Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Teknologi Pasca Panen dan Penyimpanan Hasil Komoditas Pangan (Padi, Kedelai dan Jagung)
(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, 2001) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah
Pemerintah mendorong petani untuk meningkatkan produksi padi, kedelai dan jagung secara mandiri. Usaha peningkatan produksi perlu diikuti dengan penanganan pasca panen. Susut bobot dan susut mutu ditimbulkan akibat kurang perhatian terhadap proses pasca panen. Dengan penanganan pasca panen yang baik, maka mutu produk tanaman pangan dapat ditingkatkan. Salah satu rangkaian kegiatan penting dalam penanganan pasca panen yaitu penyimpanan. Teknologi penyimpanan perlu diterapkan agar dapat menjamin ketersediaan komoditas pangan khususnya padi, kedelai dan jagung.
Item
Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian
(Balai Penelitian Tanah, 2003) Djaenudin, D.; Marwan H.; Subagjo H.; Hidayat, A.
Tersedianya data dan informasi sumberdaya lahan yang lengkap sangat diperlukan untuk menunjang program pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Data tersebut diperoleh melalui kegiatan survei dan pemetaan tanah, yang kelengkapan dan kehandalan datanya sangat tergantung dari tingkat pemetaan atau skala peta yang digunakan. Data dan informasi sumberdaya lahan hasil survei dan pemetaan tanah berupa peta, deskripsi dan data dasarnya, masih sulit untuk digunakan secara langsung oleh para pemakai. Data tersebut perlu diinterpretasi, agar mudah dimengerti untuk keperluan pengembangan komoditas pertanian melalui kegiatan evaluasi lahan. Untuk tujuan evaluasi lahan, Balai Penelitian Tanah menyusun Buku Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian. Buku ini disusun mengacu kepada "Kriteria Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Pertanian Versi 3.0" dan dirancang untuk keperluan pemetaan tanah tingkat semi detil (skala peta 1:50.000) serta dapat dipakai mengevaluasi kesesuaian lahan untuk 112 jenis komoditas pertanian. Edisi pertama, 2003
Item
Buku Pintar Penyuluh Pertanian
(Pertanian Press, 2025) Siti Munifah; Siti Nurjanah; Sumardi; Subardi; Mutiara Sari; Apriyanti Roganda Yuniar; Junika Megawaty Pasaribu; Purnama Martha; Maidaswar; Ira Firgorita; Vivit Wardah Rufaidah; Juznia Andriani
Penyuluh pertanian berperan penting dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.Merekatidak hanya berperan mendampingi petani, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang membawa inovasi dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian. Penyuluh pertanian menjadi garda terdepan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas, memperkuat kelembagaan petani, serta mendorong kesejahteraan petani diseluruh Indonesia.
Item
Pengaruh Air Kelapa dan Triakontanol Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Setek Panili
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-01) Rosita SMD, S. Soeahuddin dan Q. Mutaqin
Pengaruh air kelapa dan triakontanol terhadap pertumbuh- an dan perkembangan setek panili diteliti di Kebun Percobaan Cimanggu, Bogor dari bulan Januari sampai Mei 1990. Perco- baan dilakukan dalam rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah perendaman dalam air kelapa (0, 25, 50, 75 dan 100%), dan sebagai anak petaknya penyemprotan dengan triakontanol (0, 0.375, 0.750 dan 1.125 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa dengan konsentrasi 50% menghasilkan pertumbuhan tunas terbaik. Penggunaan triakontanol dan interaksinya dengan air kelapa belum dapat dibuktikan fungsinya sebagai zat yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman panili.
Item
Pengaruh Pemupukan Pada Berbagai Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kelapa
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-01) W. Darmosarkoro dan E.S. Sutarta
Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh pe- mupukan pada berbagai kerapatan tanam terhadap pertum- buhan dan produksi kelapa. Penelitian terdiri atas dua per- cobaan yang terpisah masing-masing menggunakan varietas PB 111 dan 121. Kerapatan tanaman yang dicoba adalah 143, 161, 180, 206, 236 dan 275 tiap ha dengan pemberian pupuk masing-masing 126, 113, 100, 88, 77 dan 66% dari dosis pupuk standar tiap pohon. Rancangan percobaan yang di- gunakan adalah rancangan acak kelompok dengan enam ulangan. Setiap plot terdiri dari 56 pohon. Hasil penelitian me- nunjukkan bahwa peningkatan kerapatan tanaman (penurunan dosis pemupukan tiap pohon) tidak berpengaruh terhadap ting- gi batang, tetapi secara nyata menurunkan produksi buah dan jumlah tandan tiap pohon, baik untuk varietas PB 111 maupun PB 121. Namun demikian peningkatan kerapatan ta- naman tersebut secara nyata meningkatkan produksi buah dan tandan tiap hektar