Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Pada Lahan Sawah Sesudah Padi Dan Aplikasi Sl-NPV Di Kabupaten Pangkep

dc.contributor.advisor
dc.contributor.authorIlyas, Asriyanti
dc.contributor.authorFattah, Abdul
dc.contributor.otherBalai Pengkajian Teknologi Pertanian Malukuen_US
dc.date.accessioned2020-05-22T01:39:25Z
dc.date.available2020-05-22T01:39:25Z
dc.date.issued2017
dc.description.abstractDibandingkan dengan lahan kering, lahan sawah memiliki potensi yang lebih besar dalam mendukung peningkatan produksi kedelai. Selain lahan yang tepat, budidaya kedelai juga membutuhkan teknik pengendalian hama yang tepat, mengingat beberapa hama utama tanaman kedelai dapat menyebabkan kerugian yang besar, salah satunya yaitu ulat grayak. Salah satu pengendalian yang ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan Sl-NPV atau Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus yang bersumber dari ulat grayak itu sendiri. Kegiatan kajian dilaksanakan di Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada MK. tahun 2015. Kegiatan bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan kedelai Varietas Argomulyo pada lahan sawah sesudah tanam padi dan aplikasi Sl-NPV. Perlakuan Sl-NPV terdiri dari P1 = suspensi NPV dari ulat grayak yang dipelihara di laboratorium dengan pakan daun murbei (pakan ulat sutera) 10 ml/l air; P2 = suspensi NPV dari ulat grayak yang mati di pertanaman kedelai 10 ml/l air; P3 = suspensi NPV dari ulat grayak yang dipelihara di laboratorium dengan pakan daun murbei (pakan ulat sutera) 20 ml/l air; P4 = suspensi NPV dari ulat grayak yang mati di pertanaman kedelai 20 ml/l air; P5 = Perlakuan dengan insektisida kimia sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan terhadap 150 sampel tanaman kedelai. Parameter pengamatan terdiri dari data primer: 1). Komponen pertumbuhan (rata-rata tinggi tanaman dan jumlah cabang produktif), 2). Komponen hasil produksi (rata-rata jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, jumlah polong yang rusak per tanaman, jumlah biji yang rusak per tanaman, jumlah polong hampa, jumlah polong bernas, produktivitas (ton/ha), dan data sekunder: 1). Kesuburan tanah sebelum dan setelah penanaman, dan 2). Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan petani kedelai setempat. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan program SAS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tanaman kedelai pada Perlakuan P4 menunjukkan respon pertumbuhan dan produksi terbaik (1,83 ton/ha).en_US
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/9378
dc.language.isoiden_US
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen_US
dc.subjectKedelaien_US
dc.subjectGlycine maxen_US
dc.subjectLahan sawahen_US
dc.subjectProduksien_US
dc.titleRespon Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Pada Lahan Sawah Sesudah Padi Dan Aplikasi Sl-NPV Di Kabupaten Pangkepen_US
dc.typeArticleen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Pros Maluku 17 hal 324.pdf
Size:
651.36 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: