Sarana Produksi
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 22
- ItemSukses Swasembada: Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045(Kementerian Pertanian, 2017) Andi Amran SulaimanSebagai bentuk keseriusan membangun fondasi menuju lumbung pangan dunia, maka bisa dilihat dari kebijakan dan program yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir ini. Perbaikan irigasi untuk 3 juta hektare dikerjakan dalam waktu 1,5 tahun dari target 3 tahun. Pembangunan embung, longstorage dan dam parit mencapai 3.771 unit. Penyediaan alsintan 180 ribu unit (naik 2.000 persen), asuransi pertanian 674.650 hektare (naik 100 persen), dan pengembangan benih unggul untuk memenuhi 2 juta hektare penanaman padi. Selain itu, Pemerintah juga membangun lumbung pangan di wilayah perbatasan negara, integrasi jagung-sawit 233 ribu ha, peningkatan indeks pertanaman, pengembangan lahan rawa lebak dan sapi indukan wajib bunting. Program lainnya adalah membangun Toko Tani Indonesia sebanyak 1.218 unit atau naik 100 persen. Dengan fondasi pembangunan pertanian yang semakin kuat, Indonesia mampu melewati ancaman peristiwa El Nino 2015 dan La Nina 2016. Keberhasilan beradaptasi terhadap perubahan iklim, menjadikan tidak ada lagi musim paceklik karena produksi pangan bisa dipertahankan dan ditingkatkan sepanjang tahun. Hasilnya adalah kebutuhan pangan terpenuhi dan impor pangan menurun bahkan tidak ada impor pangan pada tahun 2016.
- ItemKajian Teknik Kemasan Untuk Transpostasi Jarak Pendek dan Jauh Mangga(BPTP Karangploso, 1998) SUHARDJO; Yuniarti; P. Santoso
- ItemUJITEKNOLOGI PENGELOLAAN SAUS PEPAYA DAN JAM MANGGA PADA TINGKAT TANI WANITA DI GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG(PSE, 2002) YUNIARTI; S. Nurbanah; R.D.Wijadi
- ItemRoadmap Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian Menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern(Agro Indo Mandiri dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, 2022) Jamil, Ali; Hermanto; Alihamsyah, Trip; Hendayana, Rachmat; Prayogo; Kustiari, Reni; Syahyuti; Prabowo, Agung; Dariah, AiRoadmap atau peta jalan pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), merupakan rujukan yang krusial bagi pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah. Tersusunnya Roadmap PSP mendorong pelaksanaan pembangunan PSP menjadi lebih efektif dan berjalan sistematis berdasarkan tahapan-tahapan kegiatan yang terstruktur. Sebagaimana diketahui umum bahwa PSP yang terdiri dari penyediaan lahan, irigasi pertanian, pupuk & pestisida, dan alat & mesin pertanian (alsintan) serta pembiayaan pertanian memiliki peran sangat penting dalam peningkatan produksi pertanian. Eksistensi Prasarana dan Sarana Pertanian menjadi pemacu atau enabler pencapaian target produksi pertanian.
- ItemMaster Plan Pengembangan Pertanian Presisi(Agro Indo Mandiri dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, 2023) Jamil. Ali; Hermanto; Rahmanto; Prabowo, Agung; Alihamsyah, Trip; Hadi, Prayogo U.; Hendayana, Rachmat; Syahyuti; Kustiari, Reni; Rahmarestia, Elita; Trimulyantara, FX. Lilik; Suparlan; Budiarti, Uning; Lugan, Alkasuma; Pitoyo, JokoPertanian presisi sebagai salah satu model pertanian modern berbasis smart farming, konsepnya akan mengubah pola pengelolaan pertanian konvensional menjadi lebih produktif dan efisien melalui sistem otomatisasi kontrol serta monitoring memanfaatkan teknologi Internet of Thing (IoT) mengacu pada: (a) Management Information System (MIS), (b) Precission Agriculture (PA) dan (c) Cyber Physical System (CPS). Pengembangan pertanian presisi akan menjadi solusi mengatasi tantangan pembangunan pertanian yang semakin kompleks, karena deraan perubahan iklim, degradasi dan alih fungsi lahan, serangan hama penyakit serta munculnya isu ketidakpastian keberlanjutan produksi pangan dan pertanian.