Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorWidyaningsih, Sri; Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Jln. Raya Tlekung No. 1, Junrejo, Batu 65301
dc.creatorDwiastuti, Mutia Erti; Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Jln. Raya Tlekung No. 1, Junrejo, Batu 65301
dc.creatorPuspitasari, T K; Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang
dc.date2016-04-13
dc.date.accessioned2018-05-02T06:25:08Z
dc.date.available2018-05-02T06:25:08Z
dc.date.issued2016-04-13
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3223
dc.identifier10.21082/jhort.v25n1.2015.p63-70
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/819
dc.descriptionPenyakit daun kipas grapevine fanleaf virus (GFLV) merupakan penyakit yang sangat merugikan pada tanaman anggur, karena menghambat pertumbuhan dan menekan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengetahui cara deteksi dini, penyebab penyakit, dan perbedaan gejala penyakit GFLV pada tiga varietas anggur. Penelitian dilaksanakan di Screen House dan Laboratorium Terpadu Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada bulan Januari  sampai dengan April 2011. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri atas enam perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga varietas tanaman anggur, yaitu Prabu Bestari, Kediri Kuning, dan Probolinggo Super. Masing-masing varietas diberi dua perlakuan yaitu diinokulasi dan tidak diinokulasi GFLV (sehat). Parameter pengamatan meliputi masa inkubasi, gejala serangan, kerusakan jaringan daun akibat infeksi GFLV, benda asing pada jaringan daun tanaman anggur akibat infeksi GFLV, dan pengujian serologi ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini GFLV dapat dilakukan dengan pengamatan gejala visual, pengamatan kerusakan jaringan tanaman, dan benda asing pada jaringan daun serta dengan uji ELISA. Terdapat perbedaan gejala dan kerusakan jaringan antara tanaman yang terinfeksi GFLV dan tidak terinfeksi. Terdapat perbedaan gejala visual dan masa inkubasi GFLV pada varietas yang berbeda.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3223/2766
dc.rightsCopyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 25, No 1 (2015): Maret 2015; 63-70en-US
dc.titleDeteksi Dini Penyakit Daun Kipas (Grapevine Fanleaf Virus) dan Perbedaan Gejala Pada Tiga Varietas Angguren-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record