Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorSumarni, Nani; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.creatorGunaeni, Neni; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.creatorPutrasamedja, Sartono; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.date2016-05-20
dc.date.accessioned2018-05-02T06:25:11Z
dc.date.available2018-05-02T06:25:11Z
dc.date.issued2016-05-20
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3371
dc.identifier10.21082/jhort.v23n2.2013.p153-163
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/848
dc.descriptionMasalah utama dalam produksi biji bawang merah (TSS) di Indonesia ialah kemampuan berbunga dan menghasilkan biji TSS masih rendah dan faktor iklim terutama panjang hari yang pendek (<12 jam) dan rerata temperatur udara yang cukup tinggi (>18oC) di Indonesia kurang mendukung terjadinya inisiasi pembungaan. Aplikasi giberelin (GA3) dapat menggantikan seluruh atau sebagian fungsi temperatur rendah dan hari panjang untuk inisiasi pembungaan. Penelitian lapangan dilakukan di dataran tinggi Malino, Sulawesi Selatan dari Bulan Februari sampai Oktober 2012, untuk mengetahui pengaruh varietas-varietas bawang merah Balitsa dan cara aplikasi GA3 terhadap pembungaan dan hasil biji bawang merah. Rancangan percobaan yang digunakan ialah petak terpisah dengan empat ulangan. Petak utama ialah dua varietas bawang merah Balitsa (Mentes dan Pancasona). Anak petak ialah empat cara aplikasi GA3 (tanpa, perendaman bibit dalam GA3, penyemprotan tanaman dengan GA3 pada umur 3 dan 5 minggu setelah tanam, dan kombinasi perendaman bibit dan penyemprotan tanaman dengan GA3). Konsentrasi GA3 yang digunakan ialah 200 ppm. Sebelum ditanam, umbi bibit berukuran besar (5 g/umbi) diberi perlakuan vernalisasi (10oC) selama 4 minggu. Pemupukan yang diberikan ialah 1000 kg/ha NPK 16-16-16 dan 15 t/ha pupuk kandang. Tanaman tagetes ditanam di sekeliling petak-petak percobaan untuk menarik serangga polinator. Naungan plastik transparan dipasang setelah tanaman bawang merah berbunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara varietas dan cara aplikasi GA3 terhadap pertumbuhan tanaman, pembungaan, pembuahan/polinasi, dan hasil biji bawang merah. Varietas bawang merah Pancasona menghasilkan jumlah tanaman yang berbunga dan jumlah umbel bunga per petak tidak berbeda nyata dengan varietas Mentes, namun jumlah umbel bunga yang berbuah dan hasil biji TSS per petaknya nyata lebih tinggi. Cara aplikasi GA3 paling baik dan efisien terhadap pembungaan, pembuahan, dan hasil biji bawang merah (TSS) ialah perendaman umbi bibit selama 30 menit pada larutan 200 ppm GA3. Hasil biji TSS paling tinggi terdapat pada varietas Pancasona dengan cara perendaman umbi bibit sebelum tanam pada larutan 200 ppm GA3 selama 30 menit, yaitu sebesar 205,66 g/12 m2 atau setara 137,11 kg/ha (efisiensi lahan 80%). Hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi petani untuk mandiri memproduksi benih bawang merah yang sehat dan berdaya hasil tinggi.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3371/4114
dc.rightsCopyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 23, No 2 (2013): Juni 2013; 153-163en-US
dc.titlePengaruh Varietas dan Cara Aplikasi GA3 terhadap Pembungaan dan Hasil Biji Bawang Merah di Dataran Tinggi Sulawesi Selatanen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record