Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 128
- ItemPetunjuk Teknis Produksi Benih Gandum Terstandar(Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia, 2026) Amin Nur; Fauziah Koes; Jamaluddin; Muzdalifah Isnaeni; Sukmawati Mawardi; Annisa S. SalsabilaPanduan ini disusun untuk memberikan pemahaman teknis yang komprehensif tentang tahap-tahap budidaya, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih bermutu, teknik penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Diharapkan petani dan pelaku agribisnis dapat mengaplikasikan langkahlangkah tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil gandum secara optimal. Penerbitan buku gandum diharapkan dapat menjadi rujukan dan sekaligus bahan pertimbangan, mendorong timbulnya ide dan pemikiran untuk pengembangan gandum di Indonesia.
- ItemHasil dan Strategi Penelitian Jagung, Sorgum, dan Terigu dalam Pencapaian dan Pelestarian Swasembada Pangan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1994) Subandi; Marsum Dahlan; Amsir RifinDengan mengasumsikan petani menanam varietas unggul yang tersedia dan 60% dari hasil rata-rata percobaan dapat direalisasi oleh petani (faktor konversi hasil, FKH= 0,6), maka prakiraan produksi jagung pada tahun 1998 adalah 7,6 juta lon. Untuk mencapai produksi sebesar 8,9 juta ton sesuai prakiraan Departemen Pertanian, maka FKH harus ditingkatkan menjadi 0,7. Untuk itu diperlukan penanganan intensif dalam perbenihan dan sarana produksi lainnya, penyuluhan teknologi, pengolahan produk dan pemasarannya, serta penyediaan kredit. Penelitian di lahan petani untuk mendapatkan paket teknologi perlu diperluas. Penelitian paket teknologi bagi lahan berproduktivitas rendah/marginal dengan masukan rendah perlu dipertajam. Penelitian rintisan di berbagai disiplin perlu terus dipacu guna mendukung penelitian terapan yang adaptif. Sorgum memiliki potensi untuk dikembangkan di lahan atau pada musim di mana tanaman lain sepertijagung dan padi tidak dapat memberi hasil baik. Selain itu, dua galur terigu diidentifikasi sebagai varietas unggul.
- ItemSorgum: Kegunaan, Pola Tanam, dan Teknik Budi Daya(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Sukarno Roesmarkam; Sutoro; SubandiProduksi sorgum berfluktuasi dari tahun ke tahun. Sebagian besar (70-90%) produksi digunakan untuk pakan dan sebagian lagi untuk pangan dan industri. Pemasaran komoditas ini di sentra produksi berjalan lancar. Dalam Pelita telah dilepas dua varietas unggul, yakni Sangkur dan Mandau. Selain itu telah diperoleh pula sejumlah galuryang memiliki kualitas biji baik dan cocok dijadikan sebagai bahan penganekaragaman pangan. Beberapa galur hibrida memberikan hasil yang lebih tinggi dan mantap, tetapi umurnya agak dalam dan batangnya cukup tinggi. Penanaman sorgum di lahan sawah tadah hujan bekas padi dengan pengolahan tanah minimum memberikan hasil yang setara dengan tanah diolah sempurna. Biji sorgum dapat digunakan untuk roti tawar. Kemekaran dan rasa roti dari sorgum tidak berbeda nyata dengan roti dari tepung terigu. Biji sorgum juga telah digunakan untuk media starter dalam memproduksi jamur kayu.
- ItemKondisi dan Peluang Peningkatan Produksi Jagung di Sumatra Barat(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Nasrul HosenPermintaan terhadap jagung terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga impor jagung tidak dapat dihindari meskipun pada periode tertentu terjadi kelebihan produksi. Teknologi produksi jagung relatif sudah berkembang di kalangan petani, namun rata-rata hasil yang dicapai petani masih rendah sehingga perlu dikaji faktor penyebabnya. Studi kasus di beberapa sentra produksi di Sumatra Barat menunjukkan bahwa petani tanggap terhadap harga jagung. Petani tertarik untuk memperbaiki sistem produksi apabila hargajagung stabil dan menguntungkan mereka. Penggunaan pupuk urea, TSP, dan KCI beragam antar-petani dan antar-lokasi dengan koefisien keragaman yang cикир tinggi. Hal ini merupakan salah satu penyebab beragamnya hasil jagung. Bila petani di sentra produksi menerapkan teknologi pemupukan sesuai anjuran, produksi diperkirakan akan meningkat sebesar 40%. Penelitian pengembangan (on-farm research) di Kabupaten Tanah Datar menunjukkan bahwa hasil jagung yang diperoleh petani nonkoperator hanya 2,75 1, sedangkan yang diperoleh petani koperator mencapai 4,54 t/ha. Agar teknologi produksi dapat diadopsi oleh petani secara utuh dan cepat, maka tataniagajagung perlu diperbaiki agar tercipta sistem yang menguntungkan petani sebagai produsen di satu pihak dan pelaku ekonomi lainnya di pihak lain. Strategi pengembangan jagung berdasarkan konsep agribisnis tampaknya perlu segera diterapkan.
- ItemPenelitian Pengembangan Usahatani Jagung di Bumi Asih Kalimantan Selatan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Hairunsyah; Rosita Galib; Syaiful AsikinTujuan utama penelitian pengembangan adalah mempercepat proses alih teknologi, yang diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani secara berkelanjutan. Di Kalimantan Selatan telah dilakukan penelitian pengembangan usahatanijagung dengan melibatkan 40 petani koperator pada areal seluas 30 ha. Hasil jagung dalam penelitian yang dilakukan di lahan petani ini pada MH 1992/93 mencapai 4 t/ha, jauh lebih tinggi daripada hasil di tingkat petani, yang berkisar antara 1,0-2,5 t/ha. Pendapatan bersih yang diterima petani koperator dari usahatani jagung tersebut mencapai Rp430.000, atau tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang diterima petani nonkoperator. Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah setempat, petani berpartisipasi penuh dalam penelitian pengembangan. Untuk lebih mempercepat proses alih teknologi, kegiatan pembinaan dan penyuluhan dalam penelitian pengembangan perlu lebih diintensifkan.