Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Penggunaan Traktor Tangan pada Usahatani Padi Jawa Barat, Indonesia: Sebuah Analisis tentang Ketenaga Kerjaan dan Keuntungan Pemilik
(Pusat Penelitian Agro-Ekonomi, 1984-01-01) Bunasor, Sanim; Lingard, John
Kajian ini mempelajari penggunaan traktor tangan di Jawa Barat, menganalisis keuntungan pemilik traktor, dan mengukur akibatnya terhadap tenaga kerja. Dari contoh sejumlah 61 pemilik traktor (43 bensin dan 18 disel) didapati 37 pemilik (28 bensin dan 9 disel) yang beroperasi di bawah titik impas. Pada saat pengumpulan data, harga baru pembelian traktor tidak menguntungkan bagi pemilik. Efek mekanisasi terhadap ketenagakerjaan diuji dengan analisis kovarian melalui analisis perbandingan 220 usahatani mekanis dan 214 non-mekanis. Usahatani non-mekanis menggunakan lebih banyak tenaga kerja per hektar, terutama tenaga dalam keluarga dan tenaga wanita. Peubah kunci yang mempengaruhi penggunaan tenaga kerja adalah musim, mekanisasi, ukuran usahatani, penggunaan pupuk dan macam tanah.
Item
Stategi Mekanisasi Pertanian dan Model Ekonomi Keseluruhan Indonesia
(Pusat Penelitian Agro-Ekonomi, 1984-01-01) Ahammed C.S.; Duff, Bart
Modernisasi di bidang pertanian mempunyai potensi untuk mengembangkan hubungan pertumbuhan yang besar dengan sektor ekonomi lain. Hubungan semacam ini timbul terutama karena teknologi baru tersebut membutuhkan pembelian untuk biaya modal dan operasi, serta yang lebih penting lagi, karena adanya peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa dari sektor ekonomi lain. Dengan menggunakan versi SAM (Social Accounting Matrix) yang dimodifikasi, makalah ini menguji derajat dan komposisi hubungan produksi dan konsumsi antara sektor pertanian dengan sektor ekonomi Indonesia yang lain. Diperoleh kesimpulan bahwa karena ukurannya yang besar, sektor padi menawarkan kesempatan peningkatan kesempatan kerja melalui perubahan pola konsumsi yang timbul akibat adanya substitusi di antara pola produksi alternatif. Pembahasan lebih lanjut terhadap pola ini memperlihatkan bahwa hubungan konsumsi yang paling besar terdapat pada sektor yang memberi pendapatan yang relatif lebih besar kepada tenaga buruh. Strategi pengembangan yang dititikberatkan pada hubungan ini dapat sesuai dengan pertumbuhan dan pemerataan jangka panjang yang serasi.
Item
Farmers Response to the System of Rice Intensification (SRI) Extension Material Improvement Exploring Economic Benefits of SRI, Biogas, and Worm Cultivation Integration
(IAARD Press, 2015-11-10) Maulana, Mohamad
The availability of abundant cattle waste in a village is an important factor for implementing organic rice farming practice. The utilization of cattle waste in SRI practice, biogas, and worm cultivation increase farmers’ income, but this issue is not informed well to farmers because traditionally agricultural extension agent focused on delivering cropping techniques than economic advantages. The objective of this study is to assess farmers’ response to the possibility of inserting the information about the economic benefits of integrating SRI, biogas, and worm cultivation in the SRI extension program. Respondents were conventional farmers in Boyolali Regency and using value added and farmers’ response concept. There are three activities in this research, namely obtaining value added throughout biogas value chain, presenting the value added to farmers, and receiving farmers’ response. The results shows in three parts of biogas value chain increase farmers’ economic benefits from Rp974 thousand/year to Rp5.18 million/year. Conventional farmers give high positive response to the integration of implementing SRI and following biogas project and receiving value-added from installing biogas digester. However, farmers give low response to worm cultivation due to unstable demand and price volatility. Ketersediaan kotoran sapi yang melimpah menjadi faktor penting dalam mengimplementasikan usaha tani padi organik. Penggunaan kotoran sapi dalam SRI, biogas, dan usaha budi daya cacing dapat menjadi upaya peningkatan pendapatan petani, namun informasi dan upaya ini kurang dipahami petani karena para penyuluh pertanian cenderung memfokuskan penyampaian informasi teknis bertanam organik dibandingkan keuntungan ekonomi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh respons petani terhadap kemungkinan memasukkan informasi perolehan nilai tambah dan keuntungan ekonomi dalam materi penyuluhan padi organik di mana kegiatannya difokuskan pada memperoleh data dan informasi nilai tambah pada rantai nilai biogas, mempresentasikan nilai tambah tersebut kepada petani dan memperoleh respons petani. Objek kajian ini adalah para petani konvensional di Kabupaten Boyolali dan menggunakan konsep nilai tambah dan respons petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa keuntungan petani bertambah mulai dari Rp974 ribu/tahun hingga Rp5,18 juta/tahun. Respons positif diperoleh keinginan petani menerapkan integrasi SRI dan biogas, tetapi tidak untuk usaha budi daya cacing karena ketidakstabilan permintaan dan harga produk.
Item
Observasi lalat rimpang pada pertanaman jahe di KP. Sukamulya
(MEDIA KOMUNIKASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1990-07) Elna karmawati, bariyah, momo iskandar, dan tri eko wahyono
Tujuan & Metode: Penelitian dilakukan dari Desember 1989 hingga Juli 1990 di KP. Sukamulya, Sukabumi, untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi populasi lalat rimpang jahe. Faktor yang diuji meliputi jenis jahe (Gajah dan Emprit), tumpangsari dengan tanaman inang lain (dengan dan tanpa kunyit), serta aplikasi insektisida (Kontrol, Azodrin 15 EC, dan Furadan 3G) menggunakan Rancangan Petak Terbagi Dua Kali dengan analisis non-parametrik uji $X^2$.
Item
Upah dan pendapatan karyawan lepas kebun kelapa PT. Perkebunan di Kabupaten Lebak, Jawa Barat
(MEDIA KOMUNIKASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1990-07) Rohayati S dan Mulni erfa
Tujuan & Metodologi: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan upah, struktur pendapatan, serta tingkat kesejahteraan karyawan lepas kebun kelapa PT. Perkebunan di Kabupaten Lebak, Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 1987 menggunakan metode survei terhadap 24 responden karyawan lepas dan 40 responden masyarakat non-karyawan di sekitar wilayah perkebunan