KETERSEDIAAN JAGUNG BERDASARKAN PERAMALAN PRODUKSI DAN PRODUKTIVITASNYA DI TENGAH PERSAINGAN PENGGUNAAN LAHAN DI INDONESIA

dc.contributor.authorDedi Nugraha
dc.contributor.otherBalai Pengkajian Teknologi Pertanianen_US
dc.date.accessioned2019-08-06T07:49:45Z
dc.date.available2019-08-06T07:49:45Z
dc.date.issued2017-10
dc.descriptionJagung merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional (Dirjen Tanaman Pangan, 2016). Dalam perekonomian nasional, sumbangan jagung terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat setiap tahun, sekalipun saat krisis ekonomi (Zubachtirodin, 2007). Mengingat fungsinya yang multiguna, saat ini jagung tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga digunakan sebagai bahan pakan dan industri bahkan di luar negeri sudah mulai digunakan sebagai bahan bakar alternatif (Dirjen Tanaman Pangan, 2016). Tiga puluh tahun yang lalu, penggunaan jagung umumnya masih didominasi untuk pangan. Dengan berkembangnya industri unggas pada awal tahun 1970an, maka jagung mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pakan unggas modern (Tangendjaja, 2007). Sebelum tahun 1990, 86% penggunaan jagung di Indonesia untuk konsumsi langsung, hanya sekitar 6% untuk industri pakan. Penggunaan jagung untuk industri pangan juga masih rendah, baru sekitar 7,5% (Zubachtirodin, 2007).en_US
dc.description.abstractJagung adalah tanaman pangan yang memiliki nilai strategis serta bersifat multifungsi, baik sebagai bahan pangan maupun pakan. Permintaan jagung terutama untuk bidang industri terus meningkat setiap tahun. Data BPS menunjukan produksi dan produktivitas jagung relatif meningkat, sementara luas panennya relatif fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk model untuk memprediksi produksi jagung dalam kaitannya dengan produktivitasnya di tengah persaingan penggunaan lahan sebagai faktor pembatasnya. Dalam penelitian ini digunakan teknik peramalan dengan menggunakan data time series untuk membentuk suatu model. Model terbaik yang terpilih akan digunakan untuk menduga produksi jagung. Pemilihan model terbaik menggunakan kriteria Mean Absolute Percent Error (MAPE), Root Mean Square Error (RMSE) dan Akaike Information Criteria (AIC). Model terpilih untuk peramalan yaitu ARIMA (1,1,0) dengan drift. Rata-rata batas maksimal produktivitas jagung hibrida berdasarkan kajian sejauh ini 12,62 t/ha. Alih fungsi lahan dan ketersedian air menjadi penghambat peningkatan produksi jagung nasional.en_US
dc.identifier.isbn978-602-6954-16-9
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7260
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen_US
dc.subjectPeramalan, produksi jagung, produktivitas, penggunaan lahanen_US
dc.titleKETERSEDIAAN JAGUNG BERDASARKAN PERAMALAN PRODUKSI DAN PRODUKTIVITASNYA DI TENGAH PERSAINGAN PENGGUNAAN LAHAN DI INDONESIAen_US
dc.typeBooken_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
55. Revisi-31-Dedi Nugraha.pdf
Size:
344.9 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: