POTENSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN LAHAN RAWA PASANG SURUT

Show simple item record

dc.contributor.author Sudirman Umar, Trip Alihamsyah (Balittra)
dc.date.accessioned 2019-11-12T02:16:45Z
dc.date.available 2019-11-12T02:16:45Z
dc.date.issued 2014-11
dc.identifier.isbn 978-602-344-005-4
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/8324
dc.description.abstract Lahan rawa pasang surut merupakan salah satu agro-ekosistem yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian. Akhirakhir ini lahan rawa pasang surut menjadi sorotan publik untuk mendukung swasembada pangan di Indonesia dan sebagai pengganti lahan-lahan sawah di pulau Jawa yang mengalami konversi dan fragmentasi. Menurut Alihamsyah danAnanto (1998) lahan rawa pasang surut sangat strategis untuk mengimbangi penciutan lahan produktifyang telah menjadi lahan-Iahan nonpertanian dalam meraih swasembada pangan khususnya beras dan diversifikasi produksi. Berdasarkan hasil perhitungan secara spasial menggunakan peta tanah tinjau dengan kriteria lahan rawa seperti disebutkan sebelurnnya, luas lahan rawa di Indonesia adalah ± 34,93 juta hektar atau 18,28% dari luas total daratan Indonesia, tersebar di Sumatera ± 12,93 juta hektar, Jawa ± 0,90 juta hektar, Kalimantan ±10,02 juta hektar, Sulawesi ± 1,05 juta hektar, Maluku dan Maluku Utara ± 0,16 juta hektar, dan Papua ± 9,87 juta hektar. Lahan rawa lebak seluruhnya 11,64 juta hektar yang sebagian besar di dataran rendah, kecuali di Sumatera sekitar 0,03 juta hektar. Sedangkan lahan rawa gambut adalah sekitar 14,93 juta hektar (BBSDLP, 2014). en_US
dc.publisher IAARD Press en_US
dc.subject POTENSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN LAHAN RAWA PASANG SURUT en_US
dc.title POTENSI DAN PROSPEK PENGEMBANGAN LAHAN RAWA PASANG SURUT en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account