Preferensi Konsumen Terhadap Gabah, Beras, dan Nasi dari Beberapa Varietas Unggul Baru Padi di Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah

Abstract
Perkembangan suatu varietas padi di suatu daerah berbeda-beda tergantung dari preferensi masyarakat, kesesuaian agro-ekosistem, kondisi hama dan penyakit di suatu daerah dan lain-lain, sehingga masing-masing daerah mempunyai varietasvarietas unggulan yang bersifat spesifi k lokasi. Masyarakat di pulau Sulawesi, Jawa dan sebagian Kalimantan memilih citarasa nasi yang bertekstur pulen, sedangkan penduduk Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan lebih menyukai nasi yang bertekstur pera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen melalui performansi tampilan fi sik beberapa VUB spesifi k lokasi yang telah dilepas oleh Departemen Pertanian (Deptan) yang belum diadopsi oleh daerah tersebut sehingga potensial untuk dikembangkan. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kabupaten Banjar dan Tanah Laut, dan Jawa Tengah (Kabupaten Pemalang dan Batang) dengan metode survei dan uji organoleptik terhadap gabah, beras, dan nasi beberapa Varietas Unggul Baru. Responden di provinsi Kalimantan Selatan secara umum masih menanam varietas IR 42 dan Inpari 13 dengan alasan rasa nasi yang enak, produktivitas dan harga jual tinggi, tahan hama penyakit serta umur pendek. Varietas Ciherang menjadi varietas favorit untuk ditanam petani di Jawa Tengah dengan alasan produktivitas tinggi, rasa nasi enak, tahan hama penyakit, dan disenangi oleh tengkulak. Performansi gabah, beras, dan nasi varietas Inpari 20 dan Inpara 4 sangat disukai oleh responden di provinsi Kalimantan Selatan. Varietas Inpari 16 dan Inpari 19 adalah varietas yang paling disukai oleh responden di Jawa Tengah. Varietas Inpari 20 dan Inpara 4 sangat potensial untuk dikembangkan di provinsi Kalimantan Selatan, dan Varietas Inpari 16 dan Inpari 19 potensial untuk dikembangkan di Jawa Tengah.
Description
9 hlm.; 4 tabel
Keywords
VUB (VARIETAS UNGGUL BARU), PREFERENSI, UJI ORGANOLEPTIK
Citation