Adopsi Petani Terhadap Teknologi Alat Perangkap Hama Tikus Trap Barrier System (TBS) Di Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang

Show simple item record

dc.contributor.author Amirullah, Amirullah, Dewi Mayana Sari dan Jamaya HalifahMayanasari Dewi dan Halifah Jamaya
dc.contributor.other Anida Huseng en_US
dc.date.accessioned 2020-01-22T07:06:25Z
dc.date.available 2020-01-22T07:06:25Z
dc.date.issued 2016-12-15
dc.identifier.issn 1907-9265
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/8607
dc.description.abstract Abstrak Dalam proses adopsi teknologi perlanian diperlukan sikap mental dari petani dalam mengambil keputusan apakah teknologi yang dianjurkan akan diterapkan atau tidak, peranan komunikasi perlanian terhadap kehidupan petani di Indonesia adalah sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan hidup petani dan keluarganya.Penelitian bertujuan untuk: l) mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengadopsi teknologi alat perangkap hama tikus TBS. 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam mengadopsi teknologi alat perangkap hama tikus TBS.Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dan dilaksanakan dengan menggunakan metode survei.Hasil penelitian menunjukkan bahwasecara umum di Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang, petani didominasi oleh kelompok umur 26-35 tahun46,43 ''/o,tingkat pendidikan SLTP-SLIA 60,J I oA, memiliki luas lahan > 1,0 ha 60,72yo,pernah mengikuti diklat sebanyak I kali 60,71 o/o, danmempunyai tanggungan keluarga sebanyak 2 orang 57,14 o . Untuk faktor ekstetnal, peran penyuluh sudah cukup besar peranannya dalam kegiatan introduksi inovasi teknologi TBS. Metode penyuluhan yang digunakan adalah melalui pendekatan massal, kelompok' maupun secara individu.sedangkan untuk keunggulan inovasi, teknologi TBS tergolong unggul dan direkomendasikan untuk digunakan pada daerah endemik tikus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat (0.666) yang positil antara faktor-faktor pengetahi.ran dan keterampilan terhadap adopsi teknologi perangkap hama tikus TBS ' Kata kunci: Pengetahuan dan Keterampilan petani, adopsi teknologi, perangkap hama tikus TBS. en_US
dc.description.sponsorship Abstruct In the process ofadoption ofagricultural technology necessaty mental attitude of farmers in taking a decision whether the recommended technologies will be applied or not, the role of agriculture communication on the lives offarmers in Indonesia are v ery imp o r t an t i n imp rov ing t h e w e lfu re offarm er s an d t h eir families. The aims of the study were to (1) detennine the correlation between the level offarmers' kttowledge and their skitt in adopting rat pest equipment technolog't of trap barrier system (TBS), and (2) determine thefactors affectingfarmers' knowledge and skill level in adopting rat pest equipment technology of TBS.The research was a descriptive qualitative study using suney method conducted in Cempa Districts of Pinrang RegenCy. The resulti of the research indicate in general the dominant.farmers in CempaPinrang Regency are the ones whowere26-35 years old (46,43%), Junior and Senior High School Graduates (60,71%o), having a land area 0f > 1.0 ha (60,72%o), having attended once education and training (60,11%, and having 2 family dependants (57,14%o). For external factors, counselors have already had a big role in intro duc ing innov ation t echno lo g't of TB S. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher BPTP Sulawesi Selatan en_US
dc.relation.ispartofseries Berkala;
dc.subject Pengetahuan,dan keterampilan petani,adopsi teknologi ,perangkat tikus en_US
dc.title Adopsi Petani Terhadap Teknologi Alat Perangkap Hama Tikus Trap Barrier System (TBS) Di Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account