting gulma, dan meningkatkan hasil kedelai sama dengan tanaman disiang sekali atau dua kali. Hasil kedelai tanpa disiang, disiang sekali, dan menggunakan oxyfluorfen berturut-turut 0,60 t/ha, 1,87 t/ha, dan 1,93 t/ha. Penggunaan herbisida pratumbuh oxyfluorfen, menghemat penggunaan tenaga kerja dibanding jumlah tenaga kerja yang digunakan pada penyiangan sekali maupun dua kali.
- ItemPengaruh Pembenah Tanah dan Inokulan Rhizobium terhadap Hasil Kedelai pada Tanah Ultisol(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2017-06) Sri Ayu Dwi Lestari; Arief HarsonoUpaya peningkatan produksi kedelai ke depan diarahkan pada tanah masam. Perlu dilakukan identifikasi teknologi budidaya kedelai yang sesuai untuk tanah masam agar produksinya dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembenah tanah Bio Soil Neutralizer (BSN) dan Inokulan Rhizobium Elang Biru (IRE) terhadap sifat kimia tanah dan hasil kedelai pada tanah masam Ultisol. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balitkabi pada MH 2010/2011 menggunakan tanah Ultisol Lampung Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: 1) Kontrol; 2) BSN; 3) BSN + IRE; 4) BSN + IRE + dolomit + pupuk PK; 5) BSN + IRE + dolomit + pupuk PK + pupuk kandang sapi (pukan); 6) Agrisoy- 2 + dolomit + pukan + pupuk PK; 7) Dolomit + pukan + NPK; dan 8) IRE + dolomit + pupuk PK. Varietas kedelai yang digunakan adalah Burangrang. Dosis BSN = 3 liter/350 liter air/ha, IRE = 0,3 kg/ha, Pukan = 3 t/ha, Agrisoy-2 = 0,3 kg/ha, Dolomit = 500 kg/ha, N = 25 kg N/ha, P = 50 kg P2O5/ha, dan K = 75 kg K2O/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BSN dapat meningkatkan pH tanah dari 4,3 menjadi 5,5 dan mampu meningkatkan hasil kedelai 45% apabila disertai penggunaan IRE. Hasil kedelai lebih tinggi bila kejenuhan Al diturunkan menjadi sekitar 20% dengan dolomit dan penambahan pupuk kandang, serta pupuk PK.