Lingkungan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 47
- ItemAdaptasi Varietas Pisang di Lahan Kering Dengan Pola Tanaman Sela(BPTP Karangploso, 1998) PURNOMO, S; Baswarsiati; A.Roudhy Effendy
- ItemAnalisis Ekonomi Pola tanaman Pisang di Lahan Kering Das Brantas(BPTP Karangploso, 1998) WAHYUNINDYAWATI; F. Kasijadi; D.D.Widjajanto
- ItemPengkajian Pengembangan Kelembagaan Keuangan Mikro (LM) Dalam Mendukung Primatani di Jawa Timur(BPTP Jatim, 2007) IRIANTO, B.; W. Istuti; T. Zubaidi
- ItemSumbangan pemikiran bagi pembangunan pertanian di Irian Jaya(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 1991) Achmad Dimyati; Kedi Suradisastra; Agusli Taher; M. Winugroho; D. D. Tarigan; A. SudrajatPembangunan di wilayah Indonesia Bagian Timur (IBT) relatif masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan pembangunan di wilayah Indonesia Bagian Barat (IBB). Ketertinggalan tersebut mencakup hampir semua sektor, termasuk pertanian. Padahal wilayah IBT mempunyai sumberdaya alam yang cukup potensial untuk digali dan dikembangkan bagi pembangunan nasional. Meski demikian disadari pula bahwa di balik potensi tersebut terdapat berbagai kendala, baik yang bersifat teknis maupun non-teknis, yang perlu diidentifikasi secara cermat guna diupayakan jalan keluarnya. Untuk memahami kondisi pertanian setempat dalam mendukung upaya pembangunan di wilayah IBT, Badan Litbang Pertanian telah melaksanakan penelitian eksploratif di tiga propinsi, yaitu Irian Jaya, Maluku, dan Timor Timur. Penelitian yang menerapkan metode Pemahaman Pedesaan dalam Waktu Singkat (Rapid Rural Appraisal=RRA) ini melibatkan peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan komoditas di lingkup Badan Litbang Pertanian serta petugas pertanian setempat. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam bentuk tiga buku terpisah, sesuai dengan propinsi masing-masing. Informasi yang terkandung dalam laporan ini diharapkan bermanfaat, baik bagi pembuat kebijakan maupun bagi peneliti, penyuluh, dan pihak lain yang terkait. Kepada Proyek Pembangunan Penelitian Pertanian Nasional (P4N) yang telah membiayai penelitian dan penerbitan laporan ini kami ucapkan terima kasih.
- ItemPERBANDINGAN PENGGUNAAN EM4 DAN RAGI TAPE DALAM PEMBUATAN POC URINE SAPI DAN DAUN LAMTORO(2025-08-10) EGA KUSMAWATIPupuk organik cair (POC) merupakan salah satu alternatif pemupukan yang ramah lingkungan dan dapat meningakatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. POC berbahan urine sapi memiliki kandungan unsur hara makro seperti nitrogen sekitar 1,4 - 2,1%, fosfor 0,6 – 0,7%, dan kalium 1,6 – 2,1% yang bermanfaat bagi pertumbuhan tananan. (Riyanto et al., 2021). Di sisi lain, daun lamtoro (Leucanea leucocephala) juga diketahui memiliki kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan senyawa bioaktif flavonoid dan tanin yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang pertumbuhan tanaman. Proses fermentasi dalam pembuatan POC sangat menetukan kualitas pupuk yang dihasilkan. Untuk mempercepat proses penguraian bahan organik diperlukan aktivator mikroorganisme untuk membatu penguraian salah satunya EM4, namun EM4 harga lumayan mahal, dibandingkan dengan ragi tape yang relatif murah. Effective Microorganism 4 (EM4) adalah mikroorganisme yang dapat membantu dalam pembusukan bahan organik. Jumlah mikroorganisme yang berada dalam fermentasi di dalam EM4 sangat banyak, diantaranya ada lima golongan pokok, yaitu bakteri Fotosintetik, Lactobacillus sp, Streptomyces sp, Ragi (yeast), Actinomycetes.