Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Pengendalian Hama Penggerek Batang dan Hama Utama Kedelai
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2022) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Perubahan iklim global memicu dinamika populasi hama hingga meningkatkan status penggerek batang (Melanogromyza sojae) dan kutu kebul (Bemisia tabaci) menjadi hama utama pada kedelai. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan rakitan teknologi pengendalian terpadu yang memadukan penggunaan varietas toleran (Dena 1), perlakuan benih dengan insektisida berbahan aktif tiametoksam (3 ml/kg benih), serta aplikasi biopestisida berbasis ekstrak serbuk biji mimba (SBM), entomovirus Sl-NPV (VIRGRA), dan entomopatogen Beauveria bassiana (Be-Bas). Kombinasi strategi ini terbukti efektif menurunkan intensitas serangan penggerek batang hingga 42,1% pada umur 28 HST, menekan populasi kutu kebul (hanya 18 ekor pada perangkap kuning umur 40 HST), serta mengendalikan serangan ulat grayak dan hama polong tanpa menimbulkan kerusakan biji yang nyata. Penerapan kombinasi pengendalian ini menghasilkan biji kedelai sebesar 2,2 t/ha setara dengan biopestisida terjadwal dan berada di atas rerata hasil varietas Dena 1 sekaligus menawarkan keunggulan berupa penurunan penggunaan pestisida kimia, ketersediaan residu yang aman, serta sifat ramah lingkungan.
Item
Bukasin Teknologi Budidaya Kacang Tanah untuk Produktifitas Tinggi dan Cemaran Aflotoksin Rendah
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2022) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Teknologi Bukasin merupakan inovasi terintegrasi yang memadukan paket budidaya berbasis Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dengan strategi penekanan cemaran aflatoksin untuk mengatasi masalah penurunan produksi kacang tanah dan risiko infeksi cendawan Aspergillus flavus (AfB1) yang berbahaya bagi kesehatan. Penerapan komponen teknologi ini melibatkan penggunaan varietas unggul seperti Garuda-5 yang tahan infeksi dan toleran kekeringan, pengaturan populasi tanaman (167.000–250.000 tanaman/ha), perlakuan benih dengan fungisida captan, pengapuran pada geocarphosphere, pengelolaan lengas tanah pada fase generatif, hingga penanganan pascapanen yang tepat. Hasil penerapan Teknologi Bukasin terbukti mampu mendongkrak produktivitas kacang tanah hingga 3,5 t/ha (rata-rata 2,8 t/ha polong kering) sekaligus menekan cemaran baik saat panen maupun setelah penyimpanan 3 bulan. Implementasi teknologi ini secara luas berpotensi memperkecil senjang hasil petani, mengurangi ketergantungan impor, serta menyediakan bahan baku pangan yang aman bagi ketahanan pangan nasional.
Item
Turiman Pagole Tumpangsari Padi Gogo dengan Kedelai
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Penerapan teknologi Tumpangsari Tanaman (Turiman) Pagole antara padi gogo dan kedelai merupakan solusi strategis untuk mengatasi efisiensi penggunaan lahan serta defisit kedelai nasional melalui optimalisasi lahan kering. Sistem ini diperkenalkan dalam dua pilihan pengaturan populasi, yaitu Model 6-3 (6 baris padi gogo : 3 baris kedelai) dan Model 4-3 (4 baris padi gogo : 3 baris kedelai) dengan penggunaan varietas unggul seperti Inpago 10 dan Dega 1 serta pemupukan berimbang berbasis pembenahan tanah. Hasil pengujian di IP2TP Kendalpayak menunjukkan produktivitas gabah padi gogo masing-masing mencapai 3,2 t/ha (Model 6-3) dan 2,7 t/ha (Model 4-3), disertai tambahan hasil kedelai sebesar 1,1 t/ha dan 1,4 t/ha. Secara finansial, kedua model ini terbukti ekonomis dan layak dikembangkan dengan nilai nisbah B/C sebesar 0,5 serta memberikan keuntungan bersih berturut-turut sebesar Rp9.086.500,00/ha dan Rp8.896.500,00/ha. Lebih lanjut, penerapan teknologi Turiman Pagole di tujuh provinsi sentra padi gogo di Indonesia berpotensi menambah luas areal tanam efektif kedelai hingga 396.500 ha serta memberikan kontribusi produksi signifikan bagi ketahanan pangan nasional.
Item
Terknologi Budi Daya Kacang Tanah pada Lahan Masam
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Pengembangan budi daya kacang tanah di lahan masam menghadapi kendala berupa tingkat keasaman tanah serta ancaman hama penting penggerek polong (Etiella zinckenella) yang dapat menurunkan hasil hingga 30–70%. Untuk mengatasi masalah tersebut, penerapan paket teknologi terpadu yang memadukan varietas toleran lahan masam, bahan amelioran, pupuk hayati, serta pemupukan NPK yang tepat terbukti mampu meningkatkan produktivitas polong kering hingga lebih dari 2,0 t/ha. Selain perbaikan hara, pengendalian hama menggunakan kombinasi biopestisida Biolec (3 kali) dan insektisida sihalotrin (1 kali) berhasil meningkatkan hasil polong kering mencapai 1,744 t/ha. Penerapan teknologi budi daya ini disesuaikan dengan pola tanam lokal—seperti penyisipan di antara monokultur ubikayu atau tumpangsari ubikayu dengan padi gogo/jagung serta didukung pemanenan tepat waktu saat matang fisiologis dan penanganan pascapanen yang benar guna menjaga mutu dan potensi hasil secara optimal.
Item
Teknologi Pengedalian Penyakit Kedelai dengan Biofungisida
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Penggunaan biofungisida merupakan teknologi ramah lingkungan yang efektif untuk mengendalikan penyakit utama pada tanaman kedelai, khususnya penyakit tular tanah dan karat daun. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi telah menguji tiga jenis biofungisida unggulan, yaitu TRICHOL-8 dan BACTAG untuk mengendalikan penyakit layu, hawar daun, serta rebah kecambah (S. rolfsii, R. solani, Pythium sp., dan Fusarium), serta CEKA (berbahan aktif minyak cengkeh hasil penyulingan) untuk menekan infeksi penyakit karat daun. Aplikasi TRICHOL-8 (2–3 g/kg benih) dan BACTAG (100 ml/kg benih) dilakukan sebagai perlakuan salut benih (seed treatment) saat tanam, dilanjutkan dengan penyemprotan BACTAG (100 ml/l) pada 14–35 HST dan CEKA (3 ml/l + perekat) pada 30–65 HST. Hasil validasi lapangan di Kabupaten Pasuruan dan Banyuwangi menunjukkan bahwa penerapan paket biofungisida ini mampu menghasilkan biji kering kedelai berturut-turut sebesar 1,678 t/ha dan 2,028 t/ha, yang kinerjanya setara dan sebanding dengan penggunaan fungisida kimia.