Flyer
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Flyer by Author "BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian"
Now showing 1 - 20 of 39
Results Per Page
Sort Options
- ItemAkuaponik: Kebun & Kolam di Rumah Sendiri(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-02-10) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianPunya lahan terbatas tapi ingin punya stok sayur dan ikan segar sendiri? Akuaponik bisa jadi solusi cerdas untuk produktif di rumah. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sirkulasi yang saling menguntungkan; kotoran ikan jadi nutrisi tanaman, dan tanaman membantu menjernihkan air untuk ikan. Hemat lahan, hemat air, dan pastinya lebih higienis untuk dikonsumsi keluarga.
- ItemAlternate Wetting and Drying (AWD)(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-04-09) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianAir menjadi faktor kunci dalam budidaya padi, terutama saat beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan basah-kering, yaitu cara mengatur pemberian air dengan siklus penggenangan dan pengeringan lahan secara terukur. Dengan metode ini, tanaman tetap mendapatkan kebutuhan airnya, namun penggunaan air menjadi lebih efisien.
- ItemAntisipasi Kekeringan Saat El-Nino dengan IPAP(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-04-28) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianMenghadapi fenomena El Niño yang semakin menguat, infrastruktur panen air pertanian (IPAP) menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian. Strategi yang paling efektif adalah mengombinasikan penggunaan embung kecil sebagai "tabungan air" jangka menengah, dam parit untuk menahan aliran air di wilayah mikro, serta mengandalkan sumur bor sebagai "ATM air" atau solusi darurat saat kekeringan mencapai puncaknya.
- ItemAWD Melawan Kemarau! Hemat Air hingga 20%(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-03-31) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianUpaya efisiensi air menjadi kunci menghadapi musim kemarau yang kian tidak menentu. Kementerian Pertanian mendorong penerapan pengelolaan air sawah yang lebih hemat melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD). Penerapan AWD menjadi bagian dari strategi climate smart agriculture yang menekankan efisiensi dan keberlanjutan, sekaligus menjaga produktivitas padi di tengah keterbatasan air pada musim kemarau.
- ItemDutch Bucket: Sistem Hidroponik yang Mudah Direplikasi(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-04-16) BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian
- ItemEfisiensi Air, Sulawesi Terapkan Irigasi Pintar(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-12-25) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianBRMP Agroklimat Bogor telah mengembangkan sistem irigasi pintar berbasis internet untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air yang saat ini diterapkan di beberapa wilayah Sulawesi. Di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, teknologi irigasi tetes digunakan pada tanaman kakao dengan pengaturan air otomatis sesuai kebutuhan tanaman dan didukung panel surya, sementara di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, irigasi berbasis IoT diterapkan pada tanaman jagung dengan pemantauan kelembaban tanah, suhu, dan cuaca secara real-time. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu menghemat air, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, serta mendukung pertanian yang berkelanjutan.
- ItemFakta Seru Bertani Ala Kaum Digital(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-12-04) BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian
- ItemIklim Mikro Pembibitan Kopi: Pemetaan Fluktuasi Harian untuk Mitigasi Stres Termal, Defisit Air, dan Risiko Patogen(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-05-19) BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian
- ItemIntensifikasi Jagung Melalui Pengelolaan Air Presisi(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-08-19) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianPengelolaan lahan kering untuk budidaya jagung kini semakin optimal dengan hadirnya inovasi presisi berbasis IoT. Salah satu contoh penerapan teknologi ini mengintegrasikan sumber pasokan air sumur bor dalam, sensor tanah pintar, serta irigasi big gun yang menyalurkan air secara otomatis sesuai kebutuhan spesifik tanaman. Dengan tingkat akurasi penyiraman yang tinggi, sistem ini membantu menjaga ketersediaan air secara konstan di tengah ketidakpastian cuaca sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan.
- ItemIrigasi bersih, panen maksimal(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-07-17) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianMenjaga irigasi tetap bersih sangat penting untuk pertanian yang subur dan berkelanjutan. Air irigasi yang bersih memastikan tanaman mendapatkan nutrisi optimal tanpa kontaminasi, mengurangi risiko penyakit, dan menghasilkan panen yang lebih sehat serta melimpah.
- ItemKemarau 2026: Lebih Kering & Lebih Panjang ?(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-04-06) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianWaspada nih, Sobat Tani! Kemarau 2026 diprediksi akan lebih "galak" daripada tahun sebelumnya. Sektor pertanian tidak boleh santai-santai nih. Ditambah lagi, meskipun status El Nino terpantau kalem sampai tengah tahun, kondisi alam yang lebih kering ini menuntut kita untuk lebih cerdas mengatur strategi supaya tidak zonk saat panen.
- ItemKenalan dengan Sprinter! Alat ukur beda tinggi yang jadi andalan di lapangan(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-04-23) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianApa itu Sprinter? Sprinter adalah alat pengukur beda tinggi permukaan antar titik, digunakan bersama rambu ukur dan dipasang di atas tripod.
- ItemKonservasi lahan: salah satu solusi efektif untuk mengatasi perubahan iklim(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-10-07) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianTahukah kamu bahwa konservasi lahan adalah salah satu solusi efektif untuk mengatasi perubahan iklim? Dengan melestarikan dan mengelola tanah, kita dapat mencegah erosi, meningkatkan kesuburan, dan membantu tanah menyerap lebih banyak karbon.
- ItemLawan Kekeringan! Taktik Amankan Panen di Kemarau 2026(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-03-10) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianPara pelaku sektor pertanian dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan lebih kering dari kondisi normal. Berdasarkan informasi dari BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami percepatan awal musim kemarau dengan puncak yang terjadi sekitar Agustus 2026, serta durasi kekeringan yang lebih panjang di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap sektor pertanian, di antaranya penurunan ketersediaan air irigasi, terutama pada lahan tadah hujan dan daerah dengan sumber air terbatas. Selain itu, produktivitas tanaman, khususnya komoditas yang membutuhkan banyak air seperti padi, berisiko menurun. Cuaca kering juga dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit tertentu serta memperbesar risiko gagal panen apabila tidak diantisipasi sejak dini. Sebagai langkah mitigasi, BRMP Agroklimat merekomendasikan sejumlah strategi adaptasi. Pertama, penyesuaian jadwal tanam agar fase pertumbuhan tanaman yang membutuhkan banyak air tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau. Petani juga didorong memanfaatkan informasi kalender tanam melalui sistem SIAP TANAM guna menentukan waktu tanam yang lebih tepat. Kedua, adaptasi praktik budidaya dengan penggunaan varietas tahan kekeringan atau berumur genjah, serta penerapan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah dan mengurangi penguapan air. Ketiga, optimalisasi Infrastruktur Panen Air Pertanian (IPAP) seperti embung, dam parit, long storage, dan pompanisasi. Infrastruktur ini berfungsi untuk menampung air saat musim hujan yang kemudian dapat dimanfaatkan pada saat musim kemarau. Keempat, penerapan teknologi irigasi hemat air seperti irigasi tetes, sprinkler, dan irigasi berselang yang mampu menyalurkan air secara lebih efisien langsung ke area perakaran tanaman, sehingga kehilangan air dapat diminimalkan. Melalui langkah-langkah tersebut, BRMP Agroklimat berharap para petani dapat tetap menjaga produktivitas dan ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim. Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi risiko kekeringan yang semakin meningkat.
- ItemMengenal Perekayasaan Agroklimat & Hidrologi Pertanian(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-07-23) BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanianistilah "Perekayasaan" tapi masih bingung apa makna sebenarnya? Singkatnya, perekayasaan adalah langkah nyata menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam bentuk desain atau rancang bangun. Tujuannya jelas: menciptakan nilai, produk, atau proses produksi yang jauh lebih inovatif dan efisien! Di BRMP Agroklimat, proses ini yang menjadi jantung dari lahirnya berbagai inovasi keren untuk mewujudkan modernisasi pertanian.
- ItemMengukur Aliran, Mengamankan Produksi: Fungsi Vital Current Meter(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-10-17) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianCurrent meter adalah instrumen esensial untuk mengukur kecepatan aliran. Data ini krusial dalam perhitungan debit, yang menentukan volume air per satuan waktu. Pemanfaatannya dalam pertanian sangat vital untuk manajemen irigasi yang presisi, mendukung optimalisasi distribusi air ke lahan-lahan pertanian
- ItemMetode Klasifikasi Agroklimat dalam SNI 9302_2024 - Standar Penting Pertanian Berbasis Iklim(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-06-11) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianTahukah kamu bahwa data iklim bisa jadi kunci sukses pertanian? SNI ini hadir sebagai pedoman klasifikasi sumberdaya agroklimat untuk menentukan pola tanam. Terdapat cara untuk menentukan pola tanam berdasarkan data curah hujan, dengan menentukan bulan basah (BB) dan bulan kering (BK) metode Oldeman, serta data tanaman.
- ItemModernisasi irigasi itu kayak kasih "smart skincare" buat tanaman kita. Airnya pas, hasilnya Auto Panen!(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2025-04-08) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianPenerapan teknologi irigasi yang lebih efisien, monitoring suplai air yang real-time, dan modernisasi irigasi pada umumnya, mampu mengurangi kehilangan air dalam sistem irigasi, sehingga penggunaan air menjadi lebih hemat dan produktif. Selain itu, sistem irigasi modern memungkinkan pengaturan pemberian air yang lebih presisi sesuai dengan kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan. Hasilnya adalah peningkatan hasil panen, kualitas produk, dan pendapatan petani secara berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
- ItemModernisasi Pertanian Bawang Putih: Langkah Awal Digitalisasi Pertanian Hortikultura di Lembang(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-06-18) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianMelanjutkan kegiatan survei dan desain, tim BRMP Agroklimat menyelesaikan perakitan tahap pertama jaringan irigasi pintar guna mendukung penerapan pengairan presisi pada komoditas bawang putih. Modernisasi infrastruktur melalui integrasi sistem irigasi tetes dan kabut ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program strategis Kementan untuk mengoptimalkan produksi bawang putih nasional. Melalui upaya digitalisasi dan otomatisasi pertanian ini, BRMP Agroklimat terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi demi mewujudkan efisiensi dan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
- ItemModernisasi Pertanian Bawang Putih: Survei Potensi Air Demplot Perbenihan Bawang Putih Temanggung(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2026-06-03) BRMP Agroklimat dan Hidrologi PertanianModernisasi Pertanian Bawang Putih: Survei Potensi Air Demplot Perbenihan Bawang Putih Temanggung 🌱 Tim BRMP Agroklimat telah melaksanakan melaksanakan peninjauan lapangan dan pengukuran geolistrik guna mendukung keberlanjutan demplot perbenihan bawang putih BRMP Tanaman Sayuran. Dengan tantangan di lahan demplot cukup besar—mulai dari debit air permukaan yang terbatas, topografi yang ekstrem, hingga langkanya potensi air tanah di area tersebut—survei hidrotopografi ini sangat krusial untuk merancang sistem pengairan berbasis gravitasi yang paling efektif ke depan