Tinjauan lnovasi Teknologi Budidaya Vanili dan Peluang Pengembangan di Maluku

Show simple item record

dc.contributor.author Pesireron, Marietje
dc.contributor.author Rieuwpassa, Alexander J
dc.contributor.other Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku en_US
dc.date.accessioned 2020-08-11T05:04:49Z
dc.date.available 2020-08-11T05:04:49Z
dc.date.issued 2005
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/9985
dc.description.abstract Vanili (Vanila planifolia) merupakan salah satu komoditas eksport andalan dari sub sector perkebunan yang sebagian besar (±95%) diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat. Luas areal pertanaman vanili tahun 1998 di Indonesia mencapai 16.883 ha yang tersebar di Jawa Barat, jawa Timur dan Sulawesu Utara dengan produksi polong kering 1890 ton. Di provinsi Maluku luas areal pertanaman vanili masih sangat sedikit yaitu sekitar 50 ha dan tersebar hanya di kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat. Jika hal ini dibandingkan dengan potensi lahan perkebunan yang tersedia di Maluku maka pengembangan komoditas tersebut masih punya peluang cukup besar. Berdasarkan peta AEZ skala tinjau mendalam (1:250.000) potensi lahan untuk pengembangan tanaman perkebunan termasuk vanili di Maluku sekitar 1.398.672 ha. Dari segi kelayakan ekonomi usahatani tanaman vanili sangat meningkat pendapatan petani dan sebagi sumber devisa. Berdasarkan hasil analisis ekonomi dari salah satu sentra produksi vanili di desa Rutah kabupaten Maluku Tengah (table. 2) tanaman vanili mulai berproduksi pada umur 3 tahun setelah tanam. Biaya yang dikeluarkan tahun pertama sebesar Rp. 33.247.000,- tahun kedua sebesar Rp.6.522.000,- tahun ketiga sebesar Rp. 7.072.000,- tahun keempat sebesar Rp.7.157.000,- dan terakhir pada tahun kelima pengeluaran sebesar Rp. 8.227.000,-. Penerimaan mulai pada tahun ketiga, keempat dan kelima masing-masing sebesar Rp. 78.400.000,- Rp. 144.000.000,- dan Rp. 179.200.000,- dengan keuntungan bersih masing-masing Rp. 71.328.000,- Rp. 136.43.000,- dan Rp. 170.973.000,- sehingga biaya pengeluaran dari tahun pertama dan kedua dapat ditutupi. Keutungan tersebut dapat berlipat ganda jika polong vanili diolah menjadi polong kerig. Penanaman vanili yang dilakukan oleh petani jika mengikuti teknologi anjuran maka produksi akan terus meningkat seiring dengan makin banyak sulur produksi. Peluang pengembangan tanaman vanili layak dikembangkan di Maluku ini dibuktikan dengan B/C ratio masing-masing > 1 yaitu tahun ketiga, keempat dan kelima masing-masing B/C ratio 11,08, 20,21 dan 21,78 en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en_US
dc.subject Vanili en_US
dc.subject Vanila planifolia en_US
dc.title Tinjauan lnovasi Teknologi Budidaya Vanili dan Peluang Pengembangan di Maluku en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account