Penyaringan Galur Kedelai terhadap Penyakit Karat Daun Isolat Arjasari di Rumah Kaca

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Santosa, Budi; Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor
dc.date 2017-02-04
dc.date.accessioned 2018-05-25T08:51:11Z
dc.date.available 2018-05-25T08:51:11Z
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bpn/article/view/6040
dc.identifier 10.21082/blpn.v9n1.2003.p26-32
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/2163
dc.description AbstractSo for, soybean inprovement for rust resistant has not taken location in to account so that the oftimum yield has never been attained, in Indonesia soybean grown in wide sauge of envisowaments, sokese in each location different straints of rust is found. Therefore, the breeding strategy should aim as developing specific location cultivars rsisteant to soybean rust. This study was aimed at indetifying soybean lines/cultivars resistant to rush. Fifty lines/cultivars were screened for thees resistance againts rust isolat predominant in Arjasari, Bandung, in the greenhouse of the Indonesian Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research Institute. Discase severity was scored using combined methods of INTSOY and IWGSR. Based on the discase intensity observed, these were sevo lines 5X45(2)(25)A(39) and 14X9(5) showed moderate resistant, while the rest of the lines were moderately susceptible and susceptible. Line 14X9(5) was the least infected (46.1%) while Ringgit was the most infected (96.7%).AbstrakSampai saat ini varietas unggul kedelai tahan penyakit karat dikembangkan tanpa mempertimbangkan lokasi sehingga sulit dicapai hasil optimal. Di Indonesia, areal penanaman memiliki kondisi lingkungan yang beragam. Isolat jamur karat di suatu lokasi berbeda dengan lokasi lainnya, sehingga perlu dikembangkan varietas unggul yang spesifik lokasi. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk mendapatkan galur yang tahan terhadap penyakit karat. Penyaringan 50 galur/varietas kedelai dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor. Isolat yang digunakan berasal dari Arjasari Kabupaten Bandung. Parameter yang diamati adalah intensitas penularan penyakit karat. Pengamatan berdasarkan kombinasi metode INTSOY dengan IWGSR dapat digunakan untuk mengetahui penularan penyakit karat daun pada kedelai di rumah kaca. Dari penelitian ini terdapat dua galur yang agak tahan, yaitu 5X45(2)(25)A(39) dan 14X9(5), sedangkan 48 galur lainnya termasuk rentan dan agak rentan. Intensitas penularan penyakit pada galur 14X9(5) adalah yang terendah (46,1%), sedangkan tingkat penularan tertinggi pada varietas Ringgit (96,7%). en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bpn/article/view/6040/5234
dc.rights Copyright (c) 2017 Buletin Plasma Nutfah en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2549-1393
dc.source 1410-4377
dc.source Buletin Plasma Nutfah; Vol 9, No 1 (2003): Juni; 26-32 en-US
dc.title Penyaringan Galur Kedelai terhadap Penyakit Karat Daun Isolat Arjasari di Rumah Kaca en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account