Gambaran dan Sebaran Kasus Suspek HPAI di Jawa Barat Tahun 2015-2017 dalam Mendukung Roadmap Indonesia Bebas AI Tahun 2020 (Studi Kasus Data iSIKHNAS)

dc.contributor.authorYuyun, Imas
dc.contributor.authorSudarnika, Etih
dc.contributor.authorSupriyanto
dc.date.accessioned2020-03-24T10:02:08Z
dc.date.available2020-03-24T10:02:08Z
dc.date.issued2018
dc.description.abstractJawa Barat merupakan wilayah resiko tinggi dengan kasus HPAI terjadi sepanjang tahun dan menyerang semua jenis unggas. Memiliki 18 Kabupaten/Kota dan sentra peternakan unggas komersil. Pemerintah telah mencanangkan Roadmap Indonesia Bebas AI tahun 2020 dengan tahapan Pulau Jawa menjadi target pembebasan pada tahun 2020 termasuk provinsi Jawa Barat. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui apakah Jawa Barat masih menjadi wilayah resiko tinggi selama tahun 2015-2017 dan mengetahui jenis unggas dan penyebaran kasus di Jawa Barat tahun 2015-2017. Data berasal dari Laporan iSIKHNAS nomor 392 berupa data sindrom penyakit prioritas yang dikirim oleh petugas kesehatan hewan pada Januari 2015 s.d Desember 2017. Definisi suspek kasus HPAI adalah kematian meningkat pada unggas. Data diolah menggunakan fungsi grafik pada pivot table Microsoft Excel. Peta sebaran penyakit dibuat menggunakan Quantum GIS. Jumlah laporan sindrom HPAI pada unggas di Jawa Barat selama kurun waktu 3 tahun (2015 - 2017) menunjukan variasi yang cukup menarik. Tren peningkatan suspek kasus pada musim penghujan dan menurun di musim kemarau. Suspek kasus yang dilaporkan pada tahun 2016 sebanyak 72 kasus, meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2015 sebanyak 30 kasus. Sedangan tahun 2017, suspek HPAI menurun drastis menjadi 26 kasus. Ayam petelur merupakan jenis unggas yang paling banyak terserang pada tahun 2016, sedangkan tahun 2015 dan 2017 kematian unggas paling banyak menyerang pada itik. Tahun 2015 kematian unggas sangat tinggi terjadi di kabupaten Indramayu, Sukabumi dan Purwakarta. Tahun 2016, kematian unggas paling tinggi berpindah ke kabupaten Kuningan, Ciamis dan Majalengka. Tahun 2017 berubah menjadi Kabupaten Bandung, Ciamis dan Kota Cimahi. Sentra perunggasan di wilayah priangan timur, populasi unggas komersial terutama ayam pedaging, petelur, pejantan dan itik sangat tinggi. Faktor resiko dan analisa dampak ekonomi telah diketahui. Strategi pembebasan HPAI di Jawa Barat harus di evaluasi dan ditingkatkan.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/8770
dc.language.isoiden_US
dc.publisherDirektorat Kesehatan Hewanen_US
dc.subjectHPAIen_US
dc.subjectJawa Baraten_US
dc.subjectUnggas komersialen_US
dc.subjectiSIKHNASen_US
dc.titleGambaran dan Sebaran Kasus Suspek HPAI di Jawa Barat Tahun 2015-2017 dalam Mendukung Roadmap Indonesia Bebas AI Tahun 2020 (Studi Kasus Data iSIKHNAS)en_US
dc.typeArticleen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Prosiding 2018-53-60.pdf
Size:
1.37 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Article
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: