Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Major Issues and Challenges for Improving the Marketing and Distribution of Agricultural Products
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2004-03) Nainggolan, Kaman
The world that we are facing today is characterized by rapid and fundamental change toward a new global economic change. Geopolitical change, which is not easily predictable as to its direction as well as its impact and the increasingly rapid development of science and technology are quickly driving the world economy into the era of globalization.
Over the past three decades, the economy of globality has grown enormously. The successes of GATT, APEC and other regional economic development, principally, produce agreement on opening the market all over the world. The significant action to achieve free trade is to reduce, step by step, tariff and non-tariff barriers that is believed to be the trade barrier in the past world trade. We have witnessed acceleration of international financial flows and massive growth of foreign direct investment, fuelled by the opening of world markets, all contributed to a significant expansion of the size of the global economy.
To compete in the international market, certain quality of products has to meet the requirements of the standardization systems, such as the series of ISO 9000. Therefore, production and marketing management quality should be improved to conform to international standards. World-class quality of products increases competitiveness and access to international markets. Accordingly, the agribusiness process should be market driven, in a sense that businessmen should produce what the market wants rather than selling what they can produce.
DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v2n1.2004.25-36
Item
Sistem Transportasi Perdagangan Ternak Sapi dan Implikasi Kebijakan di Indonesia
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2004-03) Ilham, Nyak; Yusdja, Yusmichad
Selain harga produk dan produk substitusinya, permintaan daging sapi, juga dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, jumlah penduduk dan selera masyarakat. Untuk kondisi Indonesia, sentra konsumsi daging sapi masih berada di sekitar wilayah perkotaan. Permintaan di wilayah ini cenderung lebih tinggi, karena jumlah penduduk yang lebih padat dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan. Di sisi lain, sentra produksi sapi potong membutuhkan sumberdaya lahan dan pakan yang memadai, sehingga secara umum berada di wilayah pedesaan. Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan diperlukan sarana dan prasarana transportasi dalam kegiatan perdagangan sapi potong antar daerah. Tuntutan selera sebagian besar masyarakat yang lebih menyukai daging segar dibandingkan daging olahan (beku dan kaleng) mengharuskan perdagangan daging sebagian besar masih dalam bentuk ternak hidup.
DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v2n1.2004.37-53
Item
Kebijakan Percepatan Pengembangan Industri Hilir Perkebunan: Kasus Teh dan Sawit
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2004-03) Suprihatini, Rohayati; Drajat, Bambang; Fajar, Undang
Ekspor komoditas perkebunan Indonesia sebagian besar masih dalam bentuk komoditas primer. Sebagai contoh, volume ekspor kopi Indonesia 97,7 persen masih dalam bentuk biji kopi. Demikian pula volume ekspor kakao 80,4 persen masih dalam bentuk biji kakao dan untuk ekspor teh 95,6 persen masih dalam bentuk teh curah. Pada minyak kelapa sawit, kondisinya sudah lebih baik karena volume ekspor dalam bentuk olahan telah mencapai 53,7 persen dari total volume ekspor, namun sebagian besar hanya berupa minyak goreng (olein) yang bernilai tambah rendah.
DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v2n1.2004.54-66
Item
Inkorporasi Perspektif Gender dalam Pengembangan Rekayasa Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan)
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2004-03) Suhaeti, Rita Nur; Suharni, Sri
Dalam perjalanan sejarah pembangunan di Indonesia, sumber daya manusia (SDM) laki-laki dan perempuan dinyatakan sebagai sumber daya insani pembangunan yang partisipasinya sangat diharapkan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga Indonesia. Namun demikian, sejarah juga mencatat bahwa kebijakan pembangunan yang selama ini dinyatakan bersifat netral, dalam implementasinya sering terjadi ketimpangan gender yang selanjutnya mengarah kepada ketidakadilan gender. Ketimpangan gender mengacu pada keadaan, di mana salah satu pihak (misalnya antara laki-laki vs perempuan, kelompok tua vs kelompok berumur muda, kelompok kaya vs kelompok miskin) lebih baik kondisinya dibandingkan pihak lainnya. Sedangkan ketidakadilan gender mengacu kepada situasi, di mana salah satu pihak gender telah dirugikan. Sebagai contoh adalah kondisi tingkat pendidikan kepala rumah tangga yang berusaha di bidang pertanian. Rata-rata pendidikan mereka masih rendah, tetapi persentase tingkat pendidikan perempuan yang rendah lebih besar dibandingkan dengan laki-laki.
DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v2n1.2004.67-76
Item
Pengendalian Gulma Pada Tanaman Padi
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Pane, Hamdan; Jatmiko, Sigit Yuli
Abstrak
Pengendalian gulma merupakan salah satu aspek krusial dalam budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.) untuk mencegah penurunan hasil panen akibat kompetisi nutrisi, air, dan cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai metode pengendalian gulma, meliputi metode mekanis, hayati, kimiawi, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada pertanaman padi. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi lapangan untuk mengevaluasi efisiensi biaya serta dampaknya terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode mekanis dan penggunaan herbisida selektif secara terukur memberikan tingkat efikasi tertinggi dalam menekan pertumbuhan gulma tanpa merusak ekosistem tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu merupakan strategi terbaik untuk menjaga produktivitas padi secara berkelanjutan.
Abstract
Weed control is a crucial aspect of rice (Oryza sativa L.) cultivation to prevent yield loss caused by competition for nutrients, water, and sunlight. This study aims to analyze the effectiveness of various weed management methods, including mechanical, biological, chemical, and Integrated Pest Management (IPM) approaches in rice fields. Data were collected through literature reviews and field observations to evaluate cost efficiency and environmental impacts. The results indicate that combining mechanical methods with targeted selective herbicides provides the highest efficacy in suppressing weed growth without damaging the soil ecosystem. This study concludes that an integrated approach is the most effective strategy for sustaining long-term rice productivity.