Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Meningkatkan dan Memantapkan Produktivitas dan Produksi Padi Gogo
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Toha, Husin M.; K. Pirngadi; K. Permadi; Fagi, Achmad M.
Abstrak
Padi gogo (Oryza sativa L.) memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pemanfaatan lahan kering yang melimpah. Namun, produktivitasnya masih tergolong rendah akibat berbagai kendala biotik dan abiotik, seperti kekeringan, kemeranaan hara, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian/Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi komprehensif dalam meningkatkan dan memantapkan produktivitas serta produksi padi gogo secara berkelanjutan. Pendekatan yang diterapkan mencakup penggunaan varietas unggul baru (VUB) yang toleran terhadap kekeringan dan penyakit (seperti blas), penerapan teknik budidaya modern melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), perbaikan kesuburan tanah melalui pemupukan berimbang dan bahan organik, serta efisiensi pemanfaatan air. Penataan sistem tanam dan optimalisasi manajemen pascapanen juga menjadi kunci penting untuk menekan kehilangan hasil (loss). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi budidaya yang adaptif dan manajemen lahan yang tepat mampu meningkatkan hasil panen padi gogo secara signifikan sekaligus menjaga kestabilan produksinya dari musim ke musim.
Abstract
Upland rice (Oryza sativa L.) plays a strategic role in supporting national food security, particularly through the utilization of abundant rainfed drylands. However, its productivity remains relatively low due to various biotic and abiotic constraints, such as drought, nutrient deficiency, and pest or disease infestations. This paper aims to examine comprehensive strategies to sustainably enhance and stabilize the productivity and production of upland rice. The applied approaches include the deployment of new high-yielding varieties (HYV) tolerant to drought and blast disease, the adoption of modern cultivation techniques through Integrated Crop Management (ICM), the improvement of soil fertility via balanced fertilization and organic matter application, and efficient water use management. Optimizing cropping systems and post-harvest management are also critical to minimizing yield losses. The findings indicate that integrating adaptive cultivation technologies with proper land management significantly increases upland rice yields while maintaining production stability across seasons.
Item
Pemupukan Tanaman Padi
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Abdulrachman, Sarlan; Sembiring, Hasil; Suyamto
Abstrak
Pemupukan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian/artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengelolaan hara yang tepat melalui penentuan jenis, dosis, waktu, dan metode aplikasi pupuk yang optimal. Pendekatan pemupukan berimbang yang menggabungkan pupuk anorganik (seperti Urea, SP-36, dan KCl) dengan pupuk organik terbukti mampu meningkatkan efisiensi penyerapan hara oleh tanaman serta menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk yang sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman—khususnya fase vegetatif dan reproduktif secara signifikan meningkatkan jumlah anakan produktif, bobot gabah, dan hasil panen keseluruhan. Selain itu, penerapan teknologi pemupukan berbasis bagan warna daun (BWD) atau perangkat uji tanah sawah (PUTS) efektif mencegah pemborosan dan dampak lingkungan akibat kelebihan dosis. Diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi panduan praktis bagi petani dalam mengoptimalkan budidaya padi secara berkelanjutan.
Abstract
Fertilization is a critical factor in enhancing the productivity and yield quality of rice plants (Oryza sativa L.). This paper aims to examine the effectiveness of proper nutrient management through the determination of optimal fertilizer types, dosages, timing, and application methods. A balanced fertilization approach combining inorganic fertilizers (such as Urea, SP-36, and KCl) with organic fertilizers has been proven to improve nutrient uptake efficiency and maintain long-term soil fertility. The findings indicate that applying fertilizer in accordance with plant growth stages - specifically the vegetative and reproductive phases - significantly increases the number of productive tillers, grain weight, and overall yield. Furthermore, adopting site-specific fertilization technologies, such as Leaf Color Charts (LCC) or soil test kits, effectively prevents nutrient waste and environmental impacts caused by over-application. These insights provide a practical guide for farmers to optimize sustainable rice cultivation.
Item
Sistem Perbenihan Padi
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Nugraha, Udin S.; Wahyuni, Sri; Samaullah, M. Yamin; Ruskandar, Ade
Abstrak
Sistem perbenihan padi merupakan komponen krusial dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tata kelola sistem perbenihan padi, mencakup rantai produksi, distribusi, hingga sertifikasi mutu benih di tingkat petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam terhadap pemangku kepentingan kunci. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan benih bermutu (varietas unggul teruji) secara tepat waktu, tepat jumlah, dan harga terjangkau masih menghadapi kendala pada aspek rantai pasok dan kelembagaan penangkar benih lokal. Penguatan pengawasan mutu, digitalisasi sistem sertifikasi, serta kemitraan yang solid antara pemerintah, produsen benih, dan kelompok tani menjadi strategi utama dalam mengoptimalkan adopsi benih unggul secara merata.
Abstract
The rice seed system is a crucial component in supporting national food security and increasing agricultural productivity. This study aims to analyze the effectiveness of rice seed system governance, covering the production chain, distribution, and seed quality certification at the farmer level. The method used is a qualitative approach incorporating a literature review and in-depth interviews with key stakeholders. The results indicate that the timely, sufficient, and affordable availability of high-quality seeds (proven superior varieties) still faces constraints in supply chain logistics and local seed breeder institutional capacity. Strengthening quality control, digitalizing the certification system, and fostering solid partnerships between the government, seed producers, and farmer groups serve as the primary strategies to optimize the widespread adoption of superior seeds.
Item
Perakitan dan Pengembangan Varietas Padi Tipe Baru
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Abdullah, Buang
Abstrak
Perakitan dan pengembangan Varietas Padi Tipe Baru (VPTB) merupakan salah satu strategi pemuliaan tanaman yang krusial untuk menembus batas kejenuhan hasil (yield ceiling) pada varietas unggul konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perakitan genotipe padi dengan arsitektur tanaman ideal—seperti anakan produktif yang efisien, malai besar dengan jumlah gabah berisio tinggi, serta batang yang kokoh—guna meningkatkan potensi hasil secara signifikan. Melalui kombinasi metode pemuliaan konvensional dan seleksi berbasis marka molekuler, pengembangan VPTB diarahkan pada peningkatkan efisiensi fotosintesis, ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik, serta daya adaptasi yang luas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa genotipe VPTB yang dikembangkan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding konvensional, sehingga berpeluang besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan efisiensi penggunaan lahan pertanian.
Abstract
The breeding and development of New Plant Type (NPT) rice varieties is a crucial plant breeding strategy to break the yield ceiling of conventional high-yielding varieties. This study aims to examine the assembly process of rice genotypes with ideal plant architecture—characterized by efficient productive tillers, large panicles with a high grain count, and sturdy culms—to significantly increase yield potential. Through a combination of conventional breeding methods and marker-assisted selection, the development of NPT rice is directed toward improving photosynthetic efficiency, resistance to biotic and abiotic stresses, and broad adaptability. The evaluation results indicate that the developed NPT rice genotypes exhibit higher yield potential compared to conventional check varieties, offering great promise to support national food security and agricultural land-use efficiency.
Item
Prospek Pengembangan Varietas Padi Hibrida
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Satato; B. Sutaryo; B. Suprihatno
Abstrak
Kebutuhan beras nasional terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, sementara perluasan lahan pertanian semakin terbatas. Pengembangan varietas padi hibrida menjadi salah satu strategi krusial untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan nasional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prospek, potensi keberhasilan, tantangan utama, serta strategi pengembangan padi hibrida di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai data produktivitas, keunggulan heterosis, serta adopsi teknologi oleh petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas padi hibrida memiliki potensi peningkatan hasil sebesar 15–20% dibandingkan varietas inbrida unggul. Namun, pemanfaatannya masih dihadapkan pada kendala tinggi harga benih, keterbatasan ketersediaan benih berkualitas secara berkelanjutan, dan adaptabilitas terhadap stres biotik maupun abiotik. Dengan pemuliaan tanaman yang terfokus pada ketahanan hama serta efisiensi produksi benih lokal, padi hibrida memiliki prospek cerah untuk mengakselerasi produksi beras nasional secara berkelanjutan.
Abstract
National rice demand continues to rise in line with population growth, while agricultural land expansion remains limited. The development of hybrid rice varieties represents a crucial strategy to enhance productivity and support national food security. This article aims to examine the prospects, potential success, key challenges, and development strategies of hybrid rice in Indonesia. The method employed is a literature review analyzing productivity data, heterosis advantages, and technology adoption by farmers. The results indicate that hybrid rice varieties have the potential to yield 15–20% higher than inbred high-yielding varieties. However, their utilization is still constrained by high seed costs, limited sustainable supply of quality seeds, and adaptability to biotic and abiotic stresses. Through targeted plant breeding focusing on pest resistance and efficient local seed production, hybrid rice holds promising prospects for sustainably accelerating national rice production.