Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
BuDesa (Budi Daya Kedelai di Lahan Sawah)
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
BuDesa (Budi Daya Kedelai di Lahan Sawah) merupakan paket teknologi budi daya yang dirancang untuk mengoptimalkan pendapatan petani melalui peminimalan masukan sarana produksi tanpa mengurangi hasil. Diterapkan pada lahan sawah setelah tanaman padi (MK1) tanpa olah tanah, teknologi ini mengandalkan penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi seperti Devon 1, pembuatan saluran irigasi/drainase untuk mengatur kelembaban tanah, penanaman secara dicir lurus teratur (50 kg/ha benih), pemupukan terukur, serta penyiangan dan penanganan pascapanen yang tepat. Penerapan BuDesa pada hamparan skala 40 ha di Nganjuk terbukti efektif menghasilkan rata-rata produksi mencapai 2,30 t/ha sekaligus menyediakan benih sumber berkualitas tinggi untuk musim tanam berikutnya.
Item
Budenopi
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Budenopi (Budi Daya Kedelai Bebas Pestisida Kimia) merupakan paket teknologi budi daya yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan resistensi, resurjensi, dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida kimia. Teknologi ini mengintegrasikan efikasi berbagai biopestisida ramah lingkungan—seperti Trichol-8, serbuk biji mimba (SBM), Vir-Gra, Be-Bas, dan Eugenol—bersama dengan pengelolaan tanaman yang terpadu. Meskipun hasil panen fisik secara rata-rata sedikit lebih rendah dibandingkan teknologi eksisting petani, penerapan Budenopi mampu menjaga keberadaan musuh alami (predator dan parasitoid) untuk mencegah outbreak hama. Selain itu, teknologi ini menghasilkan produk kedelai organik bernilai jual lebih tinggi (Rp11.250,-/kg dibanding Rp7.500,-/kg) sehingga memberikan tingkat keuntungan usahatani yang lebih baik serta mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
Item
Bio-Detas Bertanam Kedelai Dengan Pupuk Hayati Pada Sawah Tadah Hujan Masam dan Non Masam
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Paket teknologi BIO-DETAS dan BIO-DETAS PLUS dikembangkan Balitkabi untuk meningkatkan produktivitas kedelai di lahan sawah tadah hujan. BIO-DETAS mengombinasikan pupuk hayati Agrisoy, pupuk organik, dan pupuk NPK terukur. Sementara BIO-DETAS PLUS menyempurnakannya dengan biopestisida ramah lingkungan, yaitu VirGra dan Be-Bas.
Item
Biji Mimba dan SLNPV untuk Pengendalian Hama Kedelai di Lahan Pasang Surut
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Kombinasi biopestisida serbuk biji mimba dan virus SLNPV untuk mengendalikan ulat grayak dan penggerek polong di lahan pasang surut, terbukti meningkatkan hasil biji hingga 1,89 t/ha melampaui pestisida kimia.
Item
Trichol-8
(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2018) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
Penggunaan fungisida kimia untuk mengendalikan penyakit tular tanah pada tanaman kacang-kacangan berisiko meracuni lingkungan serta meningkatkan biaya produksi. Biofungisida Trichol-8 berbahan aktif jamur antagonis Trichoderma dikembangkan oleh Balitkabi sebagai solusi hayati yang efektif, praktis, dan ramah lingkungan. Jamur Trichoderma bekerja melalui kompetisi ruang dan hara, mikoparasitisme, serta pelepasan enzim dan toksin untuk menekan perkembangan jamur patogen tular tanah seperti Sclerotium rolfsii, Rhizoctonia solani, Fusarium sp., Pythium sp., dan Phytophthora sp. Uji laboratorium menunjukkan daya hambat isolat ini terhadap S. rolfsii mencapai 90% pada 4 hari setelah inokulasi. Pengaplikasian Trichol-8 melalui perawatan benih (seed treatment 10 g/kg) maupun penaburan lubang tanam (100 g/50 m²) terbukti mampu menurunkan tingkat penyakit layu (dari 5,0% menjadi 1,0%) dan penyakit karat daun (dari 61,0% menjadi 1,0%), sekaligus meningkatkan bobot biji tanaman kedelai varietas Burangrang dari 80,3 g menjadi 85,6 g per tanaman. Selain berdaya simpan tinggi hingga 9 bulan dengan viabilitas konidia 90%, produk ini tidak memicu resistensi patogen, mudah dibiakkan oleh petani, serta aman bagi manusia dan lingkungan perairan.