Buletin Pengujian Mutu Obat Hewan
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 187
- ItemImplementasi Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) Dalam Menjamin Mutu Obat Hewan: Kajian dan Aplikasi Praktis di Industri farmasi Veteriner(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Muhammad Zahid; Ketut Karuni N.Natih; Istiyaningsih
- ItemMonitoring Resistansi Kolistin Pada Escherichia Coli Dari Ayam Broiler Pasca Pelarangan Penggunaan Kolistin Pada Hewan Produksi di Indonesia(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Maria Fatima Palupi; Nurhidayah; Novida Ariyani; Siti Khomariyah; Ambarwati; Indriyana; Anna Miftahul Jannah M.; Emi Rusmiati; Nafisah Idrishanti; Fika Astati Fanani
- ItemBersama Lawan rabies Tanpa ada yang tertinggal: Implementasi Kampanye Kesehatan Hewan Inklusif untuk siswa Tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB)(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Muhammad Zahid,; Ketut Karuni N.Natih
- ItemKebijakan Implementasi Farmakovigilans Dalam Pengawasan Obat Hewan Di Indonesia: Tanangan dan Startegi Penguatan(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Muhammad Zahid; Ketut Karuni N. Natih; Istiyaningsih
- ItemEvaluation of Antibiotic/Antibacterial From Passive Veterinary Drug Sampels At National Veterinary Drug Assay Laboratory (NVDAL) Year 2021-2024(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Maria Fatima PalupiResistansi bakteri terhadap antimikrob saat ini menjadi ancaman yang sangat serius bagi kehidupan manusia dan hewan. Penggunaan antibiotik yang tidak memenuhi standard kesehatan yang telah disyaratkan memicu timbulnya resistansi antibiotik. Sebaliknya, antibiotik yang digunakan secara tepat akan berkontribusi besar dalam menekan jumlah laju resistansi antibiotik pada hewan. Kajian ini bertujuan mengevaluasi berbagai jenis zat aktif antibiotik dari sampel yang diterima oleh Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) pada periode tahun 2021-2024. Berdasarkan hasil kajian ditemukan golongan fluoroquinolone adalah antibiotik yang paling sering ditemukan pada sampel sertifikasi dan layanan teknis. Sedangkan tetrasiklin adalah golongan yang mayoritas ditemukan pada sampel layanan daerah/regional. Dari tulisan ini diketahui terdapat beberapa jenis antibiotik yang digunakan di hewan yang masuk ke kategori Highest Priority Critically Important Antimicrobial (HPCIA). Oleh karena itu, sangat dibutuhkan regulasi yang ketat, pengawasan lebih lanjut, serta pemahaman kepada semua pihak terutama peternak serta masyarakat veteriner mengenai bahaya dan risiko penggunaan antibiotik yang sesuai anjuran dokter hewan.