Investigasi Kematian Babi di Kabupaten Deli Serdang pada Tahun 2019

dc.contributor.authorSilaban, GPC Sarai
dc.contributor.authorPanggabean, Ruben H.
dc.contributor.authorNasution, Eka Z.J
dc.contributor.authorAgustia, H.
dc.contributor.otherDirektorat Kesehatan Hewanen_US
dc.date.accessioned2022-01-18T09:43:29Z
dc.date.available2022-01-18T09:43:29Z
dc.date.issued2020
dc.description.abstractPada akhir bulan September 2019, Balai Veteriner Medan menerima laporan kematian babi yang terjadi secara cepat dan dalam populasi besar di beberapa Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yaitu Dairi, Humbang Hasundutan dan Deli Serdang. Balai Veteriner Medan menanggapi laporan kematian babi dengan menurunkan tim investigasi untuk mengambil spesimen dan mengumpulkan informasi terkait sistem pemeliharaan ternak. Dalam kurun waktu September hingga Desember 2019, Balai Veteriner Medan telah melakukan empat kali investigasi di beberapa Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, yaitu Percut Sei Tuan, Hamparan Perak dan Tanjung Morawa. Spesimen yang dikumpulkan adalah darah, serum, dan organ dari babi yang menunjukkan gejala sakit atau mati. Diagnosa sementara didasarkan pada pengamatan gejala klinis dan lesi postmortem diteguhkan dengan deteksi antigen serta antibodi. Deteksi antigen pada darah dan organ babi dilakukan melalui metode RT-PCR. Sedangkan deteksi antibodi pada serum dilakukan melalui metode ELISA. Hasil pengujian berhasil mendeteksi adanya virus African Swine Fever pada sampel dari tiga tim investigasi dan antibodi CSF (Classical Swine Fever) pada sampel dari dua tim investigasi. Dampak yang ditimbulkan dapat mengancam kelangsungan hidup produsen, keamanan pangan, dan pembatasan perdagangan internasional. Sebelumnya penyakit ASF tidak ada di Indonesia. Faktor risiko yang dinilai berpengaruh terhadap penyebaran penyakit ASF di Kabupaten Deli Serdang adalah kebiasaan peternak yang saling mengunjungi peternakan, kebiasaan menggunakan sisa makanan sebagai pakan, serta perpindahan babi, peralatan dan kendaraan. Rekomendasi untuk pengendalian dan pencegahan penyakit ASF adalah dengan meningkatkan biosekuriti dan sanitasi, memberikan pakan yang tidak mengandung babi, melakukan perebusan pada pakan yang berasal dari sisa makanan hingga mendidih, serta mengendalikan lalu lintas baik babi domestik maupun babi liar.en_US
dc.identifier.issn2087-1279
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/14650
dc.language.isoiden_US
dc.publisherDirektorat Kesehatan Hewanen_US
dc.subjectKematian Babien_US
dc.subjectDeli Serdangen_US
dc.subjectASFen_US
dc.subjectCSFen_US
dc.subjectRT-PCRen_US
dc.subjectELISAen_US
dc.titleInvestigasi Kematian Babi di Kabupaten Deli Serdang pada Tahun 2019en_US
dc.typeArticleen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Prosiding Penyakit Hewan 2020-1-14.pdf
Size:
1.58 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: