Teknologi Budidaya Padi Jarwo Super dan Itik di Lahan Sawah Pasang Surut Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Riau

dc.contributor.authorFrima Zona, Rathi
dc.contributor.authorSari Anggraini, Rizqi
dc.contributor.authorEkalinda, Oni
dc.contributor.authorSutrisna, Nana
dc.contributor.otherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)en_US
dc.date.accessioned2021-03-09T08:18:12Z
dc.date.available2021-03-09T08:18:12Z
dc.date.issued2019-12
dc.description10 hlm.; 3 gambaren_US
dc.description.abstractFenomena degradasi kesuburan lahan dan konversi lahan pertanian menjadi penyebab berkurangnya luas lahan sawah irigasi di Indonesia. Hal ini mengakibatkan penurunan produktivitas padi sawah yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan beras. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi sawah adalah dengan melakukan pengembangan lahan pasang surut. Pulau Sumatera memiliki lahan pasang surut sekitar 7.1 juta ha, dan 4 juta ha berpotensi untuk pengembangan pertanian, salah satunya di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Saat ini, produktivitas padi sawah di Kabupaten Indragiri Hilir sekitar 3.9 ton/ha. Rendahnya produktivitas ini disebabkan terbatasnya informasi teknologi budidaya padi sawah di lahan pasang surut. Tujuan dari penelitian adalah (a) untuk mengetahui produksi padi dengan teknologi budidaya padi jarwo super di lahan sawah pasang surut Provinsi Riau dan (b) untuk mengetahui produksi telur itik yang dipelihara secara terintegrasi dengan padi jarwo super. Penelitian dilakukan di Desa Kempas Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dari Januari - Desember 2018. Penelitian menggunakan teknologi budidaya padi jarwo super yang di integrasikan dengan itik dan teknologi budidaya padi existing (teknologi petani). Varietas padi yang digunakan adalah Batang Piaman dan jenis itik yang digunakan adalah Itik Dara (Pitalah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi budidaya padi jarwo super yang di integrasikan dengan itik memberikan hasil yang lebih baik untuk tinggi tanaman (118.4 cm), jumlah anakan (22 rumpun), dan produksi padi (6.50 ton/ha GKP), dibandingkan dengan teknologi budidaya padi existing. Selain itu, teknologi budidaya padi jarwo super dan itik mampu menghasilkan telur itik sebanyak 120 butir/hari pada puncak produksi.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/11878
dc.language.isoiden_US
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)en_US
dc.subjectSAWAHen_US
dc.subjectLAHAN PASANG SURUTen_US
dc.subjectPADIen_US
dc.subjectITIKen_US
dc.titleTeknologi Budidaya Padi Jarwo Super dan Itik di Lahan Sawah Pasang Surut Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Riauen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
26. Teknologi Budidaya Padi Jarwo Super dan Itik di Lahan Sawah Pasang Surut Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Riau – Rathi Frima Zona, Rizqi Sari Anggraini, Oni Ekalinda, Nana Sutrisna (BPTP Riau).pdf
Size:
211.79 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: