Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Pengaruh Pupuk P Dan K Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jahe Badak
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-10) M. Januwati, Susilowati A., Dedi S. Effendi dan Joko Pramono
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk optimal P dan K pada pertanaman jahe muda var. Badak. (Zingiber officinale Rosc). Percobaan berlangsung dari April sampai Juli 1991 di Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Boyolali pada tanah andosol dengan ketinggian 400 m di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan susunan faktorial. Faktor pertama adalah pupuk P (TSP), dan faktor kedua pupuk K (KCI) masing-masing pada dosis 0, 200, 400, 600, 800 dan 1 000 kg/ha. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pupuk P dan K nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, diameter batang serta produksi rimpang segar. Perlakuan kombinasi 800 kg TSP + 800 kg KCl tiap ha menghasilkan rimpang segar 18.75 ton/ha atau 210% lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, yang hanya mencapai 6.04 ton/ha.
Item
Studi Beberapa Inang Hama Tungau (Tetranychus SP.) Asal Tanaman Mentha SP.
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-10) Deciyanto S., I.M. Trisawa dan R.R. Adriani
Penelitian dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Kelti Hama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, dengan tujuan untuk mengetahui beberapa inang lain tungau (Tetranychus sp.) selain tanaman Mentha sp. Tanaman yang dicobakan adalah M. piperita, Rosa sp., Hibiscus rosa-sinensis, Angelica acutiloba, Jasminum sp., Ixora sp., Ricinus communis dan Solanum lycopersicum. Tungau diinokulasikan pada daun tanaman uji. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman A. acutiloba dan R. communis merupakan inang yang terbaik dan merupakan inang utama, sedangkan tanaman uji lainnya termasuk Mentha sp. merupakan inang lainnya. Pada kedua tanaman ini tungau memiliki ukuran diameter telur, ukuran tubuh larva, nimfa, dan imago yang lebih besar dibanding inang lainnya. Inang terburuk yaitu tanaman Ixora sp. Hal ini tampak dari rata-rata siklus hidup pada delapan tanaman yang diuji berkisar antara 13.2 - 18.6 hari dengan siklus hidup terpanjang pada tanaman Ixora sp. dan terpendek pada tanaman A. acutiloba. Keperidian tertinggi terjadi pada tungau yang hidup pada tanaman A. acutiloba dan terendah pada tanaman Ixora sp. Sedangkan pertumbuhan populasi yang paling besar pada tanaman A. acutiloba dan paling kecil pada tanaman Ixora sp.
Item
Pengaruh Pupuk N, P Dan K Pada Produksi Terna Dan Minyak Mentha Arvensis Pada Tanaman Andosol
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-10) Trisilawati Octavia dan Hobir
Pengaruh pemupukan N, P dan K pada produksi dan mutu minyak Mentha arvensis pada tanah andosol, diteliti di Kebun Percobaan Manoko dari bulan Pebruari sampai dengan Mei 1990. Percobaan dilakukan dalam rancangan acak kelompok dengan susunan faktorial, tiga ulangan. Faktor-faktor yang diuji adalah pupuk N (0, 100 dan 200 kg urea/ha). P (0, 100, 200 dan 300 kg TSP/ha) dan pupuk K. (0, 100, 200 dan 300 kg KCl/ha). Sebagai pupuk dasar digunakan pupuk kandang sebanyak 20 ton/ha yang diberikan dua minggu sebelum tanam. Pupuk urea diberikan dua kali, yaitu setengah dosis perlakuan pada umur seminggu dan sisanya diberikan pada umur tiga minggu setelah tanam. Pupuk P dan K seluruh dosis diberikan pada umur seminggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N meningkatkan produksi terna, sedang pupuk P dan K tidak berpengaruh terhadap parameter tersebut. Pada produksi minyak, terdapat pengaruh interaksi antara pupuk N, P dan K. Perlakuan pemupukan yang menghasilkan produksi minyak tertinggi adalah 100 kg urea + 200 kg TSP, 100 kg urea + 300 kg TSP serta 200 kg urea 300 kg TSP 300 kg KCI. Ketiga perlakuan tersebut menghasilkan produksi minyak yang relatif sama, masing-masing 61.57 63.72 dan 63.70 1 tiap ha. Terhadap mutu minyak pemberian pupuk NPK tidak berpengaruh, baik secara tunggal maupun interaksinya. Dengan demikian, untuk andosol di KP. Manoko pupuk yang paling efisien adalah 100 kg urea + 200 kg TSP tiap ha.
Item
Efesiensi Pengendalian Helicoverpa Armigera (Hubner) Dengan Nuclear Polyhedrosis Virus Dan Insektisida Pada Kapas
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-10) I.G.A.A. Indrayani dan A.A. Agra Gothama
Efisiensi pengendalian Helicoverpa armigera (Hubner) pada tanaman kapas dengan nuclear polyhedrosis virus (NPV) dan insektisida diteliti di Kebun Percobaan Karangploso, dari bulan Maret sampai September 1990. Tujuannya adalah untuk menilai efektivitas NPV terhadap populasi H. armigera dan musuh alaminya, serta untuk mengetahui nilai ekonominya. Perlakuan yang diuji adalah HaNPV, Ha NPV + endosulfan, Endosulfan dan Kontrol. Dosis HaNPV adalah 6 x 1011 PIB/ha, sedang endosulfan 1 liter/ha. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok, dengan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan HaNPV saja selama satu musim tanam kurang efektif mengendalikan H. armigera. Perlakuan endosulfan dan kombinasi HaNPV + endosulfan efektif menekan populasi H. armegara, yang ditunjukkan oleh kerusakan buah lebih rendah baik dibandingkan dengan HaNPV maupun kontrol. HaNPV lebih aman terhadap predator, H. sexmasculatus dan laba-laba dibandingkan dengan endosulfan. Pengendalian H. armigera dengan kombinasi HaNPV + endosulfan cenderung lebih efisien dibanding endosulfan atau HaNPV saja.
Item
Pengaruh Pengapuran Terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Lada Pada Tanah Podsolik Merah Kuning
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-10) M. Prama Yufdy
Studi tentang pengaruh kemasaman tanah, kekahatan unsur hara dan keracunan aluminium terhadap pertumbuhan beberapa varietas lada pada tanah podsolik merah kuning. telah dilakukan di Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Natar. Varietas lada yang ditanam adalah Natar 1, Natar 2, Petaling 1 dan Petaling 2. Tanah yang digunakan berasal dari Tegineneng, diperlakukan dengan empat taraf dosis kapur, masing-masing setara dengan 0.0 x A1-dd, 1.0 x Al-dd, 2.0 x A1-dd dan 3.0 x A1-dd. Semua perlakuan disusun secara faktorial dan dirancang secara acak kelompok dalam tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan keempat varitas lada tertekan pada tanah yang tidak diberi kapur walaupun telah dilakukan pemupukan. Pemberian kapur setara 1.0 x Al-dd telah dapat mengeliminir Al-dd tanah, namun kebutuhan kapur dari masing-masing varietas berbeda. Varietas Natar 1 dan Petaling 2 membutuhkan kapur setara 1.0 x Al-dd dan varietas Natar 2 membutuhkan kapur setara 1.0 - 2.0 x A1-dd. Varietas Petaling 1 pertumbuhannya telah cukup baik pada tanah yang tidak dikapur (0.0 x Al-dd), namun pertumbuhan terbaik terdapat pada tanah yang dikapur 1.0, 2.0 atau 3.0 x A1-dd.