PENGKAJIAN KELANGKAAN TENAGA KERJA DAN KONTRIBUSI MEKANISASI PERTANIAN PADA USAHATANI PADI DI JAWA TIMUR

dc.contributor.authorSudaryono, Tri
dc.contributor.authorPangarso, Nugroho
dc.contributor.otherBPTP Jambien_US
dc.date.accessioned2019-02-27T08:35:39Z
dc.date.available2019-02-27T08:35:39Z
dc.date.issued2016-05-31
dc.description.abstractSampai saat ini, pelaku/pekerja di sektor budidaya padi, masih didominasi petani tua, sementara pelaku berusia produktif minim. Kondisi tersebut dapat mengancam keserentakan waktu tanam, produktivitas dan susut panen yang pada akhirnya mengancam swasembada beras. Salah satu strategi agar terhindar dari ancaman tersebut adalah dengan intervensi mekanisasi pertanian khususnya untuk alat tanam dan panen padi, sekaligus menarik minat pemuda terjun kesawah. Untuk mengetahui kontribusi dan opsi kebijakan mekanisasi pada sektor budidaya padi, maka telah dilakukan pengkajian di 9 kabupaten di Jatim (Juni-Oktober 2015), dengan responden petani, bengkel, penjual jasa dan pengusaha Alsin. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa ada beberapa jenis transplanter yang secara nyata dapat mempercepat waktu tanam, mengurangi biaya tanam, serta combine harvester yang dapat mengurangi biaya panen, meningkatkan harga gabah serta mengurangi susut panen. Jenis/merk Alsin yang berada di lapangan sangat banyak dan mempunyai kinerja yang bermacam-macam, sehingga diperlukan rumusan kebijakan dari pemerintah yang mengatur pemanfaatan, penggunaan dan produksi Alsin. Opsi kebijakan yang sesuai antara lain sebagai berikut : (1) Pemerintah menguji dan merekomendasi jenis Alsin yang dapat dioperasionalkan, bermanfaat, menguntungkan dan menunjang swasembada, (2) Pemerintah membina pabrikan Alsin, (3) Sebelum Alsin dibantukan, terlebih dahulu dilatih tenaga teknis mesin dan tenaga operatornya, (4) Bantuan Alsin seyogyanya satu paket dengan tenaga pendampingnya, (5) Demplot Alsin yang dilakukan pemerintah harus “berhasil”, untuk meyakinkan petani, (6) Pemerintah hendaknya memfasilitasi suku cadang dan kredit Alsin, (7) Belum semua wilayah siap menerima Alsin, pemerintah daerah perlu melakukan pendekatan aktif pada masyarakat, (8) Perlu pengkajian cara tanam spesifik lokasi sesuai Alsin, (9) Petani memerlukan Alsin multiguna (untuk padi dan palawija), sehingga dapat dioperasionalkan maksimal (satu tahun penuh), (10) Pemerintah membina kelembagaan petani pemanfaat Alsin, sehingga kelembagaan dan Alsin lebih berdaya gunaen_US
dc.identifier.isbn978-602-1276-17-4
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6865
dc.language.isootheren_US
dc.publisherBB Pengkajian Teknologi Pertanianen_US
dc.subjectKontribusien_US
dc.subjectMekanisasi Pertanianen_US
dc.subjectOpsi Kebijakanen_US
dc.titlePENGKAJIAN KELANGKAAN TENAGA KERJA DAN KONTRIBUSI MEKANISASI PERTANIAN PADA USAHATANI PADI DI JAWA TIMURen_US
dc.typeArticleen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
sosek 51.pdf
Size:
692.47 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: