Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Pengaruh tumpangsari dibawah kelapa terhadap komponen generatif kelapa dan padi gogo
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-09) ELNA KARMAWATI DAN A. ARIVIN RIVAIE
Lahan di antara kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai tanaman tanaman sela, termasuk tanaman sela pangan. Padi gogo merupakan salah satu alternatif komoditas pangan yang cukup berpeluang diusahakan untuk maksud tersebut. Bertitik tolak dari pemikiran di atas, maka dilakukan percobaan di Desa Gunung Adi, Lampung Tengah, pada tanah podsolik, untuk mempelajari sejauh mana pengaruh berbagai pola tumpangsari di bawah kelapa dengan komponen tanaman tahunan bertajuk lebih rendah lainnya terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak kelompok yang diulang 4 kali. Perlakuan pola tumpangsari yang diuji adalah (A) kelapa + lada perdu + padi gogo, (B) kelapa + panili + padi gogo dan (C) kelapa + kakao + padi gogo. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pola tumpangsari yang berbeda di bawah kelapa menghasilkan jumlah bunga betina dan buah kelapa hibrida yang tidak berbeda. Akan tetapi pola tumpangsari yang berbeda menghasilkan tinggi tanaman padi, jumlah gabah per malai dan bobot gabah yang berbeda. Pola tumpangsari kelapa + (lada perdu + padi gogo) merupakan pola alternatif yang memberikan hasil gabah lebih tinggi dibandingkan pola kelapa + (panili + padi gogo) dan pola kelapa + (kakao + padi gogo).
Item
Penelitian sistem usahatani tanaman industri terpadu di lahan kering kalimantan Timur
(1993-09) SYAHRIAL TAHER, A. ARIVIN RIVAIE DAN AFRIZON
Telah dilakukan penelitian sistem usahatani dasar tanaman industri di Loa Janan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan paket teknologi sistem usahatani tanaman industri terpadu di lahan kering Kalimantan Timur. Penelitian ini dimulai sejak bulan Juli tahun 1992 sampai dengan Agustus 1993, yang dibagi atas 2 tahap kegiatan, yaitu berupa Survei dan On Farm Research. Pelaksanaan survei menggunakan teknik Rapid Rural Appraisal (RRA) untuk mendapatkan profil lokasi penelitian, yaitu Dusun Tani Bhakti, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan. Untuk kegiatan On Farm Research, pola yang digelar di lahan petani adalah: (A) Kelapa + (Jahe); (B) Kelapa + (Jagung); (C) Kelapa + (Kacang panjang) dan; (D) Kelapa + (Semangka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Potensi sumber daya alam pertanian di Dusun Tani Bhakti cukup prospektif untuk dikembangkan, walaupun dijumpai kendala seperti keterbatasan modal dan kelangkaan tenaga kerja. (2). Dari pengamatan dinamika kelompok, khususnya partisipasi petani, terlihat bahwa motivasi dan adopsi petani terhadap teknologi cukup tinggi, (3). Tanaman kelapa sebagai tanaman pokok dalam usahatani terpadu ditinjau dari kesesuaian lingkungan, cukup potensial untuk dikem-bangkan di daerah ini dan, (4) Pola usahatani kacang panjang di antara kelapa merupakan pola paling efesien, artinya memberikan keuntungan tertinggi.
Item
Pertumbuhan bibit cengkeh yang dipupuk fosfat dan aplikasi Triakontanol
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-09) AZMI DHALIMI
Pertumbuhan bibit cengkeh di pembibitan dapat ditingkatkan kualitasnya dengan memberikan berbagai perlakuan, di antaranya pemupuakan dan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) telah dilakuakan pupuk fosfat dan aplikas Triakontanol (Tria) pada bibit cengkeh di KP. Cimanggu, Bogor selama 10 bulan sejak awal Februari 1990 dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauhmana pengaruh penambahan pupuk fosfat dan aplikasi Tria terhadap pertumbuhan bibit. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial di ulang dua kali dengan menggunakan 12 tanaman perpetak. Tiga faktor dengan diuji pada beberapa taraf, yaitu (1) pupuk fosfat terdiri atas 0, 2, 4 dan 6 P2O5; Tria terdiri atas 0, 0.25, 0.50 dan 0.75 mg L¹); (3) selang waktu aplikasi terdiri atas 1x10, 1x20 dan 1x30 hari. Pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan diameter batang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat kenaikan in-teraksi antara pupuk fosfat 0 g P2Os dengan 0.75 mg L Tria merupakan pilihan terbaik untuk tinggi tanaman, sedangkan untuk diambil batang adalah 2 g P2Os dengan 0.49 mg L Tria. Terhadap jumlah daun mengaruh pupuk fosfat dan Tria secara tunggal takaran 2 g P2Os cukup memadai, sedangkan Tria cukup dengan konsentrsi 0.25 mg L¹. Untuk -1 pertambahan jumlah cabang pemberian Tria konsentrasi 0.25 dirasa sudah cukup.
Item
Produktivitas kelapa hibrida peserta PIR-BUN PTP XI
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-09) ZUSJE UNTU
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas tanaman sangat rendah, kecuali pada kebun plasma yang masih dikelola oleh PTP XI. Masalahnya terletak pada kemampuan petani pengelola untuk mempertahankan tingkat kesuburan tanah, melaksanakan sanitasi kebun dan proteksi tanaman. Usaha rehabilitasi masih dapat dilakukan dengan memberi masukan sarana produksi, meningkatkan kemampuan mengelola kebun, membangkitkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap keberhasilan usaha taninya
Item
Pengaruh pemupukan terhadap jumlah tandan dan bunga betina kelapa Genjah kuning nias
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-09) MICHELLIA D., H. TAMPAKE DAN D. WAHYURIDA
Untuk melihat pengaruh pemupukan yang relatif cepat pada tanaman kelapa genjah kuning nias (KGN), diamati dua parameter pengamatan yaiyu (10. Jumlaah tandan dan (2) Jumlah bunga betina. GKN ini sudah terpilih sebagai materi persilangan tetua betina untuk menghasilkan kelapa unggul baru yaitu kelapa Hibrida. Dewasa ini keadaannya kurang terawat, untuk itu perlu dipupuk dan dipertahankan citranya sebagai bahan tetua betina terpilih. Penelitian dilakukan di Sub Balai Penelitian Kelapa Pakuwon, mulai bulan Agustus 1992 sampai dengan bulan Agustus 1993. Perlakuan yang diberikan adalah pupuk an organik urea sebanyak 2 kg, TSP sebanyak 1,5 kg dan KCL sebanyak 2,4 kg per pohon/tahun. Aplikasi pemupukan dilakukan sebanyak dua kali setahun yaitu pada bulan Oktober 1992 untuk aplikasi pertama dan bulan Maret 1993 untuk aplikasi kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terlalu banyak pengaruh pemupukan terhadap jumlahtan-dan/pohon/tahun. Sebaliknya untuk jumlah bunga betina sebelum dipupuk bulan September 1992 jumlah bunga betina 4.67/tandan, dan jumlah setelah dipupuk pada bulan Agustus 1993 jumlah bunga betina meningkat menjadi 50.68/tandan