Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorGaswanto, Redy; Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jln. Tangkuban Parahu No. 517, Lembang, Bandung Barat, Indonesia 40391
dc.creatorSyukur, Muhammad; Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB, Dramaga Bogor, Indonesia 16680
dc.creatorPurwoko, B S; Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB, Dramaga Bogor, Indonesia 16680
dc.creatorHidayat, S H; Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB, Dramaga Bogor, Indonesia 16680
dc.date2016-09-30
dc.date.accessioned2018-05-02T06:25:47Z
dc.date.available2018-05-02T06:25:47Z
dc.date.issued2016-09-30
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3252
dc.identifier10.21082/jhort.v25n3.2015.p246-256
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/960
dc.descriptionHasil iradiasi sinar gamma pada benih lima genotipe cabai telah menghasilkan populasi mutan M2 yang harus diuji ketahanannya terhadap infeksi Begomovirus menggunakan serangga vektor Bemisia tabaci. Keefektifan metode penularan secara individu lebih tinggi dibandingkan metode penularan massal, namun jika uji penapisan diaplikasikan untuk suatu populasi yang besar maka metode yang cocok adalah penularan massal. Penelitian bertujuan (1) mendapatkan metode penularan massal yang keefektifannya sama dengan metode penularan individu, (2) mengetahui tanaman inang yang cocok untuk perbanyakan serangga vektor B. tabaci, (3) mengetahui tingkat ketahanan cabai genotipe Mhasil iradiasi sinar gamma terhadap infeksi Begomovirus, dan (4) mengetahui perbedaan pertumbuhan dan hasil tanaman dari genotipe M2 dan genotipe tetua M2 saat terinfeksi Begomovirus. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kasa dan Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran sejak bulan Mei sampai dengan Agustus 2013. Kajian penularan massal menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiap perlakuan diulang lima kali, sedangkan kajian jenis tanaman inang untuk perbanyakan imago B. tabaci menggunakan rancangan yang sama diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman terung ungu (Solanum melongena) dan kapas (Gossypium hirsutum) cocok dijadikan sebagai tanaman inang dalam usaha perbanyakan serangga vektor B. tabaci. Penggunaan vektor B. tabaci dalam kondisi viruliferous (masa akuisisi 48 jam) dengan jumlah sekitar 20–30 ekor dalam satu kotak sungkup kain kasa dapat digunakan sebagai metode penularan massal untuk populasi 50 bibit tanaman cabai (kondisi 2–4 daun sejati) dengan keefektifan setara dengan metode penularan secara individu. Rerata dari 195 individu cabai genotipe Kencana M2 dan SSP M2 masuk dalam kategori tahan dan agak tahan terhadap infeksi Begomovirus, sedangkan rerata dari 195 individu cabai genotipe Seloka M2, Lembang-1 M2, dan Tanjung-2 M2 masuk dalam kategori rentan-agak rentan. Perubahan karakter kuantitatif dari pertumbuhan dan hasil tanaman pada lima genotipe M2 jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan genotipe tetua M2 saat terinfeksi Begomovirus.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3252/2787
dc.rightsCopyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 25, No 3 (2015): September 2015; 246-256en-US
dc.titleMetode Penularan Massal untuk Uji Penapisan Ketahanan Cabai Mutan terhadap Begomovirusen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record