KAJIAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA NEGARARATU, KECAMATAN NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

dc.contributor.authorHadipurwanta, Jamhari
dc.contributor.authorKusnanto, Tri
dc.date.accessioned2019-08-07T02:39:52Z
dc.date.available2019-08-07T02:39:52Z
dc.date.issued2017-10
dc.descriptionTeknologi peningkatan produksi padi di lahan sawah yang diyakini paling baik pada saat ini adalah penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Hal ini disebabkan PTT bukan semata-mata sebagai teknologi atau paket teknologi, tetapi merupakan pendekatan dalam pemecahan masalah produksi di daerah setempat dengan menerapkan teknologi yang di pilih dan ditetapkan sendiri oleh petani dengan bantaun para penyuluh pertanian (Anonim, 2007). Terdapat 11 alternatif komponen teknologi yang dapat diintroduksikan dalam pengembangan PTT padi sawah, yaitu: 1). Varietas unggul baru yang sesuai dengan karakteristik lahan, lingkungan, dan keinginan petani setempat; 2). Benih bermutu yaitu kemurnian dan daya kecambahnya terjaga; 3). Bibit umur muda kurang dari 21 hari setelah semai; 4). System tanam jajar legowo 21:1 atau 4:1 dengan jumlah bibit per lubang tanam 1-3 bibit sehingga populasi tanaman 250.000 rumpun per hektar; 5). Pemupukan N menggunakan Bagan warda Daun; 6). Pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah; 7). Bahan organik (kompos jerami 5 ton/hektar atau pupuk kandang 2 ton/hektar; 8). Pengairan berselang (intermittent irrigation); 9). Pengendalian gulma secara terpadu; 10). Pengenalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu (PHT, dan terakhir 11). Panen beregu dan pascapanen menggunajan akat perontok (Anonim, 2007). Nomor satu sampai dengan tujuh merupakan komponen teknologi yang dapat diterapkan bersamaan (compulsory) sebagai penciri PTT padi sawah yang apabila diterapkan secara bersamaan akan memberikan sumbangan peningkatan produktivitas padi dan efisiensi produksi besar (Anonim, 2007).en_US
dc.description.abstractKajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap penggunaan bahan organik pada usahatani padi sawah di Desa Negararatu, Natar, Lampung Selatan. Kajian dilakukan pada bulan Mei 2015 sampai dengan Agustus tahun 2015 dengan metode survey menggunakan kusioner yang telah disiapkan. Pemilihan sampel petani dilakukan secara purposive yaitu petani yang melakukan kegiatan usahatani padi sawah pada Musim Tanam 2013/2014. Karakteristik petani responden adalah 70% berumur produktif; 73% memiliki pendidikan Sekolah Dasar, 47% kurang pengalaman dalam usahatani padi sawah (47%), dan 57% petani mengelola lahan sempit untuk usahatani. Hasil kajian menunjukkan bahwa petani di Desa Negararatu masuk kategori sangat tahu mengunakan bahan organik pada usahatan padi sawah dengan rincian 70% petani tahu; 17% petani kurang tahu, dan 13% petani sangat tahu menggunakan bahan organik pada usahatani padi sawah. Sikap petani untuk menggunakan bahan organik pada usahatani padi sawah masuk kategori sangat setuju, dengan rincian 70,7% petani setuju dan 9,3% petani sangat setuju; serta 16,7% petani ragu-ragu dan 3,3% petani yang tidak tahu menggunakan bahan organik pada usahatani padi sawah. Beberapa hal yang menyebabkan petani kurang tahu tentang bahan organik antara lain pengertian dan sumber bahan organik, penggunaan dan jenis-jenis bahan organik untuk tanaman padi sawah. Sedangkan beberapa hal yang menyebabkan sikap petani ragu-ragu untuk menggunakan bahan organik pada usahatani padi sawah antara lain bahan organik susah dicari di desa, penggunaan bahan organik setiap tanam padi, serta macam-macam bahan organik yang dapat digunakan untuk tanaman padi sawah. Untuk meningkatkan pengetahuan petani terhadap penggunan bahan organik pada usahatani padi sawah perlu dilakukan peningkatan frekwensi penyuluhan dengan materi yang berkaitan dengan pengertian dan sumber bahan organik, penggunaan dan jenisjenis bahan organik yang dapat digunakan untuk tanaman padi sawah. Sedangkan untuk mendorong sikap petani agar tidak ragu-ragu menggunakan bahan organik pada usahatani padi sawah perlu dilakukan penyuluhan dengan materi bahan organik mudah dicari di desa, perlunya menggunakan bahan organik setiap tanam padi, serta beberapa macam bahan organik yang dapat digunakan untuk tanaman padi sawah.en_US
dc.identifier.isbn978-602-6954-16-9
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7285
dc.subjectpengetahuan, sikap, bahan organik, padi sawah.en_US
dc.titleKAJIAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BAHAN ORGANIK PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA NEGARARATU, KECAMATAN NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATANen_US
dc.typeBooken_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
67. amhari HD. Lampung - Kajian Pengetahuan dan Sikap Petani Terhadap Penggunaan Bahan Organik - final.pdf
Size:
253.26 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: