IDENTIFIKASI GULMA PADA DUA AGROEKOSISTEM YANG BERBEDA DI KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU

dc.contributor.authorRosmanah, Siti
dc.contributor.authorAlfayanti
dc.contributor.otherBalai Pengkajian Teknologi Pertanianen_US
dc.date.accessioned2019-08-06T02:45:46Z
dc.date.available2019-08-06T02:45:46Z
dc.date.issued2017-10
dc.descriptionProvinsi Bengkulu mempunyai lahan sawah seluas 96.250 ha yang terdiri dari sawah irigasi, tadah hujan, pasang surut dan lebak. Kabupaten Seluma merupakan salah satu sentra pengembangan padi di Provinsi Bengkulu dengan lahan sawah seluas 18.130 ha yang terdiri dari lahan sawah irigasi 10.265 ha, sawah tadah hujan 6.575 ha, lahan sawah pasang surut 50 ha dan lahan sawah lebak 1.240 ha (BPS Provinsi Bengkulu, 2015). Sawah irigasi dan sawah lebak di Kabupaten Seluma merupakan agroekosistem yang paling luas dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Bengkulu.en_US
dc.description.abstractKabupaten Seluma merupakan sentra pengembangan padi di Provinsi Bengkulu dengan agroekosistem terluas berupa lahan sawah irigasi dan rawa. Jenis rawa yang berada di Kabupaten Seluma adalah rawa pasang surut dan rawa lebak. Pengendalian gulma merupakan salah satu kendala yang dihadapi petani di dalam melakukan kegiatan budidaya. Agar pengendalian dapat dilakukan dengan optimal, maka perlu dilakukan identifikasi gulma untuk mengetahui jenis gulma dominan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan dominansi gulma dominan pada lahan sawah irigasi dan lahan rawa lebak di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada Juli-Agustus 2016 pada lahan sawah irigasi dan rawa lebak luas areal penelitian ± 1,50 ha. Identifikasi gulma dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat yang berukuran 1 x 1m sebanyak 10 ulangan yang diambil secara acak. Data yang dikumpulkan meliputi nama jenis gulma, nama famili serta jumlah individu masingmasing jenis. Data yang dikumpulkan kemudian ditabulasi untuk diperolah nilai Summed Dominance Ratio (SDR) berdasarkan nilai kerapatan nisbi, frekuensi nisbi, dominansi nisbi serta nilai penting. Berdasarkan hasil analisis diperoleh sebanyak 25 jenis gulma pada lahan sawah irigasi dan 23 jenis pada lahan rawa lebak. Jenis gulma yang dominan pada lahan sawah irigasi adalah Echinocloa colona (SDR 18,89%) dan Hedyotis corymbosa (12,52%), sedangkan pada lahan sawah rawa lebak adalah Fimbristylis miliacea (SDR 16,92%) dan Ludwigia octovalvis (16,18%). Pengendalian gulma dengan SDR tertinggi E. colonum dan F. miliacea dapat dilakukan dengan pengendalian secara budidaya yaitu pengenangan lebih awal ataupun penyiangan dengan tangan.en_US
dc.identifier.isbn978-602-6954-16-9
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7218
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen_US
dc.subjectidentifikasi, gulma, lahan rawa, lahan irigasien_US
dc.titleIDENTIFIKASI GULMA PADA DUA AGROEKOSISTEM YANG BERBEDA DI KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULUen_US
dc.typeBooken_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
29. Identifikasi Gulma Pada Dua Agroekosistem Yang Berbeda di Kabupaten Seluma propinsi Bengkulu, Siti Rosmanah dan Alfayanti.pdf
Size:
253.36 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: