Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 1630
  • Item
    Efesiensi Biaya Pengendalian Helicoverpa armigera Dan Spodoptera litura Dengan Patogen Serangga Pada Tumpangsari Kapas+Kedelai
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) IGAA. Indrayani, Suprapto, Subiyakto dan A.A.A. Gothama
    Pengembangan kapas mula-mula dipusatkan di daerah tadah hujan dengan pola monokultur, tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani kapas+palawija dapat mengurangi risiko kega- galan, serta meningkatkan pendapatan peta-ni, maka pada tahun 1988 diperkenalkan sistem tumpangsari kapas + kacang hijau di lahan tadah hujan dan kapas + kedelai di lahan sawah (HAS- NAM dan ADISARWANTO, 1993).
  • Item
    Tumpangsari Kapas Dan Wijen Di Lahan Kering
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Syafrudin Kadir dan Peter Tandisau
    Penanaman beberapa jenis tanaman semusim dengan sistim monokultur akan mempersempit unit usahatani. Akibatnya tingkat produktivitas la- han dan pendapatan petani per satuan luas menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pola tanam tumpangsari atau intercropping (SAHID et al., 1994).
  • Item
    Budidaya Tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002) Taryono; Ruhnayat, Agus
    Tanaman lidah buaya (Aloe vera) berasal dari Kepulauan Canary, sebelah barat Afrika dan diperkirakan masuk ke Indonesia mulai pada abad ke 17. Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa lidah buaya merupakan tanaman asli dari dataran Asia dan Amerika. Manfaat lidah buaya telah dikenal sejak lama, ragam unsur yang terkandung dalam sari lidah buaya mampu meningkatkan daya sembuh yang luar biasa bagi tubuh manusia dan banyak dipakai untuk kosmetika. Konon, Cleopatra dan Nafertiti, dua wanita cantik yang pernah hidup di zaman Mesir kuno merawat kecantikan diri mereka dengan cara menggunakan gel Aloe vera untuk mandi. Suku Indian Amerika menganggapnya sebagai tumbuhan dewa karena khasiatnya untuk menyembuhkan bermacam luka. Literatur lama memaparkan bahwa tanaman ini berguna untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit, jamur, kulit terbakar, gigitan ular, juga sebagai hair tonik untuk merangsang pertumbuhan rambut. Lebih dari 17 jenis lidah buaya telah dibudidayakan di daerah tropis, namun sampai saat ini hanya ada tiga jenis yang diusahakan untuk tujuan komersial yaitu: Aloe barbadensis dari Amerika, Aloe ferox dari Afrika, dan Aloe Sinensis dari Asia (Cina). Aloe Barbadensis adalah yang terbaik karena lebih tahan terhadap hama dan penyakit, ukurannya jauh lebih besar dibanding jenis lainnya. Zat-zat yang terkandung pada jenis tersebut paling lengkap, yakni lebih dari 75 macam zat yang sangat diperlukan tubuh, dan yang terpenting aman untuk dikonsumsi. Tanaman lidah buaya ada juga jenis beracun.
  • Item
    Budidaya tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2001) Wiratno; Tombe, Mesak; Emmyzar
    Dalam budidaya tanaman, peranan pestisida untuk menyelamatkan produksi sangatlah penting. Peranan tersebut lebih terasa menonjol maLnakala pertanaman sudah dalam keadaan terserang parah oleh hama maupun penyakit. Dalam keadaan demikian, seringkali petani kurang mempertimbangkan lagi soal keamanan dari jenis pestisida yang dipergunakannya, yang penting hama dan penyakit dapat tertanggulangi dan tanaman dapat diselamatkan. Dewasa ini dengan makin meningkatnya pengatahuan dan kesadaran akan bahaya dari efek samping penggunaan pestisida terutama dari jenis sintetik/anorganik, penggunaan pestisida jenis ini cenderung sudah berkurang, sementara pencarian terhadap jenis-jenis pestisida yang lebih aman terhadap jasad bukan sasaran semakin meningkat. Salah satu jenis pestisida yang aman dan mempunyai prospek sangat cerah untuk dimanfaatkan dimasa mendatang adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan yang dikenal dengan pestisida nabati. Kenyataan ini didasarkan atas keyakinan bahwa tanaman merupakan sumber terkaya senyawa bioaktif alami yang merupakan hasil metabolit sekunder sejalan dengan proses evolusinya dalam mempertahankan diri dari serangan berbagai musuhnya. Efek pestisida nabati terhadap serangga dapat bersifat antifeedant (penolak makan), menghambat pertumbuhan, proses fisiologis dan perilaku serangga juga dapat mengakibatkan penurunan ketahanan hidup.
  • Item
    Bercocok Tanam Mengkudu (Morina citrifolia L.)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002) Djauhariya, Endjo; Ruhnayat, Agus
    Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan tanaman obat yang cukup potensial untuk dikembangkan. Hampir semua bagian tanaman mengkudu mengandung berbagai zat yang berguna untuk pengobatan maupun menjaga kesehatan. Daun mengkudu mengandung berbagai zat yang berguna untuk pengobatan maupun menjaga kesehatan tubuh. Daun mengkudu mengandung protein, zat kapur, zat besi, karoten dan askorbin. Kulit akarnya mengandung senyawa morindin, morindon, aligerin-d-methyleter, dan soranyideal. Senyawa-senyawa yang beperan dalam pengobatan adalah yang terdapat dalam sari buahnya antara lain xeronin, proxeronin, proxeronase, serotonin, zat anti kanker (damnacanthal),scopoletin, vitamin A, vitamin C, anti oksidan, mineral (kalium, natrium, kalsium, zat besi), protein, karbohidrat, kalori, lemak, karbohidrat, niamin, thiamin dan riboflavin. Pemanfaatan mengkudu sebagai obat dan sayuran sudah dikenal sejak jaman dulu tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh belahan dunia.